Pengurus Besar (PB) Wanita Al Irsyad bekerjasama dengan MER-C mengadakan diskusi bertajuk Women and Children in Gaza Palestine, Rabu (20/7), di masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Jakarta Timur. Wakil Ketua Umum PB Wanita Al Irsyad, Mufidah Said Bawazir, mengatakan acara ini bertujuan memotivasi umat Islam Indonesia khususnya para Muslimah untuk berkontribusi membantu warga Palestina di Jalur Gaza. “Berjihad itu bisa dilakukan dengan berbagai cara baik jarak jauh maupun dengan do’a,” kata Mufidah kepada Republika.co.id, Rabu (20/7). Mufidah mengakui, selama ini PB Wanita Al Irsyad hanya fokus bergerak dibidang pendidikan dan sosial. Dengan acara ini diharapkan, Wanita Al Irsyad dapat memberikan kontribusi nyata bagi warga Palestina khususnya untuk mempertahankan keberadaan masjid Al Aqsa. Sebab, menurutnya, melindungi masjid Al Aqsa tidak hanya kewajiban bagi Muslim Palestina tetapi juga seluruh Muslim dunia. Untuk itu, menurut Mufidah menanamkan kesadaran akan kewajiban menjaga Al Aqsa bagi kaum Muslimin terutama anak muda sangatlah penting untuk dilakukan. Dengann mendatangkan langsung Widyan Sha’at, wanita asal Palestina untuk berbgai pengalaman, Mufidah berharap generasi muda mengetahui bagaimana cara berjuang mempertahankan agama baik dengan bantuan finansial, tenaga maupun pikiran. “Paling tidak kita bisa membantu kekuatan dari luar,” kata Mufidah. Sementara itu, Lully Larissa Agiel dari Divisi Penggalangan Dana MER-C, mengungapkan bahwa acara ini bertujuan memberikan informasi tentang kondisi Gaza terkini dari pandangan wanita. “Pemaparan kondisi gaza dari perspektif perempuan tentunya akan lebih menyentuh,” kata Lully. Lully berharap, sosok Widyan bisa menjadi sumber inspirasi bagi wanita-wanita Idonesia tentang mendidik anak dengan agama.
Situs rujukan beserta warta semua aliran dan organisasi agamawi di Indonesia / The Guide Website with News to All Religious Branches and Organisations in Indonesia
Mgr Pandoyoputro minta suster ALMA jadi ragi
Bersumberkan laman penakatolik.com, Setelah menjalani retret selama 50 hari, sebanyak 44 Suster Alma berkumpul di aula Susteran ALMA di Kawasan Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang untuk mengucapkan kaul kekal di hadapan Mgr Herman Joseph Pandoyoputro OCarm dan disaksikan oleh anak-anak cacat. Mantan Uskup Malang itu meminta para suster itu untuk menjalani kehidupan seturut statuta dan aturan yang terdapat dalam Institut Sekulir ALMA. “Kalian ini merupakan awam puteri yang berkaul kekal. Kalian awam yang diberikan kepercayaan secara khusus oleh pendiri kalian, Romo Paul Janssen CM, terlebih oleh Gereja. Gereja membutuhkan kalian,” kata Mgr Herman. Ditegaskan bahwa mereka dipanggil menjadi ragi. “Ragi yang harus bisa menghayati Injil, ragi yang harus bisa mewartakan kebaikan Yesus Kristus, dan ragi yang tidak mementingkan diri. Artinya Anda harus kuat dalam godaan dan tidak meninggalkan panggilan sebagai seorang ALMA puteri. Jika terjadi demikian, Mgr Pandoyoputro mengingatkan, “Anda telah menyakiti hati anak-anak cacat yang kalian rawat dan pelihara sebagai darah daging sendiri. Pimpinan kalian seorang ibu. Hargai ibu pimpinan kalian. Terlebih hargai penghayatan hidup berkaul kekal Anda.” Pastor Hendrik Paul Janssen CM, Pastor B Adi Saptowidodo CM, Pastor Yulianus Astanto Adie CM, dan Pastor Matheus Kamsiaji OCarm menjadi konselebran dalam Misa yang diawali dengan tarian Bajawa, Flores, NTT, dan disemarakkan dengan koor dari para Bruder ALMA dan Suster-Suster Novis ALMA. Anak-anak cacat yang dirawat di Panti Asuhan Bhakti Luhur pun hadir dalam Misa itu.
Umat Hindu Medan Protes Kuil Dijadikan Rumah Mewah
Ratusan warga umat Hindu di Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara, mengikut laman viva.co.id, memprotes aktivitas penggusuran rumah ibadah mereka, Kuil Jaya Singgamma. Penggusuran dilakukan oleh pengembang perumahan mewah di daerah tersebut pada 27 Juni 2016.
Menurut warga, kuil itu telah dibangun sejak tahun 1960 dan telah terdaftar di Kementerian Agama sejak 1984. Sebab itu, warga menolak keras kuil mereka dirobohkan. "Kuil ini sudah ada sejak 1960-an dan masih digunakan untuk beribadah. Kami menolak keras developer yang mau merobohkan bangunan ini," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Sumatera Utara Narawansi. Saat ini, kuil Jaya Singgama memang telah dipasangi plang oleh pihak pengembang. Beberapa pekerja juga sudah memasang tembok mengelilingi rumah ibadah tersebut. Umat Hindu setempat sudah melaporkan kasus itu ke Pengadilan Negeri Medan dan kepolisian setempat. Namun demikian, hingga kini kasus itu belum ditindaklanjuti dan menemukan titik terang. "Kami akan datangkan massa lebih banyak dan menghadang penggusuran ini kalau tetap dilanjutkan," kata Narawansi.
Workshop Pembinaan Umat Khonghucu di lingkungan DKI Jakarta
Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta bersama MATAKIN Provinsi DKI Jakarta menyelenggarahkan workshop "Pembinaan Umat Khonghucu di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta untuk mencapai Umat Khonghucu yang Junzi", memberitahu laman matakin.or.id. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 3-5 Juni 2016 di Hotel Bahtera Resort and Convesional, Cipayung – Bogor diikuti oeh sekitar 60 orang Umat Khonghucu dengan narasumber antara lain, Xs. Djaengrana Ongawijaya, Js. Liem Liliany Lontoh (Ketua MATAKIN Provinsi DKI Jakarta), Drs. Taufik (Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta dan Ferimeldi, Ph.D (Kepala Pusat Kementerian Agama RI).
Program Eco-Masjid Indonesia
Disokogurui oleh laman dmi.or.id, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi) meluncurkan Program Eco-Masjid, yakni gerakan nasional pemulian lingkungan hidup berbasis masjid.
Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama, menjadikan tema lingkungan sebagai salah satu isu yang harus disampaikan dalam kegiatan khutbah Jumat, kuliah tujuh menit (kultum), buletik dakwah, atau media lainnya. Kedua, mendesain masjid/ musholla yang memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang maksimal sehingga dapat mengurangi penggunaan lampu dan kipas angin. Ketiga, mengelola sampah dan pekarangan masjid yang ramah lingkungan. Keempat, memanfaatkan air bekas wudhu yang merupakan air muta’mal (suci tapi tidak mensucikan) untuk disalurkan ke peresapan atau kolam sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Kelima, menjaga kebersihan dan kesucian masjid sebagai tempat ibadah. Keenam, menyelenggarakan lomba, kampanye, atau lainnya terkait dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.
Segera didirikan akan menjadi Universitas Islam Internasional Indonesia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang segera didirikan akan menjadi pusat kajian khazanah ilmu pengetahuan Islam antarnegara. "Perpres sudah ada terkait UIII. Sudah waktunya umat Islam memiliki universitas internasional yang mengkaji dan mengembangkan Islamic studies," kata Lukman seusai menghadiri Halalbihalal Idul Fitri Kementerian Agama, di Jakarta pada 15 Juli, kabarnya laman antaranews.com. Bagaimanapun, kata dia, Islam di Indonesia berkembang dengan kekhasannya. Kekhasan Islam Indonesia di konteks global bisa memberi kontribusi positif menata peradaban dunia. Maka dari itu, kata dia, UIII diharapkan dapat menjadi sarana yang dapat menularkan kebaikan Islam khas Indonesia ke seantero dunia. Lewat UIII, kata Menag Lukman, sudah seharusnya kebaikan Islam khas Indonesia dijaga dan dilestarikan. Lukman mengatakan nantinya UIII akan menjaring mahasiswa luar negeri dengan porsi 75 persen. Mereka yang masuk tersebut akan mendapatkan beasiswa pendidikan. "Mereka mendapat beasiswa. Ini juga untuk mereka menjadi duta bangsanya untuk menjelaskan Islam. Kami sedang menyusun pengorganisasiannya, termasuk waktu dan lokasi jangan terlalu jauh dari Jakarta," paparnya. Secara umum, lanjut dia, UIII akan fokus mengembangkan kajian strata master (S-2) dan doktor (S-3). "Ini khusus post graduate S-2, S-3 sementara S-1 biar Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri seperti UIN, STAIN, biar mereka fokus ke S-1. Dan juga UIII ini fokus pada mahasiswa luar negeri," kata dia.
Menag sambut baik penyelengaraan Jambore Pasraman Hindu ke-4
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik rencana penyelenggaraan Jambore Pasraman Tingkat Nasional ke-IV yang akan diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 26 – 30 Juli 2016. “Saya menyambut baik, bersyukur dan senang atas diselenggarakannya kegiatan Jambore Pasraman ini. Jambore dua tahunan ini, sebuah kegiatan yang positif, mempersiapkan generasi muda kita untuk semakin menghayati agama dan untuk kemudian mampu merefleksikan dalam kehidupan keseharian,” kata Menag saat menerima Panitia Jambore Pasraman Tingkat Nasional ke-IV, yang dikutip dari laman Kemenag, memberitahui laman antaranews.com. “Kami, Kemenag berterima kasih atas terselenggaranya Jambore ini, karena langsung atau tidak, Jambore ini sangat membantu Kemenag dalam menanamkan nilai-nila agama ke para generasi muda. Saya sangat bersyukur dan terima kasih,” tambah Menag. Panitia menerangkan bahwa Jambore Pasraman kali ini akan diikuti 570 peserta dari 32 provinsi. Para peserta terbagi atas 3 kelompok, yakni tingka SD, tingkat SMP dan tingkat SMA/K. “Ada sembilan kegiatan yang dilombakan untuk anak-anak kita, dari dasar hingga menengah. Lomba-lomba tersebut antara lain; Lomba Mantra Tri Sandya, Lomba Kramaning Sembah, Lomba Yoga Asanas baik putera maupun puteri, Lomba Pelafalan Doa Sehari-hari, Lomba Puisi Keagamaan, Lomba Cipta Lagu Kreasi Keagamaan Hindu, Lomba Out Bond, Lomba Pantun Keagamaan Hindu, dan lain sebagainya,” lanjut Panitia. Ikut hadir dalam audiensi tersebut, Dirjen Bimas Hindu, I Ketut Widnya, Pgs Sesditjen Hindu I Made Sutresna, Dirdik Bimas Hindu IB Gd Subawa dan tim. Hadir pula Kapus KUB Feri Meldi.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Lebaran topat (foto: thelangkahtravel.com) Mengujungi Pura Lingsar akan memberikan pandangan baru pada Anda, tentang keharmonisan serta...
-
Kuala Kurun (Inmas) Sejak 25 November silam, Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas menjadi pusat pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan (...
-
Para pengurus Vihara Tri Ratna yang terletak di jalan Asahan No. 153, Tanjung Balai, Sumatera Utara yang terletak di daerah Pecinan ak...