Surat Ephorus HKBP: Penanaman pohon menyambut Natal 2015 dan Tahun Baru 2016


Ephorus HKBP (pimpinan gereja Huria Kristen Batak Protestan) Pdt. Willem TP Simarmata, MA pada 1 Nopember bertanda tangan suratnya tentang program "satu pohon satu jiwa". Menurut teks di situs gereja hkbp.or.id, pragram ini dimaksudkan untuk menanamkan jiwa pelestarian alam dan lingkungan hidup menjadi kebutuhan sehari-hari dan membudaya diseluruh masyarakat HKBP dengan aksi nyata penanaman minimal satu pohon untuk setiap satu anggota jemaat HKBP per tahun, dan juga penghijauan dan pelestarian lingkungan Tapanuli Raya (Tanah Batak) dan lingkungan Danau Toba.

Nahdlatul Ulama bahas sanksi kebiri untuk penjahat seksual terhadap anak

Jakarta - Menurut situs nu.or.id, Hari ini, Pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) dan PP Fatayat NU akan mengadakan kajian perihal sanksi kebiri untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak (paedofilia) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Mereka mengangkat wacana ini menyusul inisiatif pemerintah untuk mengeluarkan Perppu yang menerapkan sanksi kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. kekerasan seksual meningkat tajam sekurangnya lima tahun terakhir. KPAI merilis 562 kasus pada Th 2013, pada 2014, jumlah kasus itu melonjak menjadi 1296. Darurat ini yang mendorong pemerintah Jokowi dalam waktu dekat untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang menerapkan sanksi kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Wacana penerapan sanksi kebiri ini menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat.

Panitia Maha Sabha Ke-3 Hindu Waisnawa

BALI - Sedang bersidang Panitia Maha Sabha Ke-3 Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) di Bali dari 30 Oktober hingga 1 Nopember tahun ini (sumber Facebooknya). MWBW adalah organisasi Hindu beraliran Waisnawa yang minoritas di antara umat Hindu Bali (mayoritas yang Saiwa). Bahan temu terhadap acara persembahyangan mereka.
Persembahyangan bersama di Pura Luhur BW Batu Bolong Bali

Suku Kanekes (Baduy) ingin agama Sunda Wiwitan diakui

JAKARTA — Mengikut situs Solopos.com, beberapa wakil suku adat Kanekes atau Baduy lakukan untuk memenuhi undangan menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Indonesia. Kelompoknya yang terdiri dari tujuh orang telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. “Kami merasa hak-hak adat kami seperti identitas utama KTP, kami mohon agama kami Sunda Wiwitan dimasukan”, katanya seorang Kanekes. (Catatan Kami - Saat hari ini aliran yang disebut belum diakui secara resmi.)
Upacara Tahun Baru Sunda Wiwitan di Cigugur (www.foto.kompas.com)

Pemulihan kembali kelenteng tertua Kim Tek Ie

Sebagaimana diketahui, kelenteng aliran Buddha Tridharma, Kim Tek Ie (Dharma Bhakti) di Jakarta yang tertua di Indonesia (Th 1650, pemulihan pada Th 1755) telah terbakar pada tanggal 2 Maret 2015. Menurut situs Yayasan Wihara Dharma Bhakti jindeyuan.org, pada 18 September tahun ini telah dibentuk Panitia Pembangunan kelenteng dan masih berdana renovasinya oleh siapa saja.
Kelenteng Kim Tek Ie dulu (www.wikimedia.org)

Festival Dewi Durga

Sejak besok 13 Oktober bulan timbul dan hingga 22 Oktober, umat Hindu, pada khususnya suku India-Indonesia, merayakan festival tahunan Navratri (berarti Sembilan malam) yang didedikasikan untuk sembilan manifestasi Dewi Durga (Navdurga), y.i. Sailaputri, Brahmacarini, Candraghanta, Kusmanda, Skandamata, Kartyayani, Kalaratri, Mahagauri, Siddhidatri.
Arca Durga Kutri di Pura Bukit Darma, Bali

Kaul Kekal dua suster dari Indonesia

Menurut web-situs hidupkatolik.com, setelah setahun menjalani formasi di susteran Saumur, Prancis, Kongregasi Suster-suster St. Jeanne Delanoue, tujuh suster, termasuk dua berasal dari Keuskupan Agung Palembang, Indonesia, berikrar kaul kekal kebiaraan. Mereka akan pulang kembali untuk karya ke Indonesia.