Islam

PANDUAN ALIRAN DAN ORGANISASI ISLAM DI INDONESIA

Pengasas agama Islam, Nabi Muhammad atau Muhammad bin Abdullah (571-632 M) yang asal Arabia, diberitakan keyakinan tauhidiah pada Allah yang Esa saja, monoteisme yang kuat. Beliau melanjutkan tradisi "Ahli Kitab" (umat Yahudi dan Kristen) serta orang-orang Arab Hanif yang mentauhidkan Allah dan tidak memiliki agama apapun). Nabi Muhammad dalam usia ke-40 diterima firman pertama melalui Malaikat Jibril. Menemukan tidak ada dukungan di kota kelahirannya Mekkah, Beliau sama pengikutnya pindah ke Madinah dan telah diselesaikan Kitab Suci ummah Islam Al Quran dan mendirikan Khilafah Islam.
 Sebuah pernyataan singkat dari iman Islami, Kalimah Syahadat menyatakan: "tiada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah". Purna Shahadat mencacupi 6 rukun: 1) Tauhid; 2) Al Quran; 3) Malaikat; 4) Anbia dan Rasul; 5) Kiamat; 6) Qada dan Qadar.
 Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui pedagang dari India. Pertama kali hanya beberapa orang saja yang menjadi pemeluk agama ini, kemudian dinyatakan sebagai kesultanan-kesultanan Islami, antara lain: Samudera Pasai di Sumatera Utara (1267-1521) oleh Sultan Malik as-Saleh; Demak di Jawa Tengah (1475-1548) oleh Raden Patah (Al Fatah); Ternate di Maluku (sebelum disebut Kerajaan Gapi, 1257-1950) oleh Zainal Abidin (sejak th 1486); Makassar di Sulawesi (seblum Kerajaan Gowa, 1300-1946) oleh Alauddin (sejak th 1593); Wajo juga di Sulawesi (1399-1957) oleh Abdurahman (sejak th 1607); dan Banjar di Kalimantan (1520-1860) oleh Suriansyah (sejak th 1526). Sekarang umat Muslim Indonesia yang sebagian besar keagamaan di negeri (85% lebih) dan terbesar di dunia, wilayah paling timur di mana umat Muslim merupakan kebanyakan adalah Seram Timur dan kab. Fakfak di Papua Barat. (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Pengajian Al Quran (www.jawapos.com)
Masjid Raya Baiturrahman (1881), Aceh (www.wikimedia.org)

Masjid Tua Wapauwe (1414), Ambon  (www.wikimedia.org)

Masjid Agung Demak (1479), Jawa Tengah (www.wikimedia.org)

Masjid Menara Kudus (1549) Kauman, Kudus Jawa Tengah (www.dmi.or.id)

Masjid Sultan Ternate (1606), Maluku Utara (www.wikimedia.org)

Mesjid Raya Medan (1909) (www.medan.m-heritage.org)

Masjid Nasional Al-Akbar (2000), Surabaya (www.segalainfo.com)

Masjid Cheng Ho (2001), Surabaya (www.wikimedia.org)

Masjid Istiqlal Jakarta (www.antaranews.com)

Peta persebaran umat Islam di Indonesia (www.wikimedia.org)

Sunni: Merupakan aliran utama Islami. Nama diri "ahlul Sunnah" berarti bahwa mereka dipandu dalam kehidupan Sunnah, kata-kata dan perbuatan nabi Muhammad yang tercatat dalam hadits, misalnya dalam koleksi "Sahih al-Bukhari". Dalam doktrin khilafah percaya bahwa khalifah bisa menjadi Muslimin yang layak, dari suku Arab Quraisy, dari mana Nabi. Saat ini dibagi menjadi 4 mazhab, y.i. sekolah teologi dan hukum fakihi dengan aturan dan ritual sedikit berbeda (Hanafi, Syafi'i, Maliki dan Hanbali), tapi yang mengenali satu sama lain. Ada juga Muslimin non-denominasial. Pendiri mazhab Syafi'i yang mufti besar Imam Syafi'i (767-820 M). Lahir di jenis Quraisy dan sering dipuja sebagai orang pembaru Islam (mujaddid) abad ke-2 AH. Beliau melanjutkan, tetapi juga mengkritik mazhab Hanafi dan Maliki, seumpama, Beliau ditolak sebagai dasar hukum "penilaian independen" (ar-ray), "solusi disukai" (istihsan) dan kebiasaan ahlul Madinah. Dalam bukunya "Kitab al-Umm" di 7 jilid Beliau mengembangkan fiqhnya yang baru, membuat kontribusi besar untuk teori qiyas, y.i. penalaran dengan analogi. Dasar-dasar Syafi'i: 1) Al Quran; 2) Sunnah; 3) Ijma (kesepatakan para Sahabat Nabi) dan 4) Qiyas (ijtihad). Saat ini, sekolah Syafi'i terbesar kedua di dunia. Mazhab Syafi'i mayoritas di Yaman, Sudan, Eritrea, Somalia, Malaysia, Brunei dan Indonesia (ada sedikit mazhab-mazhab lain). Ada juga Muslimin non-denominasial yang disebutkan Wahabi atau Salafi: gerakan pemurnian Islam di kalangan ummah Muslim Sunni, mendukung kajian ulang syariah empat mazhab dalam mendukung praktik Islam awal (kembali kepada Al Quran dan Sunnah, dizaman nenek moyang (Salafiyah)), sebagian besar berdasarkan pada ketentuan mazhab Hanbali, membantah sinkretisme Sufi termasuk pemujaan makam para nabi dan orang kudus, dan seruan kepada mereka; muncul pada abad ke-18 di Semenanjung Arab, pemimpinnya adalah Muhammad Ibnu Abdul Wahhab al-Tamimi (1703-1792) dalam persatuan dengan gerakan kemerdekaan dari Kekaisaran Ottoman, selanjutnya mereka menjadi aliran resmi di Arab Saudi dan Qatar; di Indonesia ajaran Wahabi masuk dengan para Haji dan mempengaruhi terhadap perjuangan anti-penjajahan, khususnya di Sumatera (suku Minangkabau). (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)
► Majelis Ulama Indonesia (MUI) (mui.or.id) adalah persekutuan musyawarah para ulama, zu'ama dan cendekiawan muslimin Sunni semua mazhab sebagai pemberi nasihat dan fatwa (mufti), sertifikat kehalalan produk-produk, dll, didirikan pada 1975 di Jakarta;
Dewan Masjid Indonesia (DMI) (dmi.or.id) adalah organisasi kerjasama tempat-tempat ibadah, didirikan pada 1972, pusat di Jakarta, anggota Dewan Masjid se-Dunia di Mekkah (al-Majlis al-A'la al-Alami lil masjid);
► Jamiat Kheir (jamiatkheir.wordpress.com) adalah organisasi Muslim tertua, didirikan oleh keturunan Arab (Muhammad bin Abdullah Syahab, Habib Abubakar bin Ali bin Abubakar bin Shahabuddin, dll) di Batavia (Jakarta) pada 1903 dan didaftarkan pada 1905 dengan tujuan memberikan bantuan sosial pendidikan bagi orang-orang Arab (tak lama kemudian bagi semua umat), mendirikan madrasah modern di Batavia, Banten, Banyuwangi dan Teluk Betung, sejak 1919 menjadi sebagai Yayasan Pendidikan Jamiat Kheir; telah membantu bukan hanya dalam negeri, juga di Timur Tengah;
► Persatuan Umat Islam (PUI) (pui.or.id puipusat.org) adalah ormas keagamaan umumnya di bidang Pendidikan dan Sosial yang cenderung ke Islam toleran antara tradisional dan modernis; didirikan pada 1952 di Bogor sebagai hasil penyatuan dua organisasi Muslim tua, y.i. Perikatan Ummat Islam (PUI) yang dibentuk oleh pahlawan nasional dan ketua PUI pertama KH Abdul Halim pada 1911 di Majalengka sebagai lembaga perguruan Majlisul Ilmi dan sejak 1912 sebagai badan Hayatul Qulub, dengan Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII) yang dibentuk pada 1926 bernama Jumiyyat al-Hasanat (kelak Al-Ittihadiyatul Islamiyah) dipimpin oleh pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi; berpusat di Jakarta, dipimpin oleh Majlis Syura dan Dewan Pengurus Pusat, punya 4 perguruan tinggi dan cabang di Malaysia, Brunei, Hongkong, dll;
► Muhammadiyah (muhammadiyah.or.id) adalah ormas keagamaan terbesar kedua; didirikan pada 1912 di Yogyakarta oleh Said K.H. Ahmad Dahlan, Pahlawan Nasional dengan orientasi ke Islam modernis dinamis dengan unsur gerakan Salafi/Wahabi; strukturnya termasuk banyak sekali cabang di kecamatan serta desa dan organisasi otonom, antarnya rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah, 155 perguruan tinggi dan 'Aisyiyah (Wanita Muhammadiyah); pusat-pusatnya di Yogyakarta dan Jakarta, punya cabang besar di Malaysia;
► Al-Irsyad (Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah) (alirsyad.net al-irsyad.or.id), semula bernama Jam’iyat al-Islah wal-Irsyad al-Arabiyah, didirikan bersamaan dengan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Batavia (Jakarta) pada 1914 oleh Syaikh Ahmad Surkati yang berasal dari Sudan, didaftar resmi pada 1915; ormas ini memproklamasikan persamaan derajat dalam umat, promosi budaya Arab dan Islam murni seperti gerakan Salafi/Wahabi; berdiri banyak sekali badan sekolah, panti asuhan, dsb;
► Persatuan Islam (Persis) (persatuanislam.or.id) adalah organisasi pendidikan, didirikan pada 1923 di Bandung (pusatnya) oleh sekelompok dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus dengan orientasi Islam murni Salafi/Wahabi secara utuh tanpa dicampuri khurafat, syirik dan bidah dalam Islam lokal, memiliki 230 pesantren;
► Nahdlatul 'Ulama (NU) (nu.or.id) adalah ormas keagamaan terbesar, namanya berarti Kebangkitan Ulama; didirikan pada 1926 dengan orientasi ke Islam konservatif dan Sufi, menentang gagasan modernis Wahabi, pemimpin pertama K.H. Hasyim Asy'ari (saat ini dikepalai oleh Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar NU ke-10); di masa lalu berpartisipasi dalam politik (telah mendominasi di dalam Partai Masyumi) dan menganjurkan pembentukan negara Islam, kini ditinggalkan politik dan bergerak di bidang pendidikan dan amal; salah satu organisasinya otonom ialah Muslimat Nahdlatul Ulama; pusat di Jakarta, punya cabang di Australia, dll;
► Rabithah Alawiyah (rabithah-alawiyah.org/id/) adalah organisasi kemasyarakatan terdiri dari keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan Nabi Muhammad, didirikan pada 1928 di Jakarta oleh Said Ahmad bin Abdullah Assegaf, dll;
► Al Jam'iyatul Washliyah (Al Washliyah) (kabarwashliyah.com), didirikan pada 1930 di Medan oleh H. Ismail Banda, Syekh H. Hasan Maksum, dll, dengan tujuan semula mempersatukan ummah semua mazhab (namanya berarti perkumpulan yang menghubungkan), berlaku dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial, memiliki Universitas Al Washliyah (dibuka pada 1958), susunan termasuk Dewan Fatwa;
► Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (piti.or.id), dahulu bernama Pembina Iman Tauhid Islam, adalah organisasi buat dakwah Islam khususnya kepada masyarakat Tionghoa, didirikan pada 1961, pusat di Jakarta;
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) (ldii.or.id) adalah ormas keagamaan, yang cenderung ajaran Salafi/Wahabi, terpimpin oleh para imam/amir yang cuma berhak bersabda terhadap Al Quran dan hadits; didirikan pada 1972 tapi tumbuh dari gerakan Islam Jamaah oleh Imam H. Nur Hasan al-Ubaidah Lubis (1915-1982, nama asli Muhammad Madigol) yang didirikan pada 1951 di Kediri (Jawa Tengah), sana didaftarkan Yayasan Pondok Al-Jamaah pada 1967 dan beberapa lembaga di tempat lain, toh pada 1971 telah dibubarkan oleh Jaksa Agung, sebab itu pada 1972 di Surabaya oleh Nur Hasyim, dll, bernama Yayasan Lembaga Karyawan Islam (YAKARI) yang kemudian diubah menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) dan sejak 1990 bernama LDII, berpusat di Jakarta; memiliki sejumlah pondok pesantren, mengusahakan pengajian Al Quran dan hadits 2-3 kali seminggu menurut prinsip manqul, maknanya belajaran hanya melalui lisan/badan guru, sekaligus secara intoleran mengharamkan mengaji kecuali kepada imam mereka;
► Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) (icmi.or.id) adalah organisasi para ahli masing-masing yang mengemukakan saran dominasi umat Muslim di dalam pengololaan negeri, didirikan pada 1990 di Malang dengan persetujuan Presiden Soeharto dan terpimpin oleh Menristek, Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, sebagai oposisi ke pergerakan Islam tradisional;
► Rahmania Foundation (rahmaniafoundation.org) ialah yayasan dana yang didirikan pada 1996, dermawaan untuk membantu dengan mengirimkan zakat serta sedekah, memberikan dukungan bagi anak-anak dan pendidikan termasuk dalam bahasa Inggris, melakukan itu di Jakarta dan Aceh;
 Front Pembela Islam (FPI) (fpi.or.id) adalah ormas Islamis baru yang cenderung ke Islam mazhab Syafi'i bergaris keras dan tak mengakui Pancasila plural; didirikan pada 1998 di Tangerang oleh Dr. Habib Rizieq, dll; berpusat di Jakarta, dipimpin oleh Imam Besar serta Dewan Pimpinan Pusat, memiliki kelompok paramiliter Laskar Pembela Islam terhadap kemaksiatan dan amoral;
Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) (parmusi.org) adalah ormas agamawi yang tak resmi mengikuti gagasan oleh Ikhwanul Muslimin (gerakan modernis dari Mesir) yang dahulu mempengaruhi pada Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Partai Masyumi, 1943-1960), kemudian pada Partai Muslimin Indonesia (PARMUSI), setelah merger empat partai Islam dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1973), warga PARMUSI selain PPP bernaung dalam ormas Muslimin Indonesia (MI), alhasil beberapa fungsionaris MI pada 1999 melalui muktamar sekaligus musyawarah nasional di Yogyakarta mendirikan Parmusi baru bertujuan sosial serta menyiapkan kader berkualitas, pusat di Jakarta;
Jama’ah An Nadzir adalah sebutan mazhab baru dalam Islam Sunni dan sebuah yayasan di Indonesia (namanya berarti Peringatan); walhal kaum relawan dengan kelompok ini memanggil diri pula sebagai pengikut Ahlul Bait, y.i. keluarga Nabi Muhammad, toh itu bukan sama dengan gerakan Syiah tetapi hanya pelaksanaan seluruh sunnah Nabi mencakupi sosoknya (berambut pirang, berjenggot panjang dan berjubah sama berserban hitam), salat yang hanya tiga waktu, haj yang tak perlu ke Mekkah,dll; pemrakarsanya, Kyai H. Syamsuri Abdul Madjid (1923-2006) digelar Syeikh Muhammad al-Mahdi Abdullah, pendakwah dari Malaysia, itu pun berasal dari Dumai, Kepulauan Riau, di mana sih pada 1998 mendirikan Pondok Pesantren Rabiatul Al-Adawiyah, kelak di Sulawesi Selatan mendirikan Majelis Jundullah, namanya diubah dan menjadi Yayasan Jama'ah An Nadzir yang didaftarkan di Jakarta pada 2003 dan terpimpin oleh Amir; pusatnya di desa Mawang (kec. Somba Opu, kab. Gowa, Sulawesi Selatan), jamaah berada di kota Makassar, Palopo, Medan, Jakarta dan telah di luar negeri;
► Universitas Islam Indonesia (UII) (uii.ac.id) di Yogyakarta, perguruan tinggi Islami tertua, semula bernama Sekolah Tinggi Islam (STI), usulan untuk pembentukannya dibuat pada Sidang umum Partai Masyumi dan didirikan pada 1945;
► Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) (umj.ac.id), dimiliki oleh Muhammadiyah, salah satu perguruan tinggi Islam tertua, didirikan pada 1955 (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Salat berjamaah Sunni (www.isikulkas.com)

Logo MUI

Logo Nahdlatul Ulama (NU)

Logo Muhammadiyah

Logo PUI

Jamaah An Nadzir (www.lppimakassar.com)

Syiah (mazhab Imamiyah): Merupakan aliran terbesar kedua setelah Sunni. Mereka percaya bahwa hak Khalifah (Imam) memiliki satu-satunya "orang rumah" (Ahlul Bait) keturunan putri bernama Fatimah Nabi Muhammad dan suaminya dan sepupu dan anak menantu Nabi, Ali bin Abi Thalib. Setelah para Imam dari mereka dibersihkan berdosa Allah (ismat), yakni luput dari kesalahan (ma'syum) dan menjadi repositori dari "Nur Ilahi". Shahada Syiah mencacupi lima rukun: 1) Tauhid; 2) Al-‘Adl (Mahaadil); 3) An-Nubuwwah (Anbia); 4) Al-Imamah (para Imam) dan 5) Al-Ma'ad (Hari Kebangkitan). Mereka membenarkan dengan koleksi hadits mereka sendiri. Aliran Syiah dan Sunni telah pisah setelah Pertempuran Kerbala Th 680, ketika dimatikan banyak orang rumah Nabi (peringatan itu pada hari raya Asyura). Dibagi menjadi sejumlah sekte, ekstrem yang mengidolakan Ali (seumpama Alawi dan Druze). Syiah merupakan mayoritas di Iran, Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Mazhab Shyiah Imamiyah (Itsna Asyariyyah) adalah sayap moderat Syiah yang percaya bahwa di Bumi telah hidup 12 Imam kebenaran keturunan Nabi. Pendiri mazhab hukum fakihi mereka adalah Imam ke-6 Ja'far ash-Shadiq (702-765), penulis Tafsir Al Quran, dll, guru bagi bukan hanya kaum Syiah, tapi para mufti besar Sunni pertama pula. Dasar-dasar mazhab Ja'fari: 1) Al Quran; 2) Sunnah; 3) Ijma (kesepatakan para mufti) dan 4) Akal. Di Indonesia penyebar Sufi dan Syiah Syeikh Siti Jenar (Said Abdul Jalil) (1404-1517) asal Persia berkonflik dengan Walisongo dan dihukum penggal di Demak; salah satu Sultan Demak Hadiwijaya berasal dari daerah Pengging, pusat penyebaran Syiah, memindah ibu kota ke Pajang yang menjadi pula pusat pengikut Syeikh Siti Jenar. Indonesia yang rumah untuk sekitar dua juta Imamiyah di Sumatera (orang Arab Hadrami dan orang India Sipahi di Kowal, Pariaman, Bengkulu dan Sigli), Jawa (Jakarta, Bandung, Tegal dan Semarang), Madura dan Sulawesi (Makassar). (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)
► Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) (ijabi.or.id majulah-ijabi.org) adalah ormas Syiah utama, didirikan pada 2000 di Bandung, pimpinan Dewan Syura;
► Ahlulbait Indonesia (ABI) (ahlulbaitindonesia.or.id) adalah ormas Syiah, didirikan pada 2011 di Jakarta;
► Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad (aljawad.tripod.com) di Bandung, organisasi untuk pembangunan masjid, pendirian sekolah, lembaga ekonomi Muslim Syiah, dll;
► Yayasan Fatimah (fatimah.org) di Jakarta, didirikan pada 1997, membantu kepada sekolah-sekolah, penerbitan buku, koperasi Muslim Shiah, dll;
► Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi (STAIMI) (madinatulilmi.wordpress.com) di Depok, didirikan pada 1997 di bawah Yayasan Madinatul Ilmi;
► The Islamic College Jakarta (IC) (icas.ac.id), cabang dari The Islamic College London (IC) (nama dulu Islamic College for Advantage Studies (ICAS), didirikan di Jakarta pada 2003;
► Universitas Syiah Kuala (Unsyian) (unsyiah.ac.id) di Banda Aceh, perguruan tinggi negeri, didirikan pada 1961, tetapi belum termasuk program keagamaan (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Skema Imam-Imam Syiah  (www.syiahnews.files.wordpress.com)

Masjid Syiah Al-Mahdy, Pondok Gede Bekasi (www.almahdymosque.blogspot.co.id)

Sufisme (Tasawuf): Ini cabang mistik dan agak monastik Islami, terutama melalui Sunni. Mereka memiliki teologis mereka sendiri (sering paham panteistik) pembangunan spiritual, di mana Syariah adalah hanya tingkatan pertama. Menonjol pemikir-pemikir Sufi sarjana al-Ghazali ("Kebangkitan Ilmu-Ilmu Agama") dan penyair al-Farid ("Kasidah Besar"). Sebuah peran khusus dimainkan di tasawuf kontinuitas antara Guru (Syeikh) dan murid (darwis). Biara Sufi bernama Khanqah atau Rubath.Dibentuk 12 tarekat (jalan) sufi utama, sekolah tasawuf dengan silsilah gurunya keturunan Nabi dan peziarahan sendiri (makam syeikh, dll). Di Indonesia guru-guru Sufi yang pertama adalah Walisongo (Sunan Gresik dll) serta Syeikh Siti Jenar yang mengajarkan kesatuan antara manusia dengan Allah dan berkonflik dengan mereka di Jawa pada abad ke-15-16-an dan Hamzah Fansuri serta muridnya Syamsuddin Sumatrani di Aceh pada abad ke-16-17-an (tarekat Qodiriyah). Di samping Qodiriyah di Indonesia dimasuk tarekat-tarekat Naqsyabandiyah, Syadziliyah (Samaniyah), Syattariyah (Bistamiyah), dll. (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)
► Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal (naqsyabandiyah-gersempal.org naqsabandi-gersempal.blogspot.co.id) adalah persaudaraan Sufi Naqsyabandiyah Ahmadiyah-Idrisiyah; tarekat Naqsyabandiyah ialah terbesar, pendirinya ialah Baha-ud-Din Naqshband Bukhari (1318-1389), Beliau menolak kaidah Sufi yang dzikir lantang, musik dan tari dan menjurus pada dzikir sepi dengan teknik pernapasan; syaikh Ahmad Ibn Idris al-Fasi (1760-1837) dari Maroko mendirikan cabangnya Ahmadiyah-Idrisiyah dengan fokus pada lantas aliran ijtihad dicenderung Nabi Muhammad; cabang ini menyebar di Malaysia, Singapura serta Indonesia, di pulau Madura subcabang Ahmadiyah-Idrisiyah, y.i. Mazhariyah atau Muzhariyah ada sejak akhir abad ke-19 atas syeikh Abdul Azdim dari Bangkalan (w.1916) dan berpusat di desa Gersempal (Omben, Sampang, Madura), masjidnya terutama ialah Masjid Agung di Sampang, susunan organisasi termasuk Silaturrahim Ikhwan dan Akhwat Thoriqoh Naqsyabandiyah (Sitqon), kini tarekat berada pula di Surabaya, Jakarta dan Kalimantan;
► Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah (naqsyabandie.wordpress.com baitulamin.org) adalah persaudaraan Sufi, cabang dari tarekat Naqsyabandiyah, didirikan oleh Syeikh Khalid al-Kurdi di Mekah pada abad ke-18 dan disebar di Nusantara (tanah Minangkabau) oleh muridnya, Syeikh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi (w.1844); kini tempat-tempat tarekat ini antarnya: Surau Baitul Amin di Bojongsari, Depok, Jawa Barat dan Rubath Mubarak Qashrul ‘Arifin Pusat di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta;
► Tarekat Qodiriyah (tarekatqodiriyah.wordpress.com majelisrabbani.org metafisika-center.org tqn-ppsuryalaya.blogspot.com) adalah persaudaraan Sufi yang didirikan oleh orang Persia Abdul Qadir Jaelani (1077-1166), wali Hanbali; mempraktikkan dzikir lantang, terfokus pada bukan teologi, tapi moral; pusatnya sedunia di Baghdad; di Indonesia syeikh pertama adalah Hamzah Fansuri (w.1630) di Aceh, sebagai cabang tarekat ini menjadi tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah oleh syeikh Ahmad Khatib Jawi (w.1878), Rubath Qodiriyah ada di Jakarta Timur, ada Pondok Pesantren - Daru Ulil Albab di Kelutan (Ngronggot, Ngajuk, Jawa Timur), Pondok Pesantren oleh cabang tarekat Qadiriyah Hanafiah yang didirikan pada 1995 ada di Koto Sani (Solok, Sumatera Barat);
► Tarekat Syattariyah (pesambanganjati.blogspot.com) adalah persaudaraan Sufi yang didirikan oleh Abu Yazid Bistami pada abad ke-15 di Iran dan India (nama tarekat ini lain - Bistamiyah); salah satu gurunya pertama di Indonesia ialah Abdul Muhyi dari Pamijahan, Jawa Barat pada abad 17-18-an; pusatnya besar adalah Keraton Pesambangan Jati Cirebon sampai sekarang;
► Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah an Nahdiyah (JATMAN) adalah persekutuan para guru lintas tarekat Sufi se-Indonesia, pada 1957 di Tegalrejo, Magelang Jawa Tengah didirikan Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah, JATMAN di 1976 memisahkan diri dari persekutuan pertama dan pada 1979 di Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-26 di Semarang menjadi sebagai wadah mandiri yang pimpinan Idaroh aliyah;
Dewan Ulama Tarekat Indonesia (DUTI) (dewanulamathariqah.org) adalah persekutuan para guru lintas tarekat Sufi se-Indonesia yang didirikan pada 2016 di Pondok Pesantren Tasawuf Rabbani dari Qadiriyah Hanafiah di Koto Sani (Solok, Sumatera Barat) terutama oleh para tokoh dari Sumatera Barat; cenderung ke ajaran anti-Wahabi, Dewan Mustasyar bertempat di Tangerang, Banten (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Makam Sunan Gresik, Gapura Wetan, Gresik Jawa Tengah (www.jawatimuran.net)

Para tokoh tarekat Qadiriyah Hanafiah (www.majelisrabbani.org)

Ahmadiyyah: Muslimin Ahmadi sebuah aliran baru dalam Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) dari Punjab (India), diakui oleh pengikut sebagai Nabi baru dan Mahdi. Beliau hanya berkhotbah Jihad perdamaian. Tempat yang signifikan dalam ajaran ini mengambil India, semisal, percaya bahwa nabi Isa mati di sini, bahwa para nabi adalah Krisna dan Buddha, dan bahwa tempat kedatangan ke dunia Al Masih dan Mahdi adalah kota kelahiran pendiri Qadian. Karena orang-orang ahmadiyah penganiayaan oleh Muslimin tradisional, kantor pusat gerakan pindah ke London. Pemimpin jemaat sedunia adalah Khalifatul Masih. Ada juga aliran kekurangan Ahmadiyah Lahore, di mana Mirza dianggap sebagai orang pembaru Islam (mujaddid) abad ke-14 AH. (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)
► Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia (JMAI) (ahmadiyah.id) adalah ormas Islam Ahmadi yang didirikan pada 1926 (dan didaftar sekali lagi pada 1953), pusat di Jakarta; pertama yang mengetahui akan ajaran Ahmadiyyah tiga orang siswa sekolah Islam Sumatera Thawalib yang pergi ke India dan belajar di Madrasah Ahmadiyyah (Qadian), kemudian dari sekolah Thawalib datang lagi 23 pemuda; pada 1925 Khalifatul Masih ke-2 Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad mengirim sahabatnya Maulana Rahmat Ali ke Indonesia (dikenal sebagai Sang Penabur Benih Ahmadiyyah di Indonesia), Beliau telah datang di Tapaktuan, Aceh, kemudian berangkat menuju Padang, Sumatera Barat dan Jakarta;
► Gerakan Ahmadiyah-Lahore Indonesia (GAI) (ahmadiyah.org) adalah ormas Ahmadi aliran Lahore; pada 1924 dua pendakwah aliran ini datang ke Yogyakarta, salah satu pengikut lokal mereka pernah Minhadjurrahman Djojosoegito menjabat sebagai sekretaris di Muhammadiyah, semula Ahmadiyah menjadi sebagai saudara Muhammadiyah, tapi nanti melarang paham Ahmadiyah, Djojosoegito sudah sebagai ketua Muhammadiyah cabang Purwokerto dikeluarkan dari organisasinya dan berdiri GAI pada 1928 dengan namanya De Ahmadiyya Beweging dan mendaftarkan resmi pada 1930 bagai Gerakan Ahmadiyah Indonesia Centrum Lahore (didaftar sekali lagi pada 1963), berpusat di Yogyakarta; pada 1947 GAI mendirikan yayasan Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI) dengan beberapa sekolah di sekitar Yogyakarta (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Masjid GAI At-Taqwa, Binangun, Jawa Tengah (www.ahmadiyah.org)

Islam baru:
Sholawat Wahidiyah (pengamalwahidiyah.org wahidiyah.org wahidiyah-dki.com) adalah aliran Islami asli Jawa semacam Tasawuf serta Kebatinan; K.H. Mohammad (Abdoel Madjid) Ma'roef, RA mendirikan kelompok pertama di Pondok Pesantren Kedunglo, desa Bandar Lor, Kediri, Jawa Timur (tetap pusatnya), pada 1963, tapi menerima “alamat ghoib” pertama dari atas di 1959, tatkala itu dibangun bait/masjid "Muallif Sholawat Wahidiyah"; jalan bathiniyah (mujadalah) sini adalah bacaan seperti dzikir doa salawat Ghauts Hadza Zaman ”Kulo lajeng ndamel oret-oretan” yang disusun oleh pendirinya yang dihormati selaku penyelamat bagi umat zaman sekarang; aliran ini disebar terutama di Jawa dan terwakilan dalam tiga wadah sosok: Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW), Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) dan Jamaah Perjuangan Wahidiyah Miladiyah (JPWM);
Al Quran Suci (AS) adalah sekelompok lokal dari gerakan internasional Quranis (Quranisme, Ahlul Quran) dengan kepercayaan bahwa Al Quran saja yang memiliki otoritas satu-satunya sumber agama, tanpa hadits yang mengandung kesalahan, aliran ini bagaikan Kristen Protestan yang percaya hanya Alkitab dan menolak tradisi gereja, guru Quranis pertama adalah Aslam Jairajpuri (1882-1955), guru besar dari India, serta Ghulam Ahmed Pervez (1903-1985) dari Pakistan, pendiri kelompok Tolu-e-Islam; para Quranis menyatakan persamaan hak kaum wanita dan pria, menafikan perlunya wudhu, salat cukup dua kali harian, tak berpuasa di bulan Ramadan, membaca Al Quran tak boleh dilagukan (qiraah); Jaksa Agung Indonesia melarang kelompok Al Quran Suci pada 1983 (Bahan oleh Dr. Igor Popov, LLM)

Komentar

Pos populer dari blog ini

KERUKUNAN UMAT HINDU DAN ISLAM DI PURA LINGSAR LOMBOK

Patung Buddha di Vihara Tanjung Balai Pecinan Digusur Karena Dianggap Menghina Agama Islamis

Festival Hindu Kaharingan ke-8 Provinsi Kalimantan Tengah