Pos

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Lima orang menyatakan kaul dalam Dominikan Awam

Didampingi Presiden Chapter Stephanus Suriaputra OP lima orang itu berjanji, “Dalam nama Tuhan yang Mahakuasa, Bapa, Putra dan Roh Kudus dan bersama Bunda Maria dan Santo Dominikus, saya (mereka menyebut nama satu persatu) di hadapan Romo Andreas Kurniawan OP, moderator yang mewakili Master Jendral Ordo Pewarta, berjanji akan hidup sesuai Anggaran Dasar Dominikan Awam untuk masa satu tahun.” Berdasarkan laman penakatolik.com, selain lima orang yang menyatakan janji atau kaul atau profes tahun pertama itu, tujuh orang lain memperbaharui janji untuk tahun kedua, dan tujuh lainnya untuk  tahun ketiga. Dalam Misa itu, 13 orang juga diterima sebagai postulan dan enam orang sebagai novis Dominikan Awam. Mereka semua berasal dari Jakarta, Cimahi dan Bogor. Pastor juga meminta agar yang profes tidak sekedar senang menulis gelar OP di belakang namanya atau yang novis hingga kaul bisa mengenakan jubah atau skapulir OP saat meninggal. “Bukan sekedar mendapat gelar OP, tapi bagaimana memprakteka…

HUT ke-70 Negara Indonesia Timur, negara kerukunan keagamaan

Gambar
Pada 24 Desember tahun ini genap 70 tahun menjadi Negara Indonesia Timur (NIT, bahasa Belanda Deelstaat Oost-Indonesië), negara tersendiri pada th. 1946-1950 yang meliputi wilayah Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara), Sulawesi dan Kepulauan Maluku, ibukotanya Makassar. Kemudian NIT menjadi bagian Republik Indonesia Serikat dan kemudian bubar dan semua wilayahnya melebur ke dalam Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950.  Negara ini dibentuk berbeda dengan proklamasi kemerdekaan RI pada th. 1945 di Jakarta, karena tanpa perang merdeka, tetapi sesuai dengan izin Belanda setelah dilaksanakan Konferensi-konferensi Malino, Pangkal Pinang dan Denpasar th. 1946 yang bertujuan untuk membahas gagasan berdirinya negara independen. Pada akhir Konferensi Denpasar 24 Desember 1946, negara baru ini dinamakan Negara Timur Besar, namun kemudian diganti menjadi Negara Indonesia Timur pada tanggal 27 Desember 1946.  Konferensi Malino meleksanakan setelah Australia menyerahkan kembali wilayah Ind…

Begini Aksi Sosial GNPF-MUI di Aceh

Tak hanya fokus pada aksi bela Islam, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) menggelar aksi sosial untuk korban gempa di Pidie Jaya. Seperti dilansir di republika.co.id, bersama sejumlah ormas atau lembaga lainnya seperti FPI, Wahdah Islamiyah, dan FUIB Sulsel (Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan), Selasa (27/12), rombongan tokoh dan ulama tersebut menyerahkan bantuan bagi para korban. Turut serta dalam rombongan ini di antaranya Habib Rizieq Syihab (Pembina GNPF MUI dan Imam Besar FPI), Habib Muhsin Alatas (Ketua Umum FPI), Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin (Wakil Ketua GNPF MUI dan Ketua Umum Wahdah Islamiyah), dan lainnya. Nuansa persatuan dan persaudaraan yang dicontohkan para ulama ini diharapkan bisa menjadi penguat tersendiri bagi warga Aceh yang sedang mengalami musibah.  Dalam kesempatan ini, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyerahkan dana Bantuan sebesar Rp 2 miliar dari FPI se-Indonesia. FUIB Sulawesi Selatan juga menyampaikan bantuan yang diserahkan oleh Habi…

Kabupaten Lumajang Gelar Utsawa Dharma Gita ke XX

PHDI Kabupaten Lumajang menggelar Utsawa Dharma Gita ke XX di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya mengapresiasi PHDI Kabupaten Lumajang yang hingga tahun ini telah menggelar UDG selama 20 kali. "Semoga kabupaten lain bisa mengikuti jejak Kabupaten Lumajang yang rutin setahun sekali menggelar UDG," kata Ida Made Windya, Senin (19/12/2016), mewartakan kemenag.go.id. Adapun jenis lomba yang diselenggarakan antara lain lomba baca sloka anak-anak, dharma wacana anak-anak dan kidung anak-anak. Selanjutnya ada lomba sloka remaja, sloka dewasa, dharma wacana remaja serta dewasa. Pada kesempatan tersebut, Bimas Hindu Jawa Timur memberikan bantuan kepada PHDI Kabupaten Lumajang berupa pakaian seragam keagamaan pemangku serta buku keagamaan Hindu.

Komnas HAM Nilai MUI Kebablasan, karena Larang Perusahaan Pakai Atribut Natal

Komnas HAM mengkritik keras kebijakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang perusahaan memberikan atribut Natal kepada para pekerjanya. Menurut Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, mewartakan kriminalitas.com, MUI sebenarnya hanya mengatur mengenai tata cara peribadatan agama Islam dan terhadap umat muslim itu sendiri. “MUI gak boleh ngatur apalagi soal kebijakan pemilik perusahaan yang bukan beragama Islam,” kata Natalius kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (17/12/2016). Natalius melanjutkan, kebijakan pelarangan atribut Natal ini juga dinilainya tak logis. Pasalnya, atribut seperti Santa Claus dan pohon Natal sama sekali tak ada hubungan dengan agama Kristen. “Kan ini hanya atribut saja. Seharusnya MUI tidak masuk terlalu dalam. Cukup soal ajaran agamanya masing-masing saja,” tuturnya. Ia sendiri berharap agar ke depannya MUI tak mengatur terlalu dalam soal individu masyarakat apalagi sampai masuk wilayah kebijakan perusahaan. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menge…

Gema 212 Gelar Aksi Solidaritas Aleppo di Depan Kedubes Rusia

Ratusan umat Islam dari berbagai organisasi masyarakat Islam, wanita dan pria, pada Senin (19/12) menggelar aksi solidaritas untuk Aleppo, Suriah, di depan Kedutaan Besar Rusia, Jakarta Selatan. Dalam orasinya, para orator menuntut pemerintah Rusia agar menghentikan dukungan militernya kepada Presiden Suriah Bashar Al-Assad, demikian Mi’raj Islamic News Agency (mirajnews.com) memberitakan. Berdasarkan data yang dirilis OCHA (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) yang merupakan salah satu badan koordinasi kemanusiaan yang berada di bawah naungan PBB, sebanyak 37.000 orang telah terekstradisi dari Aleppo Timur, 14.700 orang berlindung di shelter dan 19.000 pengungsi dari Aleppo Timur telah terdata di Aleppo Barat, sementara 3.420 orang belum diketahui nasibnya. “Pembantaian rakyat sipil yang dilakukan oleh pemerintah Suriah berikut sekutunya Rusia dan Iran harus dihentikan. Kita sebagai sesama saudara Muslim harus angkat bicara dan usir Dubes Rusia,” teriak Nurdin, koord…

Pentahbisan Gedung Gereja Imanuel Maluku Sekaligus Launching Website Jemaat

Berdasar laman sinodegpm.org, sembilan tahun dua bulan sembilan belas hari itulah panjang waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan gedung gereja yang representatif, Panitia Pembangunan Gedung Gereja, majelis jemaat, dan seluruh warga jemaat Imanuel OSM boleh berbangga hati karena kerjasama, kerja keras, serta kerja cerdasnya terbayarkan dengan letusan rasa suka cita dan ungkapan syukur. Pembangunan boleh selesai menghasilkan wujud gedung gereja yang representatif bisa digunakan untuk pembinaan spiritual serta edukasi berkelanjutan melalui pendidikan formal gereja. Jemaat Iamnuel OSM dahulunya menjadi jemaat kategorial karena berlokasi di wilayah asrama militer angkatan darat. Berjalannya waktu yang menempati wilayah tersebut tidak hanyak anggota TNI namun warga gereja non TNI. Maka status kategorial berubah menjadi Jemaat Imanuel OSM yang berada pada Wilayah Pelayanan Klasis Pulau Ambon yang diketuai oleh Pdt.R.Rikumahu,.S.Th saat ini. 04/12/16 Gedung Gereja Imanuel OSM di Thabiskan ol…

Umat Buddha Indonesia Bantu Korban Gempa Pidie Jaya, Aceh

Di bawah naungan sejumlah organisasi Buddhis seperti Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, umat Buddha Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban di Aceh dengan menyalurkan dana dan terjun langsung ke lokasi terdampak bencana, mewartakan laman bhagavant.com.  Relawan Tzu Chi di Lhokseumawe, Aceh, telah tiba di daerah terdampak bencana pada Rabu (7/12/2016) untuk melakukan survei kondisi bencana dan mengumpulkan data awal untuk penyaluran bantuan. Demikian seperti yang dirilis situs resmi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Kamis (8/12/2016). Sebanyak 36 orang relawan dan Tim Medis Tzu Chi cabang Medan pada Jumat (9/12/2016) tiba ke Aceh Bireun, Aceh pada jam 5 dinihari dengan membawa barang bantuan berupa beras (700 kg), mi instan (1.000 dus), air mineral (310 dus), selimut (5.000 buah), sarung (3.000 buah), biskuit (100 dus), dan susu. Selain itu juga ada bantuan berupa 10 kursi roda, 600 pak pembalut wanita, 120 pak diapers untuk m…

Universitas Katolik Sanata Dharma Tolak Copot Baliho dengan Model Mahasiswi Berhijab

Universitas Katolik Sanata Dharma Yogyakarta akan menolak menurunkan baliho yang didalamnya terdapat seorang mahasiswi mengenakan jilbab jika Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) memintanya. “Jika mereka (FUI) datang, kita tidak akan langsung menurunkan (baliho),” ujar Romo Gregorius Budi Subanar, Dosen Program Pascasarjana Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, seperti dilansir dari The Jakarta Post, mengutip laman bataktoday.com. Spekulasi pemaksaan penurunan baliho berkembang setelah FUI baru-baru ini memaksa pihak Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta untuk menurunkan baliho perguruan tinggi tersebut yang juga mengandung gambar seorang mahasiswi mengenakan hijab. “Pimpinan universitas mengatakan bahwa keberatan harus didasarkan pada peraturan yang ada dan disampaikan melalui saluran formal, melalui pemerintah daerah (Kabupaten Sleman) yang menerbitkan izin baliho. Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,” ucap Budi. Selain satu baliho di dalam lingku…

KWI dan PGI desak pemerintah moratorium hukuman mati

Dalam diskusi bertajuk 'Hak Hidup dan Hukuman Mati dalam Teologi Agama-Agama' di Jakarta, Selasa (6/12/2016), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mendesak pemerintah menerapkan moratorium terhadap kebijakan hukuman mati. Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian KWI Romo Paulus Christian Siswantoko mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan hukuman mati untuk melihat dampak dari eksekusi tersebut. Pemerintah juga harus memastikan apakah eksekusi mati berhasil menimbulkan efek jera dan menekan angka kriminalitas. “Gereja katolik berharap adanya moratorium hukuman mati. Pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan hukuman mati,” ujar Romo Paulus dalam diskusi bertajuk ‘Hak Hidup dan Hukuman Mati dalam Teologi Agama-Agama’ di Jakarta, Selasa (6/12/2016), seperti dilansir Kompas.com. Romo Paulus berpandangan, praktik hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 di mana hak hidup merupakan hak dasar manusia yang harus dilindungi. Di sisi lain, dia melihat hukuman …

Organisasi Muslim Tolak KKR Natal di Bandung

Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di Gedung Sabuga, Jl. Tamansari Kota Bandung, dengan menghadirkan Pendeta Stephen Tong, Selasa (6/12) dibubarkan secara paksa oleh massa, mewartakan laman pgi.or.id. Kelompok yang menamakan dirinya Pembela Ahlus Sunnah (PAS) itu memaksa panitia mengakhiri acara dengan alasan kegiatan kebaktian harus digelar di gereja, bukan gedung umum. Lewat akun Instagram, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mencoba menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi soal itu, dan menulis: “Kegiatan dilanjut saja. Hak beragama Anda dilindungi negara.” Namun kemudian, setelah acara KKR itu akhirnya dibubarkan sebelum waktunya, Ridwan meminta maaf. “Saya minta maaf, secara fisik saya tidak bisa di semua lokasi peristiwa.”  Berikut kronologi kejadian dari kepolisian yang diterima redaksi: Pukul 15.32 WIB Pdt. Dr. Stephen Tong berkoordinasi dengan pejabat Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bandung bernama Iwan dan petugas Polrestabes Bandung Ipda …

Santri Kiai As’ad Jalan Kaki Denpasar-Situbondo

Ekspresi syukur bisa ditunjukan dengan berbagai hal. Umumnya bagi kalangan Nahdliyin menggelar doa bersama dan diakhiri dengan makan bareng. Namun ada juga syukur dengan tindakan yang tak biasa, seperti yang dilakukan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo ini. Mengikut laman nu.or.id, mereka, sejak tanggal 6 Desember 2016, berjalan kaki dari Denpasar ke Situbondo sebagai ungkapan syukur atas anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada Almaghfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin. Mereka yang berjumlah 8 orang tersebut, pada Kamis (8/12) memasuki hari ketiga dan telah berada di wilayah kabupaten Jembrana. Sebelumnya mereka  melewati Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan. Target perjalanan hari ketiga ini memasuki wilayah pelabuhan Gilimanuk untuk selanjutnya menyeberang ke pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. Syamsudin Boy, inisiator sekaligus koordinator dalam aksi jalan kaki ini mengungkapkan, selama perjalanan tidak ada kendala yang berarti. Bah…

Ulang Tahun ke-50 Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua

Sekitar 60 ribu umat Kristen Baptis di Papua akan berkumpul pada 14 Desember mendatang di distrik (kecamatan) Makki, kabupaten Lanny Jaya, sebuah wilayah yang tergolong pedalaman Papua. Mereka akan merayakan Yubileum 50 tahun berdirinya Gereja Baptis Papua atau lebih dikenal sebagai Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP). "Ini kampung halaman saya. Saya lahir dan besar di kampung ini," kata Pendeta Socratez Yoman, Ketua Umum Badan Pelayan PGBP, kepada satuharapan.com, lewat pesan singkat dari Makki.
Catatan oleh Dr. Igor Popov: Baptis adalah salah satu aliran Protestan. PGBP didirikan pada 14 Desember 1966 di Yaneme Magi, didaftar pada 1976, tapi "The Australian Baptist Missionary Society" (sekarang menjadi Global Inter Action (GIA) mulai bekerja di Tiom sejak Th 1956. Sayangnya, saat ini di dalam PGBP tetap ada perpecahan dan dua kantor Sinode - di Itawakhu dan di Kotaraja (Papua Indonesia).

Bimas Katolik Kankemenag Sumba Timur Fasilitasi Aksi Panggilan

Bimas Katolik memfasilitasi pelaksanaan kegiatan aksi panggilan di sekolah-sekolah menengah atas (SMA/SMK) se-Kota Waingapu. Dengan berkoordinasi ke pihak sekolah yang ada, Bimas Katolik membuka peluang lebih besar untuk aksi panggilan yang dilakukan oleh para suster dan bruder. Seperti dilansir di laman kemenag.go.id, ada tiga Kongregasi yang melakukan aksi panggilan tersebut, yakni Kongregasi Hamba-Hamba Hati Kudus yang diwakili oleh Sr. Lima, ASCV asal Italia, Kongregasi Abdi Hati Kudus Yesus Berduka yang diwakili oleh Sr. Sonia Belleno asal Filipina, dan Kongregasi Misionaris Kaum Miskin yang diwakili oleh Br. Mark Cruza, MOP asal Filipina. Ketiga Kongregasi itu adalah Kongregasi Kepausan dan bertaraf internasional.  Adalah sebuah kenyataan bahwa "Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit" (Luk.10:2a). Gereja membutuhkan tenaga untuk karya penyelamatan dalam Gereja. Atas tuntutan ini, dengan penuh semangat, kegembiraan dan harapan, para suster dan bruder tanpa kenal l…

Diskriminasi agama pribumi di pulau Sumba

Gambar
Meski berstatus pribumi di tanah Sumba, penganut agama asli Marapu kerap kesulitan mengakses layanan publik berupa pendidikan dan pembuatan kartu tanda penduduk, kartu keluarga, akta lahir, serta akta nikah, seperti dilansir cnnindonesia.com. Semua kesulitan bermuara dari adat mereka dalam melakukan prosesi pernikahan. Kepala Suku Kampung Tarung, Lado Regi Tera, menceritakan penganut Marapu selama ini tak pernah menikah resmi sesusai aturan administrasi pemerintah. Pernikahan ala Marapu tak pernah melibatkan pencatatan administrasi oleh pemerintah. Catatan juga jarang dimiliki kedua mempelai yang menikah. Sebabnya, dalam adat marapu pernikahan telah selesai ketika keluarga pihak suami dan istri saling memberi belise, atau mahar. "Biasanya satu hari, kalau kawinnya besok maka sore ini keluarga pria sudah datang ke rumah perempuan membawa segala seserahan, mamule (perhiasan khas Sumba), babi," tutur Lado Regi. Tanpa adanya catatan administrasi pernikahan, maka surat nikah pun…

Persekutuan Antar Gereja-Gereja Kapuas Rayakan Natal di Gereja Bethany

Persekutuan Intern Antar Gereja-Gereja (PERIANG) Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah melaksanakan perayaan Hari Natal di Gereja Bethany Indonesia Jalan Pilau, Kuala Kapuas, Kamis (01/12), mewartakan kemenag.go.id. Ketua Periang, Pdt. Agustinus Tunda mengatakan pelaksanaan natal periang tahun ini berjalan dengan sederhana namun penuh makna dan mengedepankan kasih kebersamaan antar denominasi gereja se kabupaten kapuas. " Dengan dilaksanakannya natal periang ini semoga mempererat rasa kebersamaan dan menjadi berkah dalam pelayanan gereja kepada masyarakat kabupaten kapuas, " ucapnya. Bupati Kapuas Ben Brahim saat menghadiri acara itu mengatakan agenda Natal 1 Desember 2016 ini merupakan agenda rutin bagi Periang Kabupaten Kapuas yang diawali dari perayaan Natal di Gereja Bethany dan akan dilanjutkan ke Gereja-gereja berikutnya se-Kabupaten Kapuas.

Sertifikasi Halal Bukan Ancaman

Mengikut republika.co.id, Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) DKI Jakarta, Bimo Prasetio, menilai, sertifikasi halal jangan hanya dilihat sebagai tantangan atau ancaman atau buat pengusaha, tapi sebagai kesempatan atau peluang untuk bisa melebarkan bisnis mereka. Menurut dia, sertifikasi halal ini akan membuat pengusaha semakin mudah untuk melakukan ekspor produk mereka ke negara-negara lain, terutama yang memiliki perhatian terhadap produk-produk halal. "Selain itu, dapat memberikan kepastian kepada pengusaha untuk dapat berkompetisi menjual produknya. Karena saat ini, tingkat kesadaran masyarakat, khususnya konsumen Muslim itu, makin tinggi terhadap kehalalan suatu produk," ujar Bimo. Bila dilihat dari  perspektif pengusaha, Bimo menjelaskan, UU JPH ini memang terkesan memberatkan, terutama dengan keharusan mendapatkan sertifikasi halal. Namun, di sisi lain, UU ini sebenarnya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen Muslim. Jika berbicara konsumen, di…

Festival Hindu Kaharingan ke-8 Provinsi Kalimantan Tengah

Gambar
Kuala Kurun (Inmas) Sejak 25 November silam, Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas menjadi pusat pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) VIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang melibatkan umat Hindu Kaharingan itu telah berakhir pada 30 November (Hindu Kaharingan adalah aliran Hindu lokal orang Dayak di Kalimantan Tengah yang berbeda dengan Hindu Bali, - catatan oleh Dr. Igor Popov). Berdasar laman kemenag.go.id, FTIK diikuti 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, dibuka langsung oleh Gubernur H. Sugianto Sabran, Sabtu (26/11). Pembukaan kegiatan keagamaan dua tahunan tersebut dipusatkan di stadion mini Kuala Kurun. H. Sugianto Sabran meminta masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjaga dan meningkatkan kebersaman dan kerukunan umat beragama. FTIK harus bisa menjadi wahana untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bahwa kerukunan umat bergama merupakan sebuah hal yang harus dijaga. "Melalui Festival Tandak Intan Kaharingan ini, kita tingkatkan kebersamaan d…