Penghayat kepercayaan di Gunungkidul Sudah Diakui Sebelum Putusan MK

Kelompok penghayat kepercayaan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta harus berjuang berat untuk mendapat haknya. Namun, mereka sudah menikmati pelayanan administrasi sebelum putusan Mahkamah Konstitusi keluar. Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul CB Supriyanto mengatakan, setidaknya ada 10 kelompok penghayat kepercayaan di Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah di antaranya Sapto Darmo, Pranco, Mardi Santosaning Budi, Hidup Betul, Sumarah, Palang Putih Nusantra, Ngethi Kasampurnan, dan Pransuh (Kelompok-kelompok aliran Kejawen. - Catatan dari Dr. Igor Popov, LLM).

MUI akan Bentuk Akademi Dakwah

Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menutup kegiatan Halaqah Dakwah Nasional di Jakarta pada Selasa (14/11) malam. Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis mengatakan bahwa dalam halaqah ini telah dirumuskan Program Akademi Dakwah untuk memberikan standarisasi kepada para dai di Indonesia.

Penghayat Kepercayaan Mendapat Tempat di KTP

Para penghayat kepercayaan bersalaman setelah Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi
(Sumber foto: metrotvnews.com)
Penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan negara dalam sistem administrasi kependudukan. Ini terjadi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi terhadap pasal 61 Ayat (1) dan (2), serta pasal 64 ayat (1) dan (5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Ketua MK Arief Hidayat menyatakan kata 'agama' dalam Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 64 ayat (1) UU tersebut bertentangan dengan UUD 1945. Kata itu juga disebut tak berkekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk penganut aliran kepercayaan.

Semua Siswi SMK Attholibiyah Tegal Bercadar

Semua siswi di SMK Attholibiyah Desa Muncanglarang, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, bercadar. Foto yang menampilkan siswi saat berada di dalam kelas itu pun sempat menjadi viral di media sosial. Ketua Yayasan Attholibiyah, Habib Sholeh Al Athos, menuturkan peraturan memakai cadar merupakan keputusan dari pengasuh pondok pesantren.

Misionaris Para Rasul Kudus di Pakumbang, Landak, Kalbar

Tak banyak umat katolik di Indonesia mengenal apa itu MSA. Ini adalah tarekat atau kongregasi religius para imam. Mengikut sesawi.net, MSA adalah singkatan dari: Misioneros de los Santos Apostoles (Spanyol); atau Missionnaires des Saints Apôtres  (Perancis); Society of the Missionaries of the Holy Apostles (Inggris); dan membakukan namanya dalam bahasa Indonesia sebagai Misionaris Para Rasul Kudus. MSA adalah sebuah serikat hidup kerasulan (vita apostolica) yang didirikan berdasarkan dekrit Kardinal Jean-Claude Turcotte pada tanggal 15 Agustus 1995.

Perayaan 200 tahun kelahiran pendiri Iman Baha'i, Bahá’u’llah

Tahun ini adalah tahun ke-200 kelahiran Baha’u’llah. Pada tanggal 21 dan 22 Oktober kelahiran telah dirayakan di dunia dan Indonesia. 
 IMAN BAHA'I adalah salah satu agama baru yang muncul pada abad ke-19 di Persia. Orientasi tiga silanya ialah universalitas: keesaan Tuhan, kesatuan Agama dan persatuan umat manusia (termasuk keperluan bahasa persatuan, persamaan hak kaum wanita dan pria dan Order Dunia Baru). Menurut ajarannya, Tuhan memanifestasikan diri di dunia sebagai para Pendidik Ilahi, umpamanya, Kresna, Buddha, Musa, Yesus dan Muhammad. Pada th 1844 Sayyid 'Ali Muhammad dari Shiraz menyatakan diri Sang Bab (artinya Gerbang), Mahdi dan Imam Syiah ke-12 yang datang membuka jalan untuk misi lebih besar yang Tuhan wujudkan; Beliau dan banyak sekali sahabatnya pernah dieksekusi. Pada th 1863 salah satu sahabatnya pertama, bangsawan Mirza Husayn 'Ali Nuri (1817-1892) menyatakan diri Baha'u'llah (Kemuliaan Allah), yaitu manifestasi Tuhan baru (wafatnya di Lembaga Akka, Palestina). Karya-karyanya adalah kitab suci agama, antar lain: Kitab-i-Aqdas (Kitab Tersuci), Kitab-i-Ikan (Kitab Keyakinan) dan Tujuh Lembah. Pada khususnya, banyak sekali pengikut agama ini tinggal di India, Iran, AS dan Guyana. Masuk ke Indonesia sekitar th 1878 dengan dua pedagang dari Persia dan Kesultanan Utsmaniyah. Saat ini, bertindak perkumpulan Masyarakat Baha'i Indonesia.

Khonghucu harus bisa melepaskan stigma yang seolah-olah hanya terkait dengan satu etnis: Kongres Khonghucu Dunia 2017

Kongres Pemuka Agama Konghucu Sedunia ke-3 2017 "Melalui Konghucu untuk Menuju Kedamaian Dunia" yang digelar selama 16-18 Oktober di Indonesia memberikan "8 Pesan dari Jakarta". Mengikut laman matakin.or.id, Pesan-Pesan juga termasuk titah berikut:
"7. Lebih baik kita menghindari perdebatan tentang Khonghucu itu agama atau filsafat atau etika moral