Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, Mengikut pemberitaan dari laman "cnnindonesia.com", menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki opini intoleran dan radikal yang tinggi. "Guru di Indonesia dari TK/RA hingga SMA/MA memiliki opini intoleran dan opini radikal yang tinggi," kata Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta, Saiful Umam saat memaparkan hasil survei lembaganya di Jakarta.

200 Penyuluh Agama Buddha Ikut Temu Kreativitas Nasional di Jakarta

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Buddha Kementerian Agama RI mengadakan Temu Kreativitas Penyuluh Agama Buddha Tingkat Nasional di Hotel Putri Duyung Ancol, Jakarta.

Jokowi Segera Tunjuk Pengganti Din sebagai Utusan Agama

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bakal menunjuk pengganti Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antaragama dan Peradaban dalam waktu dekat.

Hindu, tapi Tak Terpengaruh Majapahit. Desa Songan

Warga Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli memiliki banyak keunikan. Salah satunya soal pemujaan warga setempat yang Bergama Hindu. Mereka tidak mengenal Dewata Nawasanga. Tapi mengenal kesembilan dewa tersebut dengan nama Padewasanga Tapakan.

Kemenag Keluarkan Surat Edaran soal Aturan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 tentang Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla.

In Memoriam Bratayana Ongkowijaya, SE,XDS, Wakil Ketua MATAKIN 2014-2018

Telah kembali ke Tian cendekiawan Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS (歐 陽 子 文 - Auw Jang Tjoe Boen) (11 Januari 1961 - 25 Agustus 2018). Mengikut pemberitaan dari laman "matakin.or.id", beliau lahir di Pekalongan - Jawa Tengah, adalah seorang aktifis Khonghucu, intelektual, sekaligus guru, dosen dan panutan kita semua. Beliau adalah seorang yang menganut Khonghucu sejak kecil karena memang kedua orang tuanya adalah tokoh Khonghucu. Ayah beliau pernah memimpin Tiong Hoa Hwe Kwan di Pekalongan sampai berakhirnya karena terjadi perubahan politik saat itu. Hobi Beliau sudah tidak terikat oleh sesuatu. Beliau memiliki prinsip, menjalani hidup di kehidupan yang lebih hidup . ”Hidup sepenuh hidup”.

Vihara Veluvanna Merupakan Salah Satu Vihara yang Masih Berdiri Pasca Gempa

Jumat (10/8), kami berkunjung sekaligus ikut menyalurkan bantuan logistik dari posko Karuna Mita Jaya (KMJ) kepada umat Buddha Vihara Veluvanna, Dusun Sempak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.