Balai Litbang Diklat akan Dirikan Pusat Manuskrip Nusantara

Balai Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta berencana merancang Pusat Manuskrip Nusantara. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak peninggalan naskah kuno dari ulama dan intelektual nusantara.

Menyelisik Uniknya Warisan Buddha di Lereng Bromo

Umat Buddha Tengger
Berbeda dengan penduduk di Jawa Timur kebanyakan, Suku Tengger memiliki kepercayaan, bahasa, serta kebudayaan yang cukup unik. Tradisi yang berkembang di kalangan Suku Tengger memang berkaitan erat dengan Gunung Bromo.

Para Uskup Indonesia saat berkumpul bersama Paus Fransiskus

Mengikut pemberitaan dari laman "mirifica.net", para Uskup Indonesia saat berkumpul bersama Sri Paus Fransiskus. Moment indah penuh persaudaraan. Kunjungan Ad Limina umumnya dilakukan setiap 5 tahun sekali. Namun Ad Limina kali ini diadakan 8 tahun setelah Ad Liminia Oktober 2011. Semua uskup dari 36 Keuskupan (minus Keuskupan Jayapura) berada di Vatikan tgl 8-16 Juni 2019.

Aceh Barat Siapkan Pengajian Jelang Shalat untuk ASN

Kantor Bupati Aceh Barat kini mulai menghidupkan suara pengajian setiap hari selama 20 menit sebelum tiba waktu shalat Zhuhur dan Ashar yang diputar menggunakan pengeras suara (TOA) di setiap sudut kantor pemerintahan setempat.

Mengenal Tradisi Lebaran Topat di Lombok

Perayaan hari raya Idul Fitri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), belum usai. Masyarakat Sasak di Pulau Seribu Masjid ini memiliki sebuah tradisi bernama "Lebaran topat" (ketupat).

Markus Solo SVD, pastor Indonesia pertama pimpin Misa bahasa Latin ‘live’ dari Radio Vatikan

Tepat pukul 12.30 WIB, atau 7.30 waktu Roma, terdengar bunyi lonceng berdentang dan pengumuman dalam berbagai bahasa bahwa Radio Vatikan akan menyiarkan Misa dalam bahasa Latin yang diikuti dengan lagu Salam Maria dalam bahasa Latin, karena Misa hari itu memperingati Pesta Santa Perawan Maria Bunda Gereja.

Mgr Leo Laba Ladjar OFM tahbiskan sembilan imam Gereja Misioner di tengah goyang adat

Prosesi meriah dengan goyang adat disertai suara khas warga Papua terlihat dari depan sebuah hotel menuju sebuah gereja. Warga berpakaian adat dari berbagai etnis (Tanimbar, Kei, Flores, Kupang, Toraja, Migani, Mee, Wamena) memenuhi jalan mengantar para diakon. Dalam perarakan itu, kelompok laki-laki suku Mee, Papua, menjunjung dua diakon asli Paniai dari suku Mee yakni Hubertus Magai Pr dan Benyamin Keiya Pr dalam sebuah yamewa (tandu dalam bahasa Mee).