Peluncuran Buku Penghormatan 70 Tahun Pdt (Em) Dr IWJ Hendriks

Saat hidup penuh aroma kematian ia hadir dan berpegang teguh pada kehidupan. Seluruh lakon kepemimpinannya selaku ketua BPH Sinode GPM berlangsung saat bara konflik sedang menyala.
Ia tak gentar. Selaku ahli tafsir kitab suci ia berpegang pada dalil utama Alkitab: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.
 Seperti dilansir laman sinodegpm.org, bersama rekan-rekannya ia aktif terlibat dalam karya-karya perdamaian dan rekonsiliasi. Bersama Ketua MUI, Uskup Amboina, Walubi dan PHDI Maluku. Mereka bersatu rasa dan karya untuk Maluku Damai.

Genosida Budaya Ancaman bagi Kebhinnekaan dan Integritas Agama Leluhur Nusantara

“Kami juga bagian dari masyarakat Indonesia”, demikian penegasan wakil masyarakat Naulu, sebuah komunitas adat yang hidup di pulau Seram, provinsi Maluku. Pernyataan ini sesungguhnya merefleksikan tuntutan kesetaraan di ruang publik yang menjadi pergumulan panjang komunitas adat penghayat agama leluhur, sebagaimana mengemuka dalam seminar “Genosida Budaya, Ancaman Bagi Kebhinnekaan dan Integritas Agama Leluhur Nusantara” di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Jumat (15/9).

Pemerintah Kirim 20 Ton Bantuan untuk Pengungsi Rohingya

Pemerintah Indonesia akan kembali mengirimkan bantuan untuk warga Rohingya yang berada di negara bagian Rakhine, Myanmar. Bantuan kemanusiaan yang sebelumnya dikirimkan ke Bangladesh itu akan diberhentikan sementara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, ‎penghentian sementara bantuan kemanusiaan ke Bangladesh itu disebabkan menumpuknya bantuan di sana. Sebaliknya, bantuan yang diberikan pemerintah ini akan langsung dikirimkan ke Myanmar. "Jadi government to government (G to G) bantuan kita arahkan ke Rakhine State (Myanmar)," terang Willem di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2017), diberitakan sindonews.com. Willem menuturkan, saat ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang melobi pemerintah Myanmar untuk mendapat izin pengiriman bantuan. Izin itu diperlukan salah satunya untuk flight clearance pesawat Hercules TNI AU di Myanmar. "Menurut keterangan kita sudah dapat lampu hijau. Jadi mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini sudah ada izin prinsip dari Myanmar. TNI AU sudah siapkan flight clearance untuk bawa barang bantuan," ujarnya. Pada persiapan pengiriman ke Myanmar kali ini, pemerintah Indonesia akan memberikan sekira 20 ton bantuan kemanusian. Bantuan itu terdiri dari makanan siap saji, tenda pengungsi, medical treatment, obat-obatan, hingga water treatment atau alat penjernih air. "Sementara ini yang disiapkan dua pesawat Hercules dengan kapasitas masing-masing 10 ton. Berarti ada 20 ton (bantuan). Apa yang dikirimkan? Tentunya hal yang sangat darurat. Kita kasih sarung juga, ada 7.000 sarung. Kita kirimkan 20 tenda," papar Willem. Ia melanjutkan, bantuan yang dikirimkan pemerintah telah melalui serangkaian assesment. Sehingga, bantuan itu merupakan barang-barang yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi. Willem menambahkan, bantuan sekira 20 ton yang akan dikirimkan ke Myanmar itu diberangkatkan Rabu (20/9/2017) ke pangalan udara Sultan Iskandar Muda, Aceh. Setelah transit di sana, bantuan akan langsung dikirimkan ke Myanmar setelah mendapat izin dari pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi itu. "Jadi kita akan kirimkan bantuan ke Myanmar, dan untuk sementara bantuan ke Bangladesh tak dikirimkan. Sudah melimpah di sana," pungkas Willem.

Korwil Jakarta Gelar Kursus Tasawuf Angkatan 62

YSB Korwil DKI Jakarta kembali telah menyelenggarakan Kursus Tasawuf Angkatan ke-62 di TQN Center Masjid al-Mubarak, Rawamangun Jakarta Timur, diberitakan di tqnnews.com. Hadir 42 peserta dan beberapa alumni kursus tasawuf angkatan-angkatan sebelumnya. Para peserta memiliki beragam latar belakang pendidikan dan berasal dari beragam yaitu, DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cimahi, Bandung. KH. Wahfiudin berkenan memberikan materi Mengenal Diri Menggapai Ilahi. Dalam kesempatan Itu beliau juga memberikan inisiasi (talqin) ke dalam Thariqoh Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Ust. H. Handri Ramadian dan Ust. Nursidin turut menjadi pembicara dalam kursus tersebut,  keduanya adalah aktivis dakwah di lingkungan TQN Suryalaya.

415 Jemaah Indonesia Wafat di Saudi

Jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi terus bertambah. Mengikut laman kemenag.go.id, sampai dengan 11 September 2017, Rilis data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Makkah mencatat ada 415 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi. Empat jemaah wafat di Jeddah, 287 jemaah wafat di Makkah, 37 jemaah wafat di Madinah, 20 jemaah wafat di Arafah, dan 67 jemaah wafat di Mina. Sebanyak 17 orang dari jumlah yang wafat adalah jemaah haji khusus. Total angka kematian ini lebih banyak jika dibanding tahun 2016 yang berjumlah 342 jemaah. Namun demikian, kuota jemaah haji Indonesia tahun 2016 hanya 166.800 orang saja.

Referendum Papua masuk rekomendasi Pertemuan gereja Pasifik

Pertemuan para pemimpin gereja-gereja Pasifik yang berlangsung di Auckland, Selandia Baru, belum lama ini, menghasilkan tujuh rekomendasi, yang salah satunya adalah meneguhkan kembali seruan penentuan nasib sendiri atau referendum bagi rakyat Papua.

Mendagri Tegaskan Hanya 6 Agama yang Bisa Masuk KTP-el

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan kolom agama di KTP-el hanya boleh diisi enam agama yang diakui Undang-Undang. Keenam agama itu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.
"Bagi pemerintah pada saat itu saya sampaikan, yang prinsip enam agama sesuai Undang-undang itu harus masuk. Di kolom itu kan agama, kepercayaan itu kan bukan agama," kata Tjahjo di Jakarta Pusat, Senin 24 Juli 2017, dilansir metrotvnews.com. Tjahjo memberi solusi bagi anggota Ahmadiyah di Manislor, Kuningan, Jawa Barat yang tak mendapat KTP-el lantaran kepercayaannya. Dia menyarankan supaya kolom agama tidak diisi. "Saya dulu kan sudah sepakat, Majelis Ulama sepakat, Depag (Kemenag), tokoh agama sepakat, oke dikosongin, tapi di bukunya (data Disdukcapil) ada. Tapi mereka tidak mau," imbuh dia. Tjahjo menyebut, kasus serupa tidak hanya terjadi di Kuningan, tetapi banyak di Indonesia termasuk Bangka Belitung dan Madura. "Ada Sunda Wiwitan, ada beberapa lah, puluhan termasuk Ahmadiyah," beber dia. Terkait anggapan anggota Ahmadiyah yang mengklaim kepercayaan mereka sebagai bagian agama Islam, sehingga kolom agamanya boleh diisi Tjahjo punya pendapat lain. "Kalau bagian-bagian ya repot dong, yang Islami saja tidak mengakui," tandas dia. Ribuan anggota jemaah Ahmadiyah di Manislor tidak memiliki KTP-el selama lima tahun terakhir. Disdukcapil mensyaratkan pengambilan KTP-el harus disertai surat pernyataan mengucapkan kalimat syahadat dan bersedia dibina. Hal ini dianggap anggota Ahmadiyah sebagai bentuk intimidasi dan melanggar peraturan.