Acara Yoga Massal di Candi Prambanan

Candi Prambanan di Jawa Tengah (Sumber foto: wikimedia.org)
Pada hari Minggu 5 Februari 2017, jam 06.00 pagi sampai selesai, akan ada acara massal Yoga di Kompleks Candi Hindu Prambanan (Jawa), secara gratis. Acara ini merupakan sebuah kerjasama antara PHDI Yogyakarta, Bimas Hindu DIY dan Panitia Nyepi.

300 Alumni Tiongkok Peringati 15 Tahun Organisasi Buddhis Mangala

Sabtu (14/1), Organisasi Buddhis Maṅgala (OBM) memperingati 15 tahun kiprahnya, mewartakan buddhazine.com. Perayaan digelar di Restoran Ekaria, Jakarta. Perayaan yang berbentuk reuni akbar ini dihadiri oleh Bhikkhu Dhammasubho, Bhikkhu Kamsai Sumano, Bhikkhu Saddhanyano, Bhiksu Bhadrapala, dan para anggota Sangha lainnya, serta lebih dari 300 alumni yang pernah menuntut ilmu di Tiongkok. Salah satu acara penting pada malam tersebut adalah live testimony, di mana para anggota Sangha diundang naik ke atas panggung untuk menceritakan pengalamannya bersama Organisasi Buddhis Maṅgala. Sebagian dari mereka yang merupakan alumni OBM menceritakan kisah mereka, dari pelajar awam yang merantau ke negeri orang, mengenal dan mempelajari Buddha Dhamma, hingga pada akhirnya meninggalkan keduniawian dan menjadi bhikkhu. Selain itu, anggota Sangha lainnya juga turut menceritakan pengalaman tak terlupakan sewaktu berkesempatan mengunjungi Tiongkok untuk bertemu dan memberikan wejangan Dhamma kepada para anggota OBM. Sesi live testimony tersebut diiringi dengan tawa canda para hadirin yang seolah hanyut dalam memori masa lalu nan indah dan tak terlupakan. Pada kesempatan tersebut, Bhiksu Bhadrapala yang merupakan pembina Organisasi Buddhis Maṅgala berharap para anggota OBM senantiasa hidup berbahagia, menemukan makna hidup yang sesungguhnya dalam Dhamma dan tetap terus mengembangkan Dhamma setelah kembali ke tanah air.
 Organisasi Buddhis Maṅgala (OBM) didirikan pada tahun 2001 oleh enam pelajar Buddhis yang tengah menimba ilmu di Beijing, Tiongkok (OBM adalah organisasi lintas aliran Buddha, - catatan oleh Dr. Igor Popov). Di tengah perantauan, semangat untuk tetap mendalami Buddha Dhamma yang mereka miliki terus berkobar dan mendapat dukungan dari orang-orang sekitar. Setelah 15 tahun berkarya, OBM saat ini telah berdiri di berbagai kota, yakni Beijing, Shanghai, Xiamen, Guangzhou, Nanjing, Ningbo, Chongqing, Suzhou, dan Jakarta. OBM sampai saat ini masih terus melebarkan sayapnya guna menyebarkan ajaran Dhamma di muka bumi.

Imlek di Bogor Dimeriahkan Parade Seni dan Budaya

Perayaan Imlek 2568 di Kota Bogor akan dimeriahkan dengan penyelenggaraan Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival berupa parade kesenian dan budaya pada Jumat dan Sabtu (10-11/2), mengikut netralitas.com. Festival budaya atau kerap juga disebut pesta rakyat Cap Go Meh kali ini akan didominasi seni dan budaya Jawa Barat. Walikota Bogor Bima Arya mengatakan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival bukan hanya sekadar ritual keagamaan. Pesta rakyat CGM merupakan simbol keberagaman dan pluralisme yang ada di Kota Bogor yang sudah mengakar dari masa ke masa, dari generasi ke generasi. "Yang membedakan acara ini adalah rangkaian acara yang menampilkan berbagai macam jenis kebudayaan dan juga ada harapan-harapan dari semua agama yang ada di sini. Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat tepat di saat bangsa tengah diuji persoalan keberagaman dan kemudian menjadi sensitif,’’ujar Bima Arya dalam temu media di Bogor, Rabu (25/1). Menurut Bima, dalam pesta rakyat inilah warga Bogor disatukan melalui penampilan berbagai kebudayaan yang sangat kuat tentang indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Keberagaman itu, lanjutnya, diturunkan dalam rangkaian kegiatan seperti atraksi hiburan dan kebudayaan. Bahkan ia berharap pada pesta rakyat kali ini ada penampilan kolaborasi antara marawis dengan paduan suara gereja. “Ini yang akan menjadikan acara ini berbeda dengan yang lain,”kata Walokota Bogor.
 Ketua Panitia Pesta Rakyat CGM Bogor Street Festival 2017, Arifin Himawan memperkirakan, perayaan Cap Go Meh akan menyedot perhatian sekitar 100.000 pengunjung, baik wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara. Para pengunjung nantinya akan disuguhi beragam atraksi beragam kebudayaan. Agar perayaan tahun ini berjalan tertib dan nyaman, panitia bersama Pemerintah Kota Bogor akan menyiapkan barikade sepanjang 250 meter. Barikade tersebut berbentuk pagar besi yang dimulai dari Lawang Suryakencana sampai Jalan Rangga Gading.

Siswa Sekolah Negeri Keluhkan Tidak Ada Guru Agama Kristen

Sejumlah siswa beragama Kristen SD Negeri 008 Paladangan Serangge Tiga, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mengeluh bahwa guru agama Kristen belum ada di sekolah mereka. Seperti dilansir di netralitas.com, siswa-siswa itu menceritakan, bahwa untuk mengisi nilai agama di rapor mereka harus meminta nilai dari pendeta dari gereja masing-masing. Jadi, tidak ada mata pelajaran formal agama Kristen di sekolahan, padahal menjadi salah satu yang menentukan nilai di rapor setiap siswa. Risky Fernando Sianipar kelas V salah satu siswa SD Negeri 008 Peladangan berharap pihak sekolah memfasilitasi tenaga pendidik guru agama Kristen. "Di sekolah kami tak ada guru agama Kristen, saya berharap supaya ada guru agama Kristen dan kami dapat belajar agama Kristen di sekolah," ujarnya Senin (23/1). Nehsya Panjaitan siswa kelas 2 SD Negeri 008 juga mengakui bahwa mereka tak punya guru agama Kristen. "Kami tak pernah belajar agama Kristen di sekolah. Padahal sekolah kami sekolah negeri," katanya.
 Ditemui di kantornya, Senin (23/1) Hasrianto, SPd Kepala Sekolah SD Negeri 008 menyatakan bahwa ia membenarkan guru agama Kristen belum ada hingga kini. "Saat ini guru agama Kristen tak ada. Saya rasa guru agama Kristen tak begitu penting, prioritas saya adalah mencari guru olahraga,”ujarnya. Ditambahkannya, jikalau dirinya mengutamakan guru agama Kristen sementara guru olahraga tak ada, maka dinas pendidikan bisa menertawai kepala sekolah. "Kalau saya mengutamakan guru agama Kristen daripada guru olahraga misalnya, dinas pendidikan nanti bisa menertawakan saya. Siswa beragama kristen tercatat 36 orang, 26 Protestan dan 10 Katolik," katanya.
 Sementara itu penjelasan dari Pdt. Lasria Panjaitan menyatakan bahwa siswa Kristen yang memperoleh nilai dari Gereja Bethel Indonesia sebanyak 20 orang. Sedangkan Ny.Pendeta Lamhot Manalu menjelaskan dari GPDI (Gereja Pentakosta Di Indonesia) siswa Kristen 7 orang dan dari HKBP berjumlah 24 orang.

Mayoritas Suku Dayak Beragama Islam

Salah satu pengurus Dewan Masjid Provinsi Kalimantan Barat, Haji Leno (64 tahun), mengakui, sebagian besar Suku Dayak di Kalimantan, baik di Indonesia maupun di Malaysia, beragama Islam, mewartakan netralitas.com (sejumlah suku-sukunya beragama Hindu, Kristen dan Buddha, - catatan oleh Dr. Igor Popov). “Kalau masih ada oknum menuding orang Dayak kafir, sama saja melecehkan dan mendiskreditkan Umat Islam itu sendiri,” kata Leno di Pontianak, Senin (23/1).
 Hal itu dikemukakan Leno menanggapi cemarah Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (DPP MUI), Tengku Zulkarnain yang sudah tersebar di youtube, dengan mengatakan Suku Dayak tidak layak masuk surga, karena selalu kompok kafir derajatnya lebih rendah dari binatang. Menurut Leno, apapun yang diucapkan Tengku Zulkanain sama sekali tidak bisa dibenarkan, karena terbukti telah menebar sikap kebencian, permusuhan dan fitnah terhadap pihak yang di luar Agama Islam. Tim Advokasi dan Konsultasi Hukum Majelis Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Yohanes Nenes, mengatakan, tetap menuntut polisi melakukan pemeriksaan terhadap Tengku Zulkarnain, karena selaku tokoh agama tidak bisa menunjukkan diri sebagai figur pengayom antar kelompok masyarakat. Dikatakan Yohanes Nenes, saat ini terus dilakukan upaya melengkapi berkas atas tudingan penistaan, setelah Tengku Zulkanain resmi dilaporkan ke penyidik Polisi Daerah Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa, 17 Januari 2017.

Sensasi Maulid Khas Aceh di Kuala Lumpur

Tanggal 15 Januari, sudah masuk pertengahan bulan Rabiulakhir. Perayaan Maulidur Rasul masih banyak diadakan di berbagai wilayah di Aceh. Karena memang kebiasaannya Kenduri Maulid akan berlangsung sampai sebulan setelah Rabiulawal berakhir. Kondisi ini ternyata juga diteruskan oleh masyarakat Aceh yang menetap di Kuala Lumpur. Siang tadi, saya berkesempatan ikut merasakan kemeriahan perayaan tersebut.
 Berdasarkan netralitas.com, Maulidur Rasul Akbar diadakan setiap tahun oleh Komunitas Masyarakat Aceh Malaysia. Seluruh masyarakat Aceh yang ada di sekitar Kuala Lumpur, umumnya, tidak melepaskan peluang hadir memeriahkannya. Tidak terkecuali kami sekeluarga. Sedikit berjalan kaki menuju deretan kemah yang lumayan panjang. Hampir seluruh Lorong Raja Bot tersebut dipenuhi meja-meja dengan kursi yang ditata dan disusun seperti layaknya kenduri di kampung nenek saya di Pidie. Deretan botol air mineral dan tisu disusun rapi di setiap meja. Pemandangan lain yang mengagumkan adalah antrian panjang di semua meja hidangan bagian lelaki. Bahasa Aceh mulai berseliweran di telinga. Seperti pulang kampung jadinya. Hahahha. Kami terus berjalan menuju panggung utama. Bukan untuk duduk di kursi VIP lho...hahhaha. Tapi, meja hidangan untuk perempuan adanya di samping panggung utama. Hahhah. Antrian di bagian perempuan tidak sepanjang di bagian lelaki. Hanya dalam masa beberapa menit saya dan Azizah sudah mendapatkan hidangan mantap khas Kenduri Maulid di Aceh. Gule Boh Panah atau Gulai Nangka. Walaupun isinya bukan nangka...hahhah, tapi namanya tetap lebih mantap kalau disebut Gulai Nangka. Nangkanya diganti kentang. Bahan utama lain adalah daging lembu. Bau harumnya sudah menggoda selera, menggugat iman, melupakan niat untuk kurus sejenak. Hahhaha. Menurut info yang diberikan panitia, chefnya didatangkan khusus dari Padang Tiji, Pidie, Aceh. Patutlah rasanya memang sebijik macam kat Aceh...gitulah kalau Upin Ipin bilang. Menunya sederhana, tapi luar biasa rasanya. Apalagi feel rindu kampung dan sudah lama sekali tidak merasakan mood maulid di kampung, jadinya semua rasa, sedaaap di mulut. Walaupun cuma nasi putih dan kuah boh panah. Ditambah dua potong semangka. Nikmatnya luar biasa. Dari cerita beberapa orang yang duduk semeja, mereka bilang, menu kali ini sedikit, biasanya macam-macam ada. No problemlah menunya sedikit, bagi saya ini sudah nikmat yang luar biasa. Terima kasih Tuhan, untuk kesempatan ini. Sambil menghabiskan hidangan, di pentas utama telah berlangsung pembukaan program. Diawali bacaan doa, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an. Sepatah dua kata dari Ketua Komunitas Masyarakat Aceh Malaysia, Tuan Haji Mansur Usman, juga dari Dubes KBRI-KL, Herman Prayitno, dan diakhiri ucapan peresmian oleh Datuk Johari Abd Gani, Ahli Parlimen Titiwangsa, sekaligus Menteri Keuangan Kedua Malaysia. Kami mengikuti program sampai peresmian saja, karena harus segera pulang.

Masjid Terkena Dampak Tol Soroja, Mulai Dibangun

Bupati Bandung Dadang M Naser beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa meletakkan batu pertama pembangunan mesjid Nurul Falah dan Al Amanah di Kampung Pasirmalang Desa/Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa (24/1), mewartakan republika.co.id. Kedua masjid tersebut direlokasi karena terkena dampak pembangunan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). 
 Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengaku, dengan pembangunan tol, maka perekonomian masyarakat di Bandung selatan akan meningkat ribuan kali.  "Kami berterima kasih kepada warga Margaasih, jamaah Nurul Falah dan Al Amanah yang mendukung pembangunan Tol Soroja dan mau bersabar sampai proses pembangunan masjid barunya," ujarnya. Menurutnya, pembangunan dua mesjid tersebut diharapkan membuat dakwah berjalan lebih baik serta meningkatkan aktivitas dakwah dan keagamaan di Margaasih. Selain itu, jarak tempuh Soreang-Bandung lebih cepat hanya 10 menit. Direncanakan, kata Iwa, pada April mendatang, Tol Soroja dengan panjang 10,57 Km penghubung Soreang-Bandung sudah bisa diujicoba. Selain itu, ke depan diharapkan akan mendorong pembangunan jalur Ciwidey-Cianjur Selatan. Dirinya pun mengingatkan agar jalan Tol Soroja tidak menimbulkan bottle neck karena jalan lain tidak dibangun. Oleh karena itu, pihaknya akan melebarkan jalur Ciwidey ke Cianjur Selatan.