AYD 2017: Keuskupan Malang Siap Tamu dari Mongolia, Vietnam, Singapura, dan Lainnya

Gelaran AYD 2017 sebentar lagi akan dilaksanakan di Indonesia dengan mengambil tempat di Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. AYD akan berlangsung mulai 30 Juli s.d 6 Agustus 2017, namun sebelumnya para kontingen akan menikmati Day in Dioces (DID) pada 29 Juli s.d 1 Agustus 2017, kabarnya sesawi.net. Keuskupan Malang termasuk salah satu yang menyambut kontingen dalam DID dari antara 11 Keuskupan. Ada sembilan paroki di Keuskupan Malang yang akan ditempati kontingen AYD yakni: Paroki Katedral, Paroki Kayutangan, Paroki Lely, Paroki Blimbing, Paroki Ksatrian, Paroki Janti, Paroki Langsep, Paroki Tidar dan Paroki Batu. Masing-masing paroki sudah sejak bulan Mei 2017 telah menawari  keluarga-keluarga katolik yang memiliki orang muda katolik (OMK) untuk berkenan menerima tamu-tamu ini. Keuskupan Malang akan menerima kontingen dari negara:  Mongolia, Vietnam, dan Singapura serta dari Keuskupan Atambua, Keuskupan Kupang dan Keuskupan Malang sendiri, dengan jumlah tamu luar negeri 77 orang, dalam negeri 104 orang sehingga total 181 orang.

Perawan Maria hingga Baby Ingin Masuk Islam, Feby Indirani Rilis Kumcer

Penulis Feby Indirani baru saja menerbitkan karya terbaru yang termuat dalam bentuk buku kumpulan cerita. Diterbitkan oleh Pabrikultur, sebanyak 19 cerita berhasil ditulisnya dengan menggelitik dan penuh kocak. Ada kisah seekor babi bernama Baby yang bercita-cita ingin masuk agama Islam. Ada juga Maria yang hamil tanpa disetubuhi oleh pria. Serta cerita tentang seorang warga yang merencanakan ingin membunuh muazin.

Warga Ahmadiyah di Manislor Kuningan Keluhkan Sulitnya Dapat KTP

Warga Manislor, Kuningan, Jawa Barat (Jabar) yang mengaku tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengeluhkan tentang masalah KTP. Mereka mengaku tidak mendapatkan KTP dalam beberapa tahun terakhir. "Masalah e-KTP ini kita sudah cukup lama, dari tahun 2015 sampai sekarang memperjuangkan, bagaimana hak-hak warga negara kami di Manislor ini. Tapi sebelum itu yang perlu kita garisbawahi bahwa kami di sini dari Jamaah Ahmadiyah, poinnya adalah bahwa kami di sini duduk lebih kepada memfasilitasi, mendampingi hak-hak daripada warga negara," ujar juru bicara JAI Yendra Budiandra

Jemaat Ahmadiyah Indonesia sebagai komunitas dengan anggota pendonor kornea mata terbanyak

Tercatatnya Jemaat Ahmadiyah Indonesia sebagai komunitas dengan anggota pendonor kornea mata terbanyak secara berkesinambungan oleh Museum Rekor Indonesia mendapat perhatian khusus tidak hanya dari tokoh agama dan intelektual, namun juga warganet, dilansir di warta-ahmadiyah.org. Lewat  akun twitternya, tokoh muda Nahdlatul Ulama, Zuhairi Misrawi memposting foto saat Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Mln. Abdul Basith, Shd menerima piagam penghargaan dari Pendiri Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana. Tidak hanya itu, dalam sambutannya di Gedung Baiturahmat, Jakarta Pusat,  Sabtu (22/7), pria yang akrab disapa Gus Mis ini menilai langkah yang diambil Jemaat Ahmadiyah Indonesia ini harus mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini kementrian kesehatan. “Kementrian kesehatan harusnya mensosialisasikan penghargaan yang diraih jemaat Ahmadiyah ini ke daerah-daerah lewat dinas terkait. Ini juga simbol perwujudan Pancasila dan kemanusiaan,” ujarnya. Sementara itu Jemaat Ahmadiyah Indonesia lewat siaran persnya, merilis sebanyak  6.800 orang anggotanya telah tercatat sebagai calon donor mata di Bank Mata dan menargetkan tahun ini terus cepat mencapai 10.000 ribu orang calon donor mata.

Putri Keraton Surakarta Beralih Jadi Pemeluk Hindu


Upacara Sudhi Wadani untuk prosesi ritual beralih ke agama Hindu ini telah dijalani KRA Mahindrani di Pura Luhur Catur Kanda Pat Sari, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara pada Soma Pon Ugu, Senin (17/7). Upacara Sudhi Wadani untuk KRA Mahindrani di Pura Luhur Catur Kanda Pat Sari, Senin kemarin, dipuput oleh Sari Galur Wiku Ratu Cri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, sulinggih dari Kedhatuwan Kawista Bali, Desa Blatungan, Kecamatan Pupuan,Tabanan. Prosesi tersebut dihadiri pula AA Gede Agung Bagus Suteja, Raja dari Puri Agung Jembrana selaku Ketua Paiketan Puri-puri Sejebag Bali. Prosesi ritual yang dijalani putri Keraton Surakarta ini, antara lain, Sudhi Wadani, Wisuda Wangsa, Pawintenan, Mapuja, Gita Puja, dan Doa Bersama. Dipilihnya Pura Luhur Catur Kanda Pat Sari sebagai lokasi upacara Sudhi Wadani untuk KRA Mahindrani, karena melihat dari kondisi dan tata letak pura yang unik. Dari namanya yang terkandung yakni Kanda Pat, diyakini pura ini sesuai dengan kebudayan Hindu Jawa dan Sunda Wiwitan.
 Sebelum secara sah menjadi pemeluk Hindu, KRA Mahindrani lebih dulu dituntun Sari Galur Wiku Ratu Cri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun untuk mengucapkan beberapa kutipan mantra, yang disebut dengan sumpah. Ada pun mantra yang diucapkan adalah ‘Om narayana nerwedam sarwam yad bhutam yad ca bahweam, niskalan ko neranjana nerwekalpo, nirakyata sudha dewa eko, narayana na dwityo asti kascit’. Dilanjutkan dengan permohonan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa yakni ‘Om Hyang Widi, di hadapanmu aku berjanji bahwa engkau adalah sumber dari segala sumber kehidupan’ KRA Mahindrani merupakan salah satu trah Keraton Surakarta yang lahir di Roma, Italia. Dia merupakan seorang musisi---menekuni seni musik. Ketertarikannya pada agama Hindu, dilandasi adanya kemiripan kebudayaan Hindu Bali dengan kebiasaan yang dilakukannya selama di Jawa, yakni ajaran Kejawen. "Saya sering melaksanakan ritual tirta yatra (perjalanan suci) ke pura-pura yang ada di Bali mapun luar Bali," tutur perempuan berusia 56 tahun ini. KRA Mahindrani mengisahkan, lama-kelamaan dia merasa nyaman dan menemukan kedamaian setelah melakukan rajin melakukan tirta yatra. Secara sadar, dia merasakan diri lebih condong melakukan kebiasaan umat Hindu tinimbang Islam. Itu sebabnya, dia kemudian memutuskan untuk memilih jalan dharma. Panggilan masuk Hindu semakin kuat setelah KRA Mahindrani tinggal di Puri Anyar Pemecutan, Denpasar tahun 2013 silam. "Saya sebenarnya sudah lama melakukan aktivitas-aktivitas seperti tirta yadnya dan kegiatan Hindu lainnya. Hanya saja, baru diresmikan dengan upacara Sudhi Wadani hari ini (kemarin). Saya masuk Hindu tanpa paksaan, melainkan atas kemauan sendiri," tegas KRA Mahindrani. Setelah resmi menjadi umat Hindu, ke depan KRA Mahindrani berencana membangun Pasraman Hindu di kawaswan Tabanan. “Hal ini sebagai bentuk keseriusan saya untuk masuk agama Handu. Selain itu, niat yang kuat serta dukungan dari keluarga yang membuat tekad saya bulat dan serius untuk menganut agama Hindu dan kembali ke jalan dharma,” katanya.
Sumber: nusabali.com

Bimbingan Teknis (Bimtek) Multimedia untuk Remaja Masjid Bersejarah

Masjid Tua Wapauwe, Ambon Th 1414 (Sumber foto: wikimedia.org)

Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis (Bimtek) Multimedia untuk Remaja Masjid Bersejarah pada Rabu (12/7) hingga Sabtu (15/7) di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Senin (10/7) siang, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk Membangun Peradaban Bangsa. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Takmir Masjid Indonesia dalam Forum Diskusi Terpumpun Masjid dan Arsitektur Masjid Kontemporer Indonesia pada Jumat (28/4) hingga Sabtu (29/4) di kota Jakarta.
 Adapun peserta yang diundang dalam Bitek Multimedia itu ialah remaja masjid dengan usia maksimal 35 tahun dari sejumlah masjid bersejarah di Indonesia seperti Masjid Agung Sang Ciptarasa (Kasepuhan), Masjid Raya Cipaganti, Masjid Negara Istiqlal, Masjid Keraton Kanoman, Masjid Mantingan, Masjid As-Syuro (Garut), dan Masjid Salman – Institut Teknologi Bandung (ITB). DIundang juga remaja masjid dari Masjid Merah Panjunan Sunan Gunung Jati, Masjid al-Wustho Mangkunegaraan, Masjid Agung Nur Sulaiman (Banyumas), Masjid Jami’ al-Anwar Lampung, Masjid Jami’ Bengkulu (Bung Karno), Masjid Darussalam, Masjid Agung Sumenep, Masjid Kuno Bayan Beleq, Masjid Agung al-Azhar, Masjid (Pesantren) Tebuireng, dan Masjid Agung Banten. Turut diundang remaja masjid dari Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Masjid Agung Sunda Kelapa, Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Jogokariyan, Masjid Gedhe Kauman, Masjid Tua al-Hilal Katangka, Masjid Agung Palembang, Masjid Pabelan, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Agung Demak, Masjid Agung Sunan Ampel, dan Masjid Raya Sultan RIau (Pulau Penyengat). Remaja masjid dari Masjid Cut Meutia, Masjid al-Markaz al-Islami (Makassar), Masjid Agung Darussalam (Palu), Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor, Masjid Raya Baiturrahman (Aceh), dan Masjid as-Salam juga turut diundang dalam acara ini. Selain itu, akan hadir perwakilan dari Museum Bait al-Qur’an, Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Retret tahunan para Suster Dominikan

Perjumpaan Rasul Thomas dengan Yesus yang terluka membawa perubahan. Kehadiran Thomas mewakili para suster Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia atau Ordo Pewarta (OP) yang datang menjalankan retret dengan membawa berbagai pengalaman dan persoalan hidup, di antaranya pengalaman terluka yang hanya bisa tersembuhkan bila percaya kepada kuasa Yesus yang terluka. Seperti dilansir penakatolik.com, dalam retret tahunan para suster OP gelombang kedua di Yogyakarta, 3-9 Juli 2017, bertema ”Perutusan Pewarta Sukacita Injil,” mereka kembali diajak berefleksi apakah mereka menjadi pewarta sukacita dengan semangat melayani Tuhan (Do we share our own joy and enthusiasm in serving the Lord?).
 Gereja kini terancam karena kurang gerak untuk menemukan cara baru dalam pewartaan. “Gereja Katolik nyaris tidak terdengar, karena kurang menyapa dan menjumpai orang lemah dan hanya berkutat di sekitar altar,” kata Pastor Kris yang mengingatkan bahwa kaum religius menjadi kekuatan dan ujung tombak keberadaan Gereja dan tanpa mereka Gereja hampa dan tidak bergema.

90 Tahun Huria Kristen Indonesia, Gereja Pertama Pelopor Kemandirian

(Foto dari www.tengkuerrynuradi.com)
Hanya dalam hitungan hari, Huria Kristen Indonesia (HKI) telah merayakan pesta Jubelium ke 90 Tahun, yang diselenggarakan pada Sabtu 8 Juli hingga puncak acara Minggu 9 Juli 2017, di Lapangan Horbo, Jalan Farel Pasaribu Kota Siantar. Perayaan Jubelium HKI ini, merupakan renungan akan perbuatan Tuhan selama 90 Tahun kepada jemaat HKI, serta ungkapan rasa suka cita dan mengucap syukur kepada Tuhan. Berdasarkan laman hetanews.com, Ephorus HKI, Pdt M Pahala Hutabarat kata, HKI bersama - sama dengan pemerintah tetap berkomitmen memerangai isu radikalisme, terorisme dan narkoba. Selain itu, HKI juga mendukung program Presiden Jokowi untuk pengembangan dan pelestarian Danau Toba, seperti Badan Otorita Danau Toba (BODT)

Mgr Leteng tak hendaki imam tertahbis undur diri dari jabatan karena bukan pekerja sosial

Aksi protes sekelompok imam 12 Juni 2017 yang menyatakan pengunduran diri dari jabatan sebagai vikaris episkopal dan kepala paroki, dijawab oleh Uskup Ruteng Mgr Hubertus Leteng kepada Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Pastor Kamilus Pantus Pr lewat WA tanggal 14 Juni 2017, diwartakan penakatolik.com, dengan mengatakan, “Sebagai Uskup, saya tidak menghendaki mereka mengundurkan diri dari jabatan karena mereka adalah orang yang t.” Jika mereka mengundurkan diri, lanjut Mgr Hubertus Leteng, seperti yang dilaporkan Pastor Kamilus Pantus dalam web KWI www.mirifica.net, 14 Juni 2017, hal itu akan sangat merugikan umat Allah yang membutuhkan pelayanan para imam. “Tapi jika mereka mati-matian mau mengundurkan diri, maka saya berharap mereka telah mempertimbangkan hal itu secara bertanggungjawab di hadapan Tuhan.”

Empat Suster Biarawati SFIC Ucapkan Triprasetya Kekal di Pontianak

EMPAT orang suster biarawati SFIC (Sororum Franciscalium ab Immaculata Conceptione a Beata Matre Dei) pada tanggal 15 Juni 2017 lalu mengucapkan triprasetya kekalnya di Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak, dilaporkan dalam laman sesawi.net. Sumpah setia kekal di dalam tarekat religius para Suster-suster Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah dilaksanakan dalam sebuah perayaan ekaristi. Misa sederhana ini dipimpin oleh Bapak Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus selaku selebran utama bersama sejumlah imam lainnya. Sumpah setia kekal ini diucapkan di hadapan pemimpin umum (provincial) SFIC yakni Sr. Irene SFIC yang didampingi anggota dewan pimpinan.Keempat suster biarawati SFIC yang mengucapkan triprasetya kekalnya di hadapan Pemimpin Umum SFIC dan Bapak Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus pertengahan bulan Juni 2017 lalu adalah:
Sr. Franciska Fitria SFIC.
Sr. Maria Seba SFIC.
Sr. Katarina Samini SFIC.
Sr. Lina Andriani SFIC.

PEMBANGUNAN ALTAR BUDDHA di VIHARA SAMYAG DARSANA BULELENG

Vihara Samyag Darsana yang terletak di desa Petandakan, Kabupaten Buleleng pada tahun 2017 ini merencanakan untuk membangun Altar Buddha Parinibbana. Pada tahun 2015 umat telah menyelesaikan perehaban Dharmasala dan pada tahun 2016 telah memindahkan bangunan bale kulkul.

Guru Agama Kurang, LP Maarif NU Kritisi Pemerintahan Jokowi

Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) mengkritisi pemerintah lantaran di sekolah saat ini kekurangan guru agama hingga 21 ribu. Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU), Arifin Junaidi mengatakan, kekurangan guru di sekolah tersebut muncul lantaran pemerintahan Jokowi kurang peduli terhadap pendidikan agama Islam. "Iya (pemerintah kurang peduli), pemerintah lebih mementingkan yang lain. Kalau pemerintahan Jokowi serius dengan revolusi mental maka pendidikan agama harus memperoleh perhatian berlebih," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (4/7). Ia mengatakan, kekurangan guru agama dapat berdampak besar terhadap pembekalan agama dan pembentukan karakter generasi bangsa. Karena itu, kata dia, pemerintah perlu mempercepat pengangkatan guru agama. "Tentunya dampaknya besar sekali. Jadi kalau misalnya kurang guru agama, sekolah-sekolah itu tidak bisa berjalan dengan baik, tentang pelajaran agama-agama Islam. Jadi sebenarnya kita juga masih butuh penambahan jam pelajaran agama Islam," ucapnya. Ia menambahkan, salah satu hal yang menyebabkan kurangnya guru agama di sekolah tersebut yaitu karena minimnya pengangkatan guru agama sebagai PNS. Ia membantah jika kekurangan guru tersebut karena disebabkan oleh kurangnya minat guru terhadap pelajaran agama.  "Jadi tidak benar kalau ini dikaitannya dengan turunnya minat menjadi guru agama," kata Arifin.

LEBARAN TOPAT: KERUKUNAN UMAT ISLAM DAN HINDU DI LOMBOK

Foto dari guidelombok.com
Hari ini, 2 Juli 2017, Minggu (bulan purnama keenam tahun Saka, yakni seminggu setelah Idul Fitri, selesai menunaikan puasa sunnah bulan Syawal) di seluruh pulau Lombok dirayakan Lebaran Topat atau Perang Topat (ketupat) sebagai syukur peringatan ulang tahun dan untuk memohonkan hujan dan kemakmuran. Hari Raya ini berasal dari adat Sasak kuno dan tetap dilaksanakan setelah penyebaran agama Islam di pulau baik umat Muslim Sasak walaupun orang Bali Hindu. Salah satu tempat upacara teristimewa adalah Pura Lingsar, tempat kerukunan umat Islam dan Hindu di Lombok (namanya berarti Suara air dalam bahasa Sasak). Berikut kami petikan bahan dari laman id.lombokindonesia.org tentang tempat itu.
 Mengujungi Pura Lingsar akan memberikan pandangan baru pada Anda, tentang keharmonisan serta kerukunan umat beragama. Bersumberkan laman id.lombokindonesia.org, bagi masyarakat Pulau Lombok, Pura Lingsar merupakan simbol kerukunan bahkan keharmonisan antar umat beragama, yaitu antara Hindu Bali-Lombok dengan Islam Sasak-Lombok. Pura Lingsar dibangun sekitar tahun 1714 oleh seorang pendatang dari Bali. Keberadaan Pura Lingsar yang sekarang telah mengalami banyak renovasi.
 Sebelum Anda memasuki area bagian dalam Pura Lingsar, Anda akan melewati sebuah taman dan kolam kembar yang dipenuhi dengan teratai. Di area dalam, Pura Lingsar terbagi menjadi tiga bangunan utama. Yaitu Gaduh, Kemaliq dan Pesiraman. Gaduh merupakan tempat suci bagi umat Hindu. Di area ini Anda akan menemui empat percabangan yang melambangkan Dewa-dewa yang menghuni dua gunung. Percabangan yang mengarah ke Timur adalah tempat pemujaan untuk dewa yang menghuni Gunung Rinjani. Sedangkan yang mengarah ke Barat adalah tempat pemujaan untuk dewa yang menghuni Gunung Agung. Ditengah percabangan ini ada dua persinggahan yang menyatu (gaduh) dan merupakan gabungan kedua percabangan tersebut.
 Jika Anda menuruni anak tangga yang berada di depan Gaduh, Anda akan menemui pintu masuk Kemaliq. Bangunan ini merupakan tempat suci bagi pemeluk Islam Wetu Telu. Namun pemeluk Hindu juga diperbolehkan beribadah di tempat ini.
 Di area Kemaliq ini, terdapat sebuah kolam kecil yang dihuni oleh Ikan Tuna. Ikan-ikan ini dianggap suci oleh masyarakat setempat. Menurut mitos, ikan-ikan tersebut merupakan jelmaan dari tongkat milik Datu Milir, seorang raja Lombok yang berdoa di tempat ini untuk memohon hujan. Masyarakat Hindu dan Islam Wetu Telu percaya bahwa jika Anda melihat Ikan Tuna tersebut, Anda akan mendapatkan keberuntungan. Anda bisa membawa sebuah telur rebus jika Anda ingin melihat ikan ini. Di kolam tersebut Anda juga bisa menyebutkan permohonan, serta melemparkan koin ke dalam kolam dengan tujuan agar permohonan Anda akan terkabul.
 Di sisi lain seberang dinding, Anda akan menemui sembilan pancuran. Empat buah pancuran masih berada di area Kemaliq, sedangkan lima lainnya berada di area Pesiraman. Pesiraman merupakan tempat untuk membasuh dan menyucikan diri. Air dari pancuran-pancuran tersebut dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Foto dari thelangkahtravel.com

Fatwa MUI Muamalah Medsosiah

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa terkait media sosial, yang antara lain mengharamkan fitnah, ghibah atau bergunjing, namimah atau bully, ujaran kebencian dan permusuhan SARA, menyebar hoax dan materi pornografi, diwartakan bbc.com. Ketua MUI Ma'ruf Amin menegaskan fatwa yang diumumkan Senin (05/06) merupakan inisiatif lembaga tersebut untuk menjaga keharmonisan bangsa. "Dukungan terhadap pemerintah. Kan majelis ulama merupakan mitra pemerintah, bukan pemerintah yang minta ke MUI", kata Ma'ruf.

Panglima TNI: Ada 16 Lokasi Sel ISIS di Indonesia

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan saat ini sel ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) sudah menyebar di Indonesia. Ada 16 lokasi sel ISIS di Indonesia. "Nah, di Indonesia ada sekitar 16 tempat itu tempat ISIS juga, sudah bergabung dengan kita (Indonesia), nggak bisa dibedakan. Nah, kalau kita tidak segera tutup pelarian ISIS ke Indonesia, sangat berbahaya," kata Gatot di gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017), dilansir detik.com. Namun Gatot tidak memerinci secara detail ke-16 lokasi sel ISIS di Indonesia. "Contohnya daerah NTB Bima, Jateng ada, Jatim ada, kan ada itu," lanjutnya. atot mengatakan saat ini sel-sel tersebut sedang 'tidur'. Tanda-tanda mereka bangkit adalah ketika melakukan aksi teror di Indonesia. "Sel-selnya tidur. Dengan adanya bom, artinya mereka ISIS, kan? Sepakat, kan? Tinggal kapan bangunnya, kalau ada kejadian mereka bangun," papar Gatot.
 TNI juga menegaskan berkomitmen mencegah pasukan ISIS yang berada di Filipina masuk ke Indonesia. Gatot telah memerintahkan jajarannya menggalakkan operasi keamanan laut. "TNI sudah melakukan kegiatan-kegiatan, mulai pulau terdekat, Marore, Miangas, jadi pelarian ke Tarakan kita tutup, pelarian ke arah Bitung lewat Marore, Miangas, Talaud kita tutup. Menuju Maluku Utara juga kita tutup dengan operasi udara, patroli udara dan laut," urai Gatot.

Jokowi lantik para tokoh agama sebagai Dewan Pengarah UKP-PIP

Presiden Joko Widodo, Rabu (7/6/2027) pagi, melantik sembilan orang sebagai Dewan Pengarah dan seorang sebagai Eksekutif Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, dilansir kompas.com. Kesembilan Dewan Pengarah, yakni Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Ahmad Syafii Ma'arif, Said Agil Seeradj, Ma'ruf Amin, Muhammad Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe dan Wisnu Bawa Tenaya. Adapun, seorang Eksekutif, yakni Yudi Latif. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat Keputusan Presiden Nomor 31m Tahun 2017 tentang pengangkatan kesepuluh orang itu yang dibacakan oleh Deputi Aparatur dan Administrasi Kementerian Sekretariat Negara Cecep Setiawan. Usai pembacaan Kepres pelantikan, acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan didampingi rohaniwan serta dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat, mulai dari Presiden hingga tamu yang hadir. Turut hadir dalam pelantikan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga tinggi negara dark DPR RI, MPR RI serta DPD RI serta para ketua umum partai politik.

MILAD SETAHUN, APLIKASI SMART PHONE DMI REGISTRASI 6.990 MASJID

Aplikasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Berbasis Smart Phone tepat menginjak usia satu tahun pada Ahad (9/5) ini, dengan total input data (registrasi) mencapai 6990 masjid dan 430 dai / muballigh, diwartakan dmi.or.id. Sebanyak 6.990 masjid itu tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Provinsi Daerah Khusus Ibkota (DKI) Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali, serta sejumlah kota/ kabupaten seperti Mataram, Makassar, Bone, Tarakan dan Balikpapan. Adapun jumlah terbanyak ada di DKI Jakarta, yakni 3292 masjid, lalu Jawa Barat sebanyak 1.701 masjid, dan Makassar sebanyak 562 masjid. Peringkat selanjutnya diikuti oleh Balikpapan sebanyak 331 masjid, Bali sebanyak 217 Masjid, Mataram sebanyak 201 masjid, Jawa Timur sebanyak 150 masjid, Bone sebanyak 71 masjid, dan Tarakan sebanyak 66 masjid. Data dan informasi ini disampaikan oleh koordinator Tim Pengembangan Aplikasi DMI Berbasis Smart Phone, Achmad Sugiarto, dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, pada Ahad (28/5) pagi. Setahun yang lalu, Ahad (28/5) 2016, aplikasi DMI berbasis Smart Phone ini telah diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga ketua umum Pimpinan Pusat (PP) DMI di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tepatnya dalam acara Peluncuran Program DMI oleh Wakil Presiden RI, Bapak H. M. Jusuf Kalla. “Perkembangan media sosial yang semakin pesat tidak hanya terjadi pada negara-negara maju saja,tetapi juga di negara berkembang seperti tanah air kita, Indonesia. Merespons hal ini, Ketua Umum PP DMI, Bapak Jusuf Kalla, berharap agar dapat disiapkan aplikasi berbasis smart phone untuk memudahkan komunikas antara ummat, pengurus masjid, dan da’i/muballigh,” tutur Achmad Sugiarto.

Australia Ini Percayakan Posisi Muazin kepada Warga Indonesia

Masjid Gold Coast, Queensland, Australia, yang berdiri di 144 Allied Drive, Arundel, mempercayai seruan pemanggil jamaah untuk salat lima waktu pada muadzin yang berasal dari Indonesia, dilansir antaranews.com. "Kami mempercayakan seruan mulia untuk salat lima waktu pada orang-orang Indonesia, karena mereka memiliki suara yang indah," kata Sekretaris Komite Masjid Gold Coast, Hussain Baba, Senin. Disebutkan Hussain, sejak masjid berdiri pada tahun 1996, hampir selalu orang-orang dari Indonesia yang menjadi muadzin. Tercatat dari lima orang muadzin, Muhammad Hasan, Hamdi Bakar, Amin, Samsul Hadi dan Ismail Abdul Kadir, hanya nama terakhir yang bukan berasal dari Indonesia, namun dari negara tetangga, Malaysia. Salah satu muadzin asal Sumatera Barat, Hamdi Bakar, yang ditemui selepas beribadah salat Maghrib mengatakan hal itu memang merupakan kebanggaan tersendiri sebagai orang Indonesia di Gold Coast. "Dengan kepercayaan itu, kami memiliki perasaan bangga tersendiri sebagai orang Indonesia telah dipercaya menjadi muadzin di sini," kata Hamdi yang telah 10 tahun tinggal di Gold Coast. Akan tetapi, kepercayaan itu juga bukan tanpa konsekuensi potensi kecemburuan dari komunitas muslim lainnya seperti insiden perebutan mikrofon dari Samsul Hadi (muadzin saat ini) oleh salah satu jamaah. Hal itu, katanya, terjadi karena setiap orang ingin berlomba dalam beribadah. "Kami mengerti itu hanya karena setiap orang mengejar pahala ibadah yang lebih tinggi, namun tidak pernah sampai menimbulkan kerenggangan antara sesama muslim," kata Hamdi. Diperkirakan saat ini jumlah muslim di Gold Coast mencapai 8.000 jiwa. Muslim di Gold Coast memusatkan kegiatan keagamaannya di Masjid Gold Coast yang terletak di jalanan Allied Drive, Arundel, yang rencananya akan dijadikan kawasan keagamaan berbagai keyakinan oleh pemerintah setempat.

SURAT TERBUKA ANGGOTA GEREJA-GEREJA LUTHERAN INDONESIA DARI SIDANG RAYA FEDERASI GEREJA LUTHERAN SE-DUNIA (LWF) KE-12

Delapan gereja Lutheran Indonesia (HKBP, GKPS, dll) yang anggota Federasi Gereja Lutheran se-Dunia pada waktu Sidang Raya Federasi ke-12 yang telah berjalan di Windhoek, Namibia, pada 13 Mei bertanda tangan surat terbuka tentang putusan pengadilan negeri terhadap Ir. Basuki Tjahaja Purnama. Mereka meminta dan mendukung produk hukum tersebut direvisi dengan menjunjung asas kesetaraan dan hak asasi-asasi manusia.

Jamaah Naqsabandiyah laksanakan puasa Ramadhan hari pertama

Sejumlah jamaah tarekat Naqsabandiyah di kota Padang, Sumatera Barat melaksanakan puasa Ramadhan 1438 Hijriyah hari pertama, Kamis, Antarasumsel.com mewartakan. Salah satu jamaah di Kecamatan Kuranji Padang, Ummi Elli mengaku melaksanakan puasa karena sudah mendapat pengumuman dari pengurus tarekat seminggu lalu.
 "Tidak ada yang berbeda dari tata cara puasa kebanyakan, malam tarawih dan subuh sahur," ujar perempuan paruh baya tersebut. Dia meyakini untuk berpuasa meski sebagian besar masyarakat akan melaksanakan puasa pada Sabtu (27/5). "Saya sudah tarawih semalam meski tidak di masjid," sebutnya. Terkait benar atau tidak perhitungan tarekatnya dengan organisasi Islam lainnya dirinya hanya menyerahkan pada yang Kuasa. "Saya sudah menahun mengikuti arahan dari tarekat, hanya Allah yang tahu betul atau tidaknya," tambahnya. Warga lain Komar meyakini perhitungan tarekatnya berdasarkan bulan Ramadhan saat turunnya Quran adalah benar. Dalam Tarekatnya, katanya Ramadhan dihitung malamnya sehingga bila diukur semenjak zaman Rasulullah lalu berulang ratusan tahun hingga sekarang, maka hari ini Ramadhan. Meskipun demikian dia tetap menghormati masyarakat yang belum melaksanakan puasa. "Keyakinan kita berbeda masing-masing, yang penting sama sama Islam," ujarnya.
 Sementara itu pimpinan tarekat Naqsabandiyah yang juga ustadz di Musala Baitul Makmur Kecamatan Pauh Padang, Syafri Malin Mudo mengatakan jamaahnya sebagian besar telah melaksanakan puasa hari ini. Meskipun demikian masih ada yang belum berpuasa pihaknya tetap menghormati. Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Padang, Japeri mengatakan terkait perbedaan jadwal puasa ini pihaknya telah berkoordinasi dengan tarekat terkait. Dia mengaku selalu berdiskusi dengan berbagai organisasi Islam dan tarekat setiap penentuan awal Ramadhan. Hanya saja, tambahnya harus dihormati setiap pilihan masyarakat selama tidak menyimpang dari ketentuan agama Islam.

Yusril Akan Bela Hizbut Tahrir Indonesia Hadapi Pemerintah

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengatakan, HTI telah menunjuk praktisi hukum Yusril Ihza Mahendra sebagai koordinator anggota tim kuasa hukum HTI. Tim kuasa hukum ini dibentuk untuk menghadapi tuntutan pemerintah dalam sidang gugatan pembubaran HTI di pengadilan. "Insya Allah besok akan ada konferensi pers yang diadakan di kantornya Pak Yusril di Kota Kasablanka. Konferensi pers pengumuman tim pembela HTI," ujar Ismail, saat ditemui seusai menghadiri sebuah diskusi di kantor Maarif Institute, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017), diwartakan di tribunnews.com. "Kami menyebutnya 1.000 advokat bela HTI. Koordinatornya Pak Yusril," kata Ismail. Selain Yusril, mantan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman juga akan menjadi anggota dalam tim tersebut. "Di sana ada Pak Misdan, Pak Munarman, kemudian Lutfi Hakim dan banyak lagi," ujar dia. Ismail menjelaskan, tim kuasa hukum HTI bertugas untuk mencermati apa yang akan dilakukan oleh pemerintah. "Tim pembela ini tugasnya adalah mencermati, apa yang akan dilakukan oleh pemerintah dan bila diperlukan kemudian mengambil mungkin mengeluarkan pendapat atau pembelaan hukum," kata Ismail.
 Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan bahwa pemerintah akan menempuh jalur hukum sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) terkait keputusan untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Pernyataan itu disampaikan Wiranto pada 8 Mei lalu. Menurut Wiranto, dalam waktu dekat pemerintah akan mengajukan pembubaran tersebut ke pengadilan agar memiliki kekuatan hukum. Berdasarkan Pasal 70 UU Ormas, permohonan pembubaran ormas berbadan hukum diajukan ke pengadilan negeri oleh kejaksaan hanya atas permintaan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia.

Patung Yesus yang mahal belum perlu, kata Uskup Jayapura

Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar, OFM  mengatakan pembangunan patung Yesus yang direncanakan pemerintah Propinsi Papua tidak terlalu perlu saat ini. Hal itu disampaikan Uskup Leo menanggapi pernyatan kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, Djuli Mambaya yang mengatakan pemerintah propinsi Papua akan membangun patung Yesus dengan dana sekitar Rp300-500 miliar, dilansir laman indonesia.ucanews.com. Menurut Mambaya, pembangunan patung itu akan dimulai pada 2018 yang mencakup pelepasan lahan enam hektar, pembangunan landasan dan museumnya. Patung itu rencananya akan memiliki tinggi sekitar 73 meter.

Tokoh Lintas Agama Dukung TNI-Polri Tindak Tegas Pemecah Persatuan

Tokoh lintas Agama yang bertemu Presiden Joko Widodo sepakat bahwa segala upaya memecah belah persatuan harus ditindak secara tegas. Oleh karena itu, diwartakan di tribunnews.com, para tokoh lintas agama mendukung langkah Presiden Jokowi yang menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menindak tegas pihak yang mengganggu NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.
 "Semua yang hadir mendukung tindakan yang diperlukan tehadap organisasi atau pihak-pihak yang melanggar empat konsensus. TNI dan Polri tidak perlu ragu lagi karena didukung lintas agama," kata Ketua Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia Uung Sendana L Linggarjati saat dihubungi Kompas.com usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/5/2017).
 Selain Uung, hadir dalam pertemuan di tadi yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, Ketua Konferensi Wali Gereja Ignatius Suryo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Henriette T Hutabarat-Lebang, Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia Hartati Murdaya, dan Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya. Ketua Umum PBNU Sa'id Aqil Siradj dan Ketua PP Muhammadiyah juga diundang, namun berhalangan hadir. Meski begitu, kedua ormas itu mengirimkan perwakilan. Hadir Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini dan Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri.
 Sebelumnya, sesuai bertemu tokoh lintas agama, Presiden Joko Widodo memberi perintah khusus kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. "Saya juga sudah perintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," kata Jokowi dalam jumpa pers usai pertemuan.

Menyingkap Kehidupan Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara

Sinagoga di Tondano (Sumber foto: dailymail.co.uk)

Di tengah intoleransi yang dipersepsikan meningkat di Indonesia, komunitas Yahudi di sebuah sudut terpencil kepulauan Indonesia, hidup tenteram berdampingan dengan penganut agama lain. Di Tondano, sebuah kota dekat Manado, sebuah sinagoge berdiri kukuh dengan atapnya yang merah, menjadi satu-satunya sinagoge di Nusantara berpenduduk 255 juta ini. Kantor berita AFP, dilansir dari Daily Mail dalam laporannya yang cukup panjang (27/04), mengutip laman satuharapan.com, menggambarkan masyarakat Yahudi merasa aman untuk mempraktikkan iman mereka secara terbuka di kota itu. "Kami bisa memakai kippah (kopiah Yahudi) di mal atau di manapun yang kami inginkan, ini bukan masalah," kata Yobby Hattie Ensel, seorang pemimpin Yahudi kepada kepada AFP.

Kapolri: Khilafah Hizbut Tahrir Bertentangan dengan Pancasila

Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara soal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengusung konsep khilafah. Belakangan ini sejumlah acara HTI di sejumlah daerah gagal digelar karena tidak dikeluarkannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) oleh polisi, dilansir suaraislam.co. Tanpa STTP sebuah acara keramaian masyarakat dianggap tidak berizin, sehingga bisa dibubarkan secara paksa jika nekat digelar. Salah satu yang batal digelar itu adalah agenda HTI yang mengangkat tema “Khilafah Kewajiban Syar’i Jalan Kebangkitan Umat” yang semula akan digelar di Jakarta pada 23 April 2017. “Kita memang tidak keluarkan izin, STTP-nya, karena banyak potensi konfliknya. Jadi lebih baik kita larang,” kata Tito menjawab Beritasatu.com di Mabes Polri Jumat (28/4). Saat ditanya apakah STTP tidak dikeluarkan atas instruksi Mabes Polri, tetapi karena banyak ancaman? “Iya karena banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak suka, yang anti,” jawab Tito.
 Pihak yang kerap berseberangan dengan HTI, di antaranya adalah GP Ansor dan Banser NU. Mereka menolak HTI dengan alasan HTI tidak sesuai dengan NKRI. “Polisi kan tugasnya untuk mencegah konflik, maka janganlah (digelar acara itu),” lanjut Tito. Terkait perekrutan HTI di kampus-kampus, Tito menilai hal itu merupakan indikasi yang bisa dianggap berbahaya. “Sedang kita bicarakan. Kalau seandainya itu dilakukan (menegakkan) khilafah, ya itu bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kalau buat ideologi khilafah apa bisa (sesuai) Pancasila?” tanya Tito. Apa ke depan HTI akan dilarang permanen? “Sedang dibicarakan di Polhukam,” kata mantan kapolda Metro Jaya ini.
 Catatan dari Dr. Igor Popov, LLM: HTI telah dilarang di kebanyakan negara Islami seperti Arabia Saudi dan Turki.

Kongres Ulama Perempuan merekomendasikan menikah dari semula 18 tahun

Selama tiga hari, sejak Selasa 25 April hingga Kamis 27 April 2017, sejumlah ulama perempuan dari Indonesia dan 15 negara sahabat mengikuti Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Ketua SC KUPI 2017 Badriyah Fayumi menjelaskan, selama tiga hari berlangsung kongres tersebut telah menghasilkan beberapa fatwa yang meliputi kondisi alam, kekerasan seksual, hingga pernikahan anak. “Kami menyebutnya hasil musyawarah keagamaan KUPI. Sebetulnya esensinya semua pemikiran keagamaan itu bisa disebut fatwa,” ujar Badriyah, Kamis (27/4/2017) petang, diwartakan suaraislam.co.
 Fatwa pertama mengenai ‘Perusakan Lingkungan dalam Konteks Ketimpangan Sosial’ adalah hukum bagi pelaku perusakan alam atas nama pembangunan yang berakibat pada ketimpangan sosial ekonomi adalah haram secara mutlak. Namun pembangunan dimungkinkan dengan pemanfaatan dan pengelolaan alam demi kemaslahatan berlandaskan maqasid syariah. Agama Islam pun telah mengatur dengan tegas mengenai larangan merusak alam dan memiliki perhatian besar dalam menjaga dan melestarikan alam. Tidak hanya itu, negara juga wajib melindungi alam dari segala kerusakan dan memberi sanksi tegas kepada pelaku perusakan baik individu atau koorporasi.
 Fatwa kedua adalah mengenai ‘Kekerasan Seksual’. Dalam fatwa ini disebutkan kekerasan seksual dalam bentuk di luar atau dalam pernikahan adalah haram karena melanggar hak asasi manusia yang dijamin dalam Islam.
 Fatwa ketiga atau terakhir adalah mengenai “Pernikahan Anak’. Fatwa tersebut menyebutkan agama mewajibkan pencegahan segala bentuk kemadharatan. Menurut fatwa tersebut pernikahan anak terbukti membawa kemadharatan sehingga wajib hukumnya mencegah. Ada pun pihak yang mempunyai tanggung jawab melakukan pencegahan pernikahan anak adalah orang tua, keluarga, masyrakat, pemerintah, dan negara. Bagi korban pernikahan anak tetap mendapatkan haknya mulai dari pendidikan, kesehatan, pengasuhan juga perlindungan. Untuk itu KUPI merekomendasikan agar pemerintah mengubah UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan terkait dengan batas minimal seorang perempuan boleh menikah dari semula 16 tahun menjadi 18 tahun. Selain itu Kemenkominfo diharapkan mampu memberantas konten-konten pornografi yang berpotensi meningkatnya hubungan seksual di luar nikah atau hubungan seksual anak di bawah umur.

Pdt. Dr. ANDREAS YEWANGOE KRITIK PERAYAAN RABU ABU DAN KAMIS PUTIH

Mantan ketua umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Dr. Andreas Yewangoe mengaku prihatin dengan kecenderungan gereja-gereja Reformasi yang suka meniru tradisi-tradisi tertentu dalam gereja tanpa memahami dengan benar apa latar belakangnya. Ia mencontohkan  perayaan Rabu Abu dan Kamis Putih yang dewasa ini menjadi trend, diwartakan di sinodegmit.or.id.
 “Ada hal-hal yang kita tiru tapi kita tidak tahu latar belakangnya. Misalnya perayaan Rabu Abu dan Kamis Putih. Yang sebenarnya menurut tradisi gereja-gereja reformasi itu sudah dilakukan oleh Kristus. Sehingga tidak usah lagi di ulang-ulangi oleh kita. Ini kecenderungan yang bukan hanya di Kupang tapi juga hampir di seluruh Indonesia. Atau ada juga yang kalau meninggal, kita minta supaya ia juga berdo’a bagi kita di “sana”. Ini omong kosong besar. Nggak ada. Ini kita tiru-tiru saja. Ini sudah dihapuskan. Kita berpegang pada semboyan “ecclesia reformata semper reformanda est” tapi kita sama sekali tidak tereformasi di sini,” ungkap Pdt. Yewangoe.
 Pernyataan kristis itu disampaikannya pada seminar menyongsong perayaan Paskah yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW)-Kupang, Senin, 10/4-2017. Selain Pdt. Andreas Yewangoe, kegiatan ini juga menghadirkan dua pembicara lain yakni: Daniel Tagu Dedo, mantan Dirut Bank NTT dan Pdt. Mesakh Dethan, Ph.D. Pada kesempatan ini, Pdt. Yewangoe yang juga mantan rektor UKAW mempertanyakan praktik simbolisasi agama berupa pemancangan tiang-tiang salib di segala sudut kota Kupang.
 “Bagi saya menarik akhir-akhir ini di Kupang orang tanam salib di mana-mana, tiga salib itu, iya kan? Dulu saya belum lihat. Apakah ini sebuah keinsyafan baru bahwa budaya kehidupan sedang disebarkan atau hanya ikut-ikutan saja sebagaimana dilakukan oleh Gereja Katolik?” kritik Pdt. Yewangoe.

Menag memberi sambutan di Musyawarah Besar Gereja Pantekosta di Indonesia

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) agar kekristenan tidak terbatas pada dinding-dinding gereja. Lebih dari itu, mereka bisa menjadi terang bagi sesama. "Kekristenan tidak dapat dipandang hanya terbatas pada segala kegiatan pelayanan dan aktivitasnya di dalam gereja, tetapi harus dapat diperlihatkan kepada dunia dalam perkataan, perbuatan, dan tindakan," kata Lukman, diwartakan kemenag.go.id, saat membuka Mubes XXXIII GPdI di Bandung, Selasa (28/3). Mubes 33 GPdI yang berlangsung hingga 30 Maret ini mengagendakan pemilihan Ketua GPdI untuk masa kepengurusan 2017 - 2022. Mubes ini dihadiri lebih dari 1000 peserta yang merupakan utusan GPdI dari seluruh Indonesia. Tampak hadir dalam pembukaan ini Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pdt. DR. Marcus D. Wakkary, Ketua Majelis Daerah Jawa Barat & Ketua Umum panitia MUBES 33 GPdI Pdt. J.E. Awondatu, President Foursquare international Church Rev. Dr. Glenn Burris, Kakanwil Kemenag Jabar A Bukhori, dan Sesditjen Bimas Kristen Pontus Sitorus.

Yayasan Satu Keadilan (YSK): Negara tidak boleh tunduk pada kehendak-kehendak kelompok intoleran!

Aksi penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi pada 24 Maret 2017 yang berlangsung ricuh, terus menambah daftar kasus intoleransi di Jawa Barat dari tahun ke tahun. Di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, 3 (tiga) gereja sejak 7 Maret 2017 hingga kini dinyatakan status quo oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dengan alasan untuk menjaga kondusifitas setelah adanya desakan dari kelompok intoleran. Pada 23 Maret 2017 Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Depok, disegel. Yayasan Satu Keadilan (YSK) sebagai organisasi yang terlibat dalam advokasi/ pembelaan hak atas Atas Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KBB) mengecam dan menuntut negara aktif memberikan perlindungan dan jaminan kepastian melaksanakan hak.
 Seperti dilansir satuharapan.com, Sugeng Teguh Santoso, S.H., Ketua Yayasan Satu Keadilan (YSK) mengatakan hak atas KBB dijamin oleh UUD 1945 dan oleh aturan-aturan hukum internasional sebagai hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non-derogable rights).

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2017 Meningkat sedikit

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku bahagia dengan hasil penelitian Badan Litbang Kementrian Agama soal kondisi kerukunan umat beragama di tahun 2016. Indeks kerukunan umat beragama di Indonesia selama kurun 2016 berada pada 75,47 persen. Angka itu naik 0,11 persen ketimbang tahun 2015, yakni sebesar 75,36 persen. Meskipun cuma naik tipis, namun Lukman berharap capaian tersebut akan diteruskan ke depan, dilansir di icrp-online.org. Survei yang dilakukan Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama ini menggunakan tiga penilaian indikator untuk mengukur indeks kerukunan umat beragama di Indonesia. Tiga indikator tersebut adalah: toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Dari tiga indikator tersebut, yang menduduki puncak tertinggi adalah toleransi, 78,41 persen dan kesetaraan sebesar 78,24 persen. Adapun kerjasama hanya memperoleh nilai 41,85 persen. Lemahnya kerja sama antar pemeluk agama ini mendapatkan sorotan tersendiri dari Lukman Hakim Saifuddin. Kemenag berkomitmen akan menjalin kerja sama dengan berbagai kalangan masyarakat dan agamawan untuk meningkatkan kerja sama antar agama.
”Akan ada program bersama, mengenai kerjasama. Misalnya, mendirikan rumah ibadah bersama-sama pemeluk agama lain. Di beberapa tempat, misalnya Maluku dan NTT, kegiatan ini sudah sering. Umat Kristiani membantu membangun masjid, begitu pula ketika membangun gereja, umat Muslim membantu,” ucap Lukman.

Menag dan Sekjen Amnesti Internasional Bahas Kehidupan Keagamaan dan kasus Ahmadiyah dan Syiah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Sekjen Amnesti Internasional Salil Shetty. Ikut hadir juga perwakilan Amnesti Internasional lainnya, Usman Hamid. "Kunjungan ini ingin mendengarkan perkembangan bagaimana Indonesia menangani persoalan hak asasi manusia di bidang kehidupan keagamaan dan kehidupan sosial politik secara umum," terang Menag usai pertemuan di Jakarta, Rabu (22/03), dilansir di kemenag.go.id. Salil Shetty mengaku senang bertemu dengan Menag untuk merayakan kekuatan Indonesia sebagai negara di mana banyak kelompok beragama bisa menikmati kebebasan beragama. Namun demikian, Salil juga meliha ada tantangan di Indonesia terkait kasus Ahmadiyah dan Syiah.

Penginjil Legendaris AS Meninggal Dunia di Indonesia

Penginjil asal Amerika Serikat (AS) yang sudah lama melakukan pelayanan di Indonesia, Rev. John Hartman meninggal dunia, hari Selasa (21/3), diteruskan satuharapan.com. Penginjil yang juga pendiri pelayanan media televisi Kristen pertama di Indonesia, Gospel Overseas Studio atau GO Studio itu, sebelum menjadi penginjil memulai pelayanannya di Placerville, California, AS, sejak tahun 1976. Selain aktif dalam pelayanan di televisi, dengan mendirikan beberapa stasiun televisi lokal, dia juga aktif mengadakan berbagai kebaktian kebangunan rohani (KKR), baik dalam gereja maupun lapangan-lapangan di seluruh Indonesia, Amerika Serikat, dan negara-negara lain. GO Studio merupakan sebuah pelayanan yang dibangun bukan oleh kekuatan manusia, melainkan dimulai dengan visi dari Tuhan. Kesetiaan Hartman pada visi yang Tuhan berikan membuat GO Studio tetap dapat melayani Tuhan. Sebelum berkecimpung dalam penginjilan, Hartman bekerja sebagai detektif di LBPD (Long Beach Police Department, California), serta menjadi pengawal dari penyanyi-penyanyi terkenal masa itu, antara lain Elvis Presley dan Michael Landon.
 Setelah menyelesaikan pendidikan di Rhema Bible College, dia mulai melayani ke berbagai daerah di Amerika Serikat. Namun, sebelum Tuhan mengirimnya ke Indonesia, Tuhan terlebih dahulu mempersiapkan Rev. Hartman di training-ground di daerah permukiman/reservasi masyarakat Indian (Indian Reservation) di Amerika. Setelah delapan tahun menerima dan menunggu penggenapan visi untuk memulai pelayanan media di Indonesia, Hartman bertemu dengan pendiri Sinode Gereja Bethel Indonesia, Pdt HL Senduk (beraliran Pantekosta, - catatan dari Dr. Igor Popov). Pdt Senduk kemudian mengundang Rev Hartman untuk datang dan melayani di Indonesia. Akhirnya, pada tahun 1991, Hartman dan istrinya mulai melayani di Indonesia. 

Kota Bekasi Raih Penghargaan Toleransi Beragama dari Komnas HAM

Label daerah intoleran terhadap umat beragama yang disandang Kota Bekasi pada 2015 dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pudar. Hal ini menyusul lembaga itu memberikan penghargaan atas upaya pemerintah setempat konsisten memupuk toleransi beragama di Bumi Patriot tersebut. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerima langsung penghargaan dari Komnas HAM di Jakarta, Kamis, 17 Maret 2017, diwartakan di tempo.co. Rahmat mendapat penghargaan karena berkomitmen melindungi kebebasan beragama bersama dengan Wali Kota Bandung dan Manado. "Penghargaan ini dipersembahkan untuk semua warga Kota Bekasi," kata Rahmat, Jumat, 17 Maret 2017. Menurut dia, penghargaan tersebut tak lepas dari upaya pemerintah melalui proses panjang membangun peradaban di tengah pluralisme yang sudah dirintis sejak 2009. Menurut dia, penghargaan yang diterima itu tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah Kota Bekasi menyelesaikan konflik pendirian empat gereja yang selama ini kerap mendapat penolakan keras. Gereja itu adalah Gereja Santa Clara (Bekasi Utara), Gereja Kalamiring (Jatisampurna), Gereja Mangseng (Bekasi Utara), dan Gereja Galilea (Bekasi Barat). Dengan keberhasilan itu, kata Rahmat, pemerintah daerah dianggap konsisten atas ketegasannya menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) keempat gereja tersebut dengan jaminan tidak akan mencabutnya meskipun mendapat tekanan. "Sebagai pemerintah, kami hanya berupaya mewujudkan situasi kondusif," katanya. Meski demikian, menurut Rahmat, pemberian izin tersebut tak serta-merta asal mengeluarkan, melainkan pemohon izin harus menaati prosedur, mulai tingkat bawah sampai ke atas. Hal itu sudah dilakukan oleh empat gereja yang sempat mendapatkan penolakan. "Persyaratan sudah terpenuhi, wajar kami menerbitkannya," katanya. Dalam perjalanannya tetap ada penolakan dari sejumlah kelompok. Namun Rahmat menjamin tak akan mencabut izin gereja tersebut. Sebab, pemerintah bersikap adil terhadap masyarakat, juga harus menjamin kebebasan beragama dan beribadah. "Kepala daerah harus takut pada aturan dan hukum, bukan pada tekanan," katanya. Mewakili pemerintah, Rahmat juga aktif menjalin komunikasi dengan pemuka agama dari berbagai agama, seperti ke pusat HKBP di Tarutung, Keuskupan Pantekosta Indonesia Barat, Gereja Sinode, pura, dan kelenteng.
 “Intensitas komunikasi yang dijalin itu merupakan upaya agar 342 ribu warga non-muslim di Kota Bekasi mendapatkan persamaan hak," ujar Rahmat. Bahkan, untuk mengintensifkan komunikasi tersebut, Rahmat telah membentuk majelis umat di Kota Bekasi sampai dengan tingkat kelurahan.

Warga Muslim Tolak 3 Gereja di Parung Panjang

Berdasar laman pgi.or.id, tiga gereja di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menerima intimidasi dari Kelompok 11 yang mengancam akan menyegel gereja tersebut. Ketiga gereja tersebut yaitu Gereja Katolik, Gereja Methodhist Indonesia, dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan.
 Pengurus Gereja Methodhist Parung Panjang, Efendi Hutabarat mengatakan, tiga gereja tersebut nyaris ditutup Satpol PP Kabupaten Bogor dengan alasan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, kata dia, ketiga pihak gereja sebenarnya sudah berusaha mengajukan izin dari tingkat RT, RW hingga kelurahan sejak tahun 2000. Namun, perizinan selalu kandas karena ada aturan SKB 2 menteri. “Lokasi gereja kami itu kan tidak berhadapan dengan rumah, ini di depannya adalah tahan kosong, jalan besar yang tidak ada apa-apa. Dibilang bikin ribut tidak, karena ruangan full-ac (jadi kedap). Kami juga ibadah hanya menggunakan piano dan organ. Sehingga (pindah lokasi) itu tidak solusi,” tutur Efendi.

Biksu Myanmar Ashin Wirathu Nyatakan Perang dengan Aceh

Terkait hukuman cambuk yang dikenakan kepada 2 orang pemeluk Buddha di Aceh, Wirathu selaku biksu Myanmar yang anti-Islam kembali meneriakkan ancamannya. Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya. "Kami telah membantai ratusan ribu muslim di Myanmar, tak ada yang dapat membendung kami ke Aceh," ujar biksu yang hanya dihukum satu tahun ini. "Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi," ketusnya, mengutip lintasnasional.com.

Mantan Ketua ke-4 PBNU Hasyim Muzadi tutup usia

Ketua Umum PBNU periode 1999-2010 KH Hasyim Muzadi tutup usia hari ini (16/3) sekitar pukul 06.25 WIB. Kabar duka ini segera menyebar di dunia maya dan memenuhi lapan media massa, diteruskan laman nu.or.id. "Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah," tulis Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, beberapa menit lalu melalui akun Twitter pribadinya. Rabu kemarin Presiden Joko Widodo sempat menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi ini dan mendoakan agar Kiai Hasyim segera sembuh. Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh istri dan anak-anak Kiai Hasyim.
 Kiai Hasyim merupakan salah satu tokoh NU yang berkiprah hingga dilevel internasional.  Hingga kini ia tercatat sebagai Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS). Hasyim muda menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, dan menuntaskan pendidikannya tingginya di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.

Amnesti Internasional Kecam Hukuman Penistaan Agama di Indonesia

Pihak berwenang Indonesia harus segera dan tanpa syarat membebaskan tiga orang yang dihukum berdasarkan undang-undang penistaan agama karena secara damai menjalankan kepercayaan mereka, kata Amnesti Internasional pada Selasa (7/3), diwartakan laman voaindonesia.com. Ahmad Mussadeq, Mahful Muis Tumanurung, dan Andri Cahya adalah tiga anggota kelompok agama minoritas yang sudah dibubarkan dikenal sebagai Gafatar. Mereka hari Selasa dijatuhi hukuman atas tuduhan menista agama oleh Pengadilan Jakarta Timur. “Hukuman tersebut menunjukkan bagaimana undang-undang penistaan agama yang samar-samar, dipaksakan, dan diskriminatif kini digunakan untuk menghukum orang yang secara damai melakukan ibadah agama minoritas,” kata Josef Benedict, Wakil Direktur Amnesty International untuk Asia-Tenggara dan Pasifik. “Orang-orang ini harus dibebaskan segera dan tanpa syarat, dan undang-undang penistaan agama yang bertentangan dengan kewajiban HAM Indonesia harus dicabut,” tambah Benedict.
 Ahmad Mussadeq dan Mahful Muis Tumanurung dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, sementara Andry Cahya dihukum 3 tahun penjara. Ketiganya ditangkap tanggal 25 Mei 2016 dan kemudian didakwa menista agama berdasarkan Pasal 156a KUHP dan “pemberontakan” berdasarkan Pasal 107 dan 110 KUHP. Penghinaan agama dalam Pasal 156 dan 156a KUHP mengkriminalkan “setiap orang yang di depan umum sengaja mengutarakan perasaannya atau melakukan tindakan yang pada prinsipnya dianggap bermusuhan dan dinilai sebagai penghinaan atau penistaan salah satu agama yang dianut di Indonesia.”

Unsur arsitektur Hindu dalam tempat ibadat agama lain di Indonesia

Kebanyakan orang Nusantara meninggalkan agama Hindu, mereka kadang-kadang memakai unsur-unsur arsitektur Hindu dalam rupa tempat ibadat agama lain (Islam, Kristen/Katolik), di mana niscaya bisa menunjang kerukunan keagamaan kini. Berikut ini disembahkan beberapa misalnya.

Masjid, Kauman, Kudus, Jawa Tengah (Foto: dmi.or.id)

Gereja Kristen, Abianbase, Mengwi Bali (Foto: gkpb.abianbase.com)

Gereja Katolik, Ekasari, Jembrana Bali (Foto: wikimedia.org)

Gereja Katolik, Medan (Foto: wikimedia.org)

Jemaah Katolik Bali, desa Tuka, Badung Bali (Foto: beritadaerah.co.id)

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

Pengajian Selasa Sore di Pondok Pesantren Al-Hidayat Semarang telah mengkhatamankan tiga kitab karya KH Sholeh Darat. Pengajian dimulai sejak Oktober 2011 mengkaji kitab Majmū‘at al-sharī‘ah al-kāfiyah li al-‘awām, Matn al-Ḥikam, dan Munjiyāt Meṭik saking Ihyā’ ‘ulūm al-dīn. Setelah khatam pada minggu lalu, segenap santri dan beberapa warga sekitar pesantren berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di Bergota, Selasa (14/2/2017), menyampaikan Nu.or.id. “Kita berziarah kesini untuk meneladani karya-karya beliau,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Hidayat KH In’amuzzahidin Masyhudi. Pada ziarah itu, jama’ah membaca surat Yasin, surat Tabarak (al-Mulk) dan surat al-Ikhlash 11 kali. Hal ini merupakan tuntunan yang diajarkan Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Munjiyāt dalam tata cara berziarah ke kuburan. Ketua Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (KOPISODA) menjelaskan, banyak teladan yang dapat dipetik dari Mbah Sholeh Darat. Dia sangat tawadhu’ dalam keilmuan. Karya dia, lanjutnya, semua berbahasa Jawa Arab Pegon. Hal itu dikatakan KH Sholeh Darat karena tak bisa berbahasa Arab. Hal ini tentu tidak mungkin seorang alim dalam agama tak bisa berbahasa Arab pada ia mampu menerjemahkan dalam bahasa Jawa. Alasan lain Kiai In’am mengaji dan mengkaji karya Mbah Sholeh karena kecintaan dengan ulama Semarang. Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan hasil pemikiran ulama terdahulu kalau tidak kita uri-uri.  “Pengajian Selasa Sore selanjutnya akan membahas kitab Faṣalatān dan Laṭā’if al-ṭahārah wa Asrār al-ṣalāh,” tambah Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Semarang ini.
Catatan oleh Dr. Igor Popov: Mbah Sholeh Darat (nama lengkapnya adalah Muhammad Saleh bin Umar As-Samarani) lahir di Kedung Cemlung, Jepara pada th 1820 dan wafat di Semarang pada 1903, Beliau adalah guru bagi pendiri NU serta Muhammadiyah.

Foto: nu.or.id

Acara Imlek lintas agama di Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi Tegal

Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) Slawi yang beranggotakan tokoh dan pemuda pemudi lintas agama menggelar pentas seni dengan melibatkan lintas umat beragama di Klenteng Hok Ie Kiong, Rabu (1/2/2017) malam, mewartakan tribunnews.com. Pentas seni itu juga rangkaian acara perayaan Imlek. "Pagelaran pentas seni merupakan satu cara meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Kabupaten Tegal," kata Sekretaris FSN yang juga Ketua Klenteng Hok Ie Kiong, Paulus Tanujaya. Pentas seni tersebut mengundang ratusan tamu undangan lintas agama di Kabupaten Tegal. Pentas seni menyajikan penampilan tarian dari pemuda dan pemudi lintas agama. Selain itu dalam acara tersebut juga ada pementasan barongsai. "Kerukunan umat beragama adalah aset terpenting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," ucapnya. Ia menambahkan untuk memberikan penguatan kebhinekaan terhadap adat istiadat yang ada di negeri ini, penari mengenakan pakaian khas, mulai dari pakaian adat Bali, Jawa Tengah, hingga pakaian adat Aceh. Perwakilan Agama Islam yang juga Ketua FSN, ustaz Muslih meminta masyarakat tidak terpecah belah oleh segelintir orang yang tidak menginginkan adanya keberagaman.

Acara Yoga Massal di Candi Prambanan

Candi Prambanan di Jawa Tengah (Sumber foto: wikimedia.org)
Pada hari Minggu 5 Februari 2017, jam 06.00 pagi sampai selesai, akan ada acara massal Yoga di Kompleks Candi Hindu Prambanan (Jawa), secara gratis. Acara ini merupakan sebuah kerjasama antara PHDI Yogyakarta, Bimas Hindu DIY dan Panitia Nyepi.

300 Alumni Tiongkok Peringati 15 Tahun Organisasi Buddhis Mangala

Sabtu (14/1), Organisasi Buddhis Maṅgala (OBM) memperingati 15 tahun kiprahnya, mewartakan buddhazine.com. Perayaan digelar di Restoran Ekaria, Jakarta. Perayaan yang berbentuk reuni akbar ini dihadiri oleh Bhikkhu Dhammasubho, Bhikkhu Kamsai Sumano, Bhikkhu Saddhanyano, Bhiksu Bhadrapala, dan para anggota Sangha lainnya, serta lebih dari 300 alumni yang pernah menuntut ilmu di Tiongkok. Salah satu acara penting pada malam tersebut adalah live testimony, di mana para anggota Sangha diundang naik ke atas panggung untuk menceritakan pengalamannya bersama Organisasi Buddhis Maṅgala. Sebagian dari mereka yang merupakan alumni OBM menceritakan kisah mereka, dari pelajar awam yang merantau ke negeri orang, mengenal dan mempelajari Buddha Dhamma, hingga pada akhirnya meninggalkan keduniawian dan menjadi bhikkhu. Selain itu, anggota Sangha lainnya juga turut menceritakan pengalaman tak terlupakan sewaktu berkesempatan mengunjungi Tiongkok untuk bertemu dan memberikan wejangan Dhamma kepada para anggota OBM. Sesi live testimony tersebut diiringi dengan tawa canda para hadirin yang seolah hanyut dalam memori masa lalu nan indah dan tak terlupakan. Pada kesempatan tersebut, Bhiksu Bhadrapala yang merupakan pembina Organisasi Buddhis Maṅgala berharap para anggota OBM senantiasa hidup berbahagia, menemukan makna hidup yang sesungguhnya dalam Dhamma dan tetap terus mengembangkan Dhamma setelah kembali ke tanah air.
 Organisasi Buddhis Maṅgala (OBM) didirikan pada tahun 2001 oleh enam pelajar Buddhis yang tengah menimba ilmu di Beijing, Tiongkok (OBM adalah organisasi lintas aliran Buddha, - catatan oleh Dr. Igor Popov). Di tengah perantauan, semangat untuk tetap mendalami Buddha Dhamma yang mereka miliki terus berkobar dan mendapat dukungan dari orang-orang sekitar. Setelah 15 tahun berkarya, OBM saat ini telah berdiri di berbagai kota, yakni Beijing, Shanghai, Xiamen, Guangzhou, Nanjing, Ningbo, Chongqing, Suzhou, dan Jakarta. OBM sampai saat ini masih terus melebarkan sayapnya guna menyebarkan ajaran Dhamma di muka bumi.

Imlek di Bogor Dimeriahkan Parade Seni dan Budaya

Perayaan Imlek 2568 di Kota Bogor akan dimeriahkan dengan penyelenggaraan Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival berupa parade kesenian dan budaya pada Jumat dan Sabtu (10-11/2), mengikut netralitas.com. Festival budaya atau kerap juga disebut pesta rakyat Cap Go Meh kali ini akan didominasi seni dan budaya Jawa Barat. Walikota Bogor Bima Arya mengatakan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival bukan hanya sekadar ritual keagamaan. Pesta rakyat CGM merupakan simbol keberagaman dan pluralisme yang ada di Kota Bogor yang sudah mengakar dari masa ke masa, dari generasi ke generasi. "Yang membedakan acara ini adalah rangkaian acara yang menampilkan berbagai macam jenis kebudayaan dan juga ada harapan-harapan dari semua agama yang ada di sini. Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat tepat di saat bangsa tengah diuji persoalan keberagaman dan kemudian menjadi sensitif,’’ujar Bima Arya dalam temu media di Bogor, Rabu (25/1). Menurut Bima, dalam pesta rakyat inilah warga Bogor disatukan melalui penampilan berbagai kebudayaan yang sangat kuat tentang indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Keberagaman itu, lanjutnya, diturunkan dalam rangkaian kegiatan seperti atraksi hiburan dan kebudayaan. Bahkan ia berharap pada pesta rakyat kali ini ada penampilan kolaborasi antara marawis dengan paduan suara gereja. “Ini yang akan menjadikan acara ini berbeda dengan yang lain,”kata Walokota Bogor.
 Ketua Panitia Pesta Rakyat CGM Bogor Street Festival 2017, Arifin Himawan memperkirakan, perayaan Cap Go Meh akan menyedot perhatian sekitar 100.000 pengunjung, baik wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara. Para pengunjung nantinya akan disuguhi beragam atraksi beragam kebudayaan. Agar perayaan tahun ini berjalan tertib dan nyaman, panitia bersama Pemerintah Kota Bogor akan menyiapkan barikade sepanjang 250 meter. Barikade tersebut berbentuk pagar besi yang dimulai dari Lawang Suryakencana sampai Jalan Rangga Gading.

Siswa Sekolah Negeri Keluhkan Tidak Ada Guru Agama Kristen

Sejumlah siswa beragama Kristen SD Negeri 008 Paladangan Serangge Tiga, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mengeluh bahwa guru agama Kristen belum ada di sekolah mereka. Seperti dilansir di netralitas.com, siswa-siswa itu menceritakan, bahwa untuk mengisi nilai agama di rapor mereka harus meminta nilai dari pendeta dari gereja masing-masing. Jadi, tidak ada mata pelajaran formal agama Kristen di sekolahan, padahal menjadi salah satu yang menentukan nilai di rapor setiap siswa. Risky Fernando Sianipar kelas V salah satu siswa SD Negeri 008 Peladangan berharap pihak sekolah memfasilitasi tenaga pendidik guru agama Kristen. "Di sekolah kami tak ada guru agama Kristen, saya berharap supaya ada guru agama Kristen dan kami dapat belajar agama Kristen di sekolah," ujarnya Senin (23/1). Nehsya Panjaitan siswa kelas 2 SD Negeri 008 juga mengakui bahwa mereka tak punya guru agama Kristen. "Kami tak pernah belajar agama Kristen di sekolah. Padahal sekolah kami sekolah negeri," katanya.
 Ditemui di kantornya, Senin (23/1) Hasrianto, SPd Kepala Sekolah SD Negeri 008 menyatakan bahwa ia membenarkan guru agama Kristen belum ada hingga kini. "Saat ini guru agama Kristen tak ada. Saya rasa guru agama Kristen tak begitu penting, prioritas saya adalah mencari guru olahraga,”ujarnya. Ditambahkannya, jikalau dirinya mengutamakan guru agama Kristen sementara guru olahraga tak ada, maka dinas pendidikan bisa menertawai kepala sekolah. "Kalau saya mengutamakan guru agama Kristen daripada guru olahraga misalnya, dinas pendidikan nanti bisa menertawakan saya. Siswa beragama kristen tercatat 36 orang, 26 Protestan dan 10 Katolik," katanya.
 Sementara itu penjelasan dari Pdt. Lasria Panjaitan menyatakan bahwa siswa Kristen yang memperoleh nilai dari Gereja Bethel Indonesia sebanyak 20 orang. Sedangkan Ny.Pendeta Lamhot Manalu menjelaskan dari GPDI (Gereja Pentakosta Di Indonesia) siswa Kristen 7 orang dan dari HKBP berjumlah 24 orang.

Mayoritas Suku Dayak Beragama Islam

Salah satu pengurus Dewan Masjid Provinsi Kalimantan Barat, Haji Leno (64 tahun), mengakui, sebagian besar Suku Dayak di Kalimantan, baik di Indonesia maupun di Malaysia, beragama Islam, mewartakan netralitas.com (sejumlah suku-sukunya beragama Hindu, Kristen dan Buddha, - catatan oleh Dr. Igor Popov). “Kalau masih ada oknum menuding orang Dayak kafir, sama saja melecehkan dan mendiskreditkan Umat Islam itu sendiri,” kata Leno di Pontianak, Senin (23/1).
 Hal itu dikemukakan Leno menanggapi cemarah Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (DPP MUI), Tengku Zulkarnain yang sudah tersebar di youtube, dengan mengatakan Suku Dayak tidak layak masuk surga, karena selalu kompok kafir derajatnya lebih rendah dari binatang. Menurut Leno, apapun yang diucapkan Tengku Zulkanain sama sekali tidak bisa dibenarkan, karena terbukti telah menebar sikap kebencian, permusuhan dan fitnah terhadap pihak yang di luar Agama Islam. Tim Advokasi dan Konsultasi Hukum Majelis Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Yohanes Nenes, mengatakan, tetap menuntut polisi melakukan pemeriksaan terhadap Tengku Zulkarnain, karena selaku tokoh agama tidak bisa menunjukkan diri sebagai figur pengayom antar kelompok masyarakat. Dikatakan Yohanes Nenes, saat ini terus dilakukan upaya melengkapi berkas atas tudingan penistaan, setelah Tengku Zulkanain resmi dilaporkan ke penyidik Polisi Daerah Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa, 17 Januari 2017.

Sensasi Maulid Khas Aceh di Kuala Lumpur

Tanggal 15 Januari, sudah masuk pertengahan bulan Rabiulakhir. Perayaan Maulidur Rasul masih banyak diadakan di berbagai wilayah di Aceh. Karena memang kebiasaannya Kenduri Maulid akan berlangsung sampai sebulan setelah Rabiulawal berakhir. Kondisi ini ternyata juga diteruskan oleh masyarakat Aceh yang menetap di Kuala Lumpur. Siang tadi, saya berkesempatan ikut merasakan kemeriahan perayaan tersebut.
 Berdasarkan netralitas.com, Maulidur Rasul Akbar diadakan setiap tahun oleh Komunitas Masyarakat Aceh Malaysia. Seluruh masyarakat Aceh yang ada di sekitar Kuala Lumpur, umumnya, tidak melepaskan peluang hadir memeriahkannya. Tidak terkecuali kami sekeluarga. Sedikit berjalan kaki menuju deretan kemah yang lumayan panjang. Hampir seluruh Lorong Raja Bot tersebut dipenuhi meja-meja dengan kursi yang ditata dan disusun seperti layaknya kenduri di kampung nenek saya di Pidie. Deretan botol air mineral dan tisu disusun rapi di setiap meja. Pemandangan lain yang mengagumkan adalah antrian panjang di semua meja hidangan bagian lelaki. Bahasa Aceh mulai berseliweran di telinga. Seperti pulang kampung jadinya. Hahahha. Kami terus berjalan menuju panggung utama. Bukan untuk duduk di kursi VIP lho...hahhaha. Tapi, meja hidangan untuk perempuan adanya di samping panggung utama. Hahhah. Antrian di bagian perempuan tidak sepanjang di bagian lelaki. Hanya dalam masa beberapa menit saya dan Azizah sudah mendapatkan hidangan mantap khas Kenduri Maulid di Aceh. Gule Boh Panah atau Gulai Nangka. Walaupun isinya bukan nangka...hahhah, tapi namanya tetap lebih mantap kalau disebut Gulai Nangka. Nangkanya diganti kentang. Bahan utama lain adalah daging lembu. Bau harumnya sudah menggoda selera, menggugat iman, melupakan niat untuk kurus sejenak. Hahhaha. Menurut info yang diberikan panitia, chefnya didatangkan khusus dari Padang Tiji, Pidie, Aceh. Patutlah rasanya memang sebijik macam kat Aceh...gitulah kalau Upin Ipin bilang. Menunya sederhana, tapi luar biasa rasanya. Apalagi feel rindu kampung dan sudah lama sekali tidak merasakan mood maulid di kampung, jadinya semua rasa, sedaaap di mulut. Walaupun cuma nasi putih dan kuah boh panah. Ditambah dua potong semangka. Nikmatnya luar biasa. Dari cerita beberapa orang yang duduk semeja, mereka bilang, menu kali ini sedikit, biasanya macam-macam ada. No problemlah menunya sedikit, bagi saya ini sudah nikmat yang luar biasa. Terima kasih Tuhan, untuk kesempatan ini. Sambil menghabiskan hidangan, di pentas utama telah berlangsung pembukaan program. Diawali bacaan doa, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an. Sepatah dua kata dari Ketua Komunitas Masyarakat Aceh Malaysia, Tuan Haji Mansur Usman, juga dari Dubes KBRI-KL, Herman Prayitno, dan diakhiri ucapan peresmian oleh Datuk Johari Abd Gani, Ahli Parlimen Titiwangsa, sekaligus Menteri Keuangan Kedua Malaysia. Kami mengikuti program sampai peresmian saja, karena harus segera pulang.

Masjid Terkena Dampak Tol Soroja, Mulai Dibangun

Bupati Bandung Dadang M Naser beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa meletakkan batu pertama pembangunan mesjid Nurul Falah dan Al Amanah di Kampung Pasirmalang Desa/Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa (24/1), mewartakan republika.co.id. Kedua masjid tersebut direlokasi karena terkena dampak pembangunan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). 
 Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengaku, dengan pembangunan tol, maka perekonomian masyarakat di Bandung selatan akan meningkat ribuan kali.  "Kami berterima kasih kepada warga Margaasih, jamaah Nurul Falah dan Al Amanah yang mendukung pembangunan Tol Soroja dan mau bersabar sampai proses pembangunan masjid barunya," ujarnya. Menurutnya, pembangunan dua mesjid tersebut diharapkan membuat dakwah berjalan lebih baik serta meningkatkan aktivitas dakwah dan keagamaan di Margaasih. Selain itu, jarak tempuh Soreang-Bandung lebih cepat hanya 10 menit. Direncanakan, kata Iwa, pada April mendatang, Tol Soroja dengan panjang 10,57 Km penghubung Soreang-Bandung sudah bisa diujicoba. Selain itu, ke depan diharapkan akan mendorong pembangunan jalur Ciwidey-Cianjur Selatan. Dirinya pun mengingatkan agar jalan Tol Soroja tidak menimbulkan bottle neck karena jalan lain tidak dibangun. Oleh karena itu, pihaknya akan melebarkan jalur Ciwidey ke Cianjur Selatan. 

Hari Raya Hindu Tamil “Thaipusam” Masuk Kalender Event Pariwisata Sumut

Perayaan “Thaipusam,” ritual agama Hindu dalam rangka menghormati Dewa Murugan atau Dewa Subramaniam, yang diselenggarakan setiap tahun diharapkan dapat dimasukkan dalam kalender event pariwisata Sumatera Utara (Sumut), mewartakan lintasmedan.com. “Kami berharap Pemprov Sumut dapat memasukkan kegiatan ritual yang rutin dilakukan setiap tahun oleh umat Hindu tersebut, ke dalam kalender event pariwisata,” kata Wakil Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut Manogren, di Medan. Harapan tersebut disampaikan Manogren bersama segenap pengurus PHDI Sumut saat melakukan audiensi ke Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. Selama ini, menurut dia, setiap tahun ribuan umat Hindu di Sumut berangkat keluar negeri di antaranya ke Malaysia untuk mengikuti perayaan Thaipusam, karena ritual keagamaan itu belum pernah digelar dalam skala besar di Sumut. Jika perayaan serupa digelar di Indonesia, pihaknya menyatakan optimistis akan cukup banyak umat Hindu dari mancanegara yang datang untuk mengikuti ritual keagamaan tersebut. Kedatangan umat Hindu dari berbagai negara itu, kata Manogren, dipastikan akan ikut memberi kontribusi secara siginifikan bagi perolehan devisa dari sektor pariwisata. Karena itu, lanjut dia, pengurus PHDI Sumut pada 9 Februari 2017 akan menggelar perayaan Thaipusam di Medan. “Pada perayaan nanti akan dipertunjukan sebuah kereta kencana yang berusia 122 tahun,” ujarnya. Ia memperkirakan, pada perayaan Thaipusam di Medan akan dihadiri ribuan umat Hindu di Sumut dan dari sejumlah negara.

Kemenag Harap Perguruan Tinggi Islam Perkaya Literasi Moderasi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lebih aktif dan progressif dalam melahirkan literasi moderasi, mewartakan kemenag.go.id. Bahkan tidak hanya literasi, Tridharma perguruan tinggi di PTKIN juga diminta agar lebih diarahkan pada semangat untuk mengawal moderasi. Hal ini disampaikan Menag Lukman saat memberikan kuliah umum di IAIN Sutan Amai Gorontalo yang bertajuk Pengautan PTKIN Merespons Isu-Isu Radikalisme dan Intoleransi. Hadir dalam kesempatan ini, Rektor IAIN Sultan Amai Kasim Yahiji, Bupati Gorontalo Nerlon Pamolangi, serta Sedtijen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Direktur Pembinaan Haji dan Umrah. Dua nama terakhir adalah bagian dari keluarga besar IAIN Gorontalo.

Deretan Daerah yang Menolak Kehadiran FPI

Pendiri Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, kemarin mengunjungi Pondok Pesantren Romlah Asshomadiyyah di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Namun, beberapa hari sebelum Rizieq datang, warga Banyumas dari lintas elemen menyatakan menolak kehadirannya. Aksi penolakan ini menambah daftar panjang deretan daerah yang sebelumnya menolak Rizieq Shihab. Dari penelusuran Okezone, paling tidak, di tiga pulau besar Indonesia, ada daerah-daerah yang pernah menyatakan menolak kehadiran ormas dan pimpinannya itu. Bahkan, di Kalimantan, Suku Dayak pernah mendeklarasikan perang apabila Rizieq Shihab menginjakkan kaki di Bumi Borneo tersebut. Berikut daerah-daerah yang pernah menolak kedatangan Rizieq Shihab dan FPI: Banyumas, Purwakarta, Demak, Tulungagung, Padang, Palangkaraya, Samarinda.

Para Ormas Muslim Bali tolak Front Pembela Islam (FPI)

Organisasi masyarakat (Ormas) Muslim dan lintas Agama di Bali (Baladika Bali, kelompok antar etnis Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus), Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Ikawangi, Nahdlatul Ulama Bali, perwakilan masyarakat Pasundan Bali, Masyarakat Muslim Serangan (Rodhat, Pasukan Perang Bugis), dan Perwakilan masyarakat Muslim Ubung Kaja, dan beberapa elemen lainnya) menyatukan tekad dalam apel Kebhinekaan NKRI di Lapangan Niti Praja Lumintang Denpasar, untuk menolak Front Pembela Islam (FPI), Minggu, kabarnya antaranews.com. Koordinator pemuda Ansor Perwakilan Bali, Amron mengatakan, umat lintas agama di Bali sejak ratusan tahun silam hidup harmonis, rukun berdampingan satu sama lainnya. Semua pihak lintas agama bertekad untuk lebih memantapkan kerukunan yang selama ini di Bali tidak pernah menimbulkan konflik. "Kerukunan dan keharmonisan itu dapat dilihat jika salah satu umat beragama sedang merayakan hari besar keagamaan, misalnya Idul Fitri, Nyepi, Natal ataupun Imlek kami selalu bahu membahu untuk mengamankan peraayaan keagamaan tersebut," ujar Amron seusai mengikuti apel Kebhinekaan tersebut. Ia mengaku pihaknya menolak keberadaan FPI dengan alasan organisasi itu bisa merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Balai Basarah Hindu di Katingan Kalimantan Rampung

Berdasar laman kemenag.go.id, Kasi Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan Maya Mulyono meninjau langsung Balai Basarah Antang Bajela Bulau di Desa Tumbang Pangka, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, pada 8 Januari tahun ini. Bangunan ini merupakan tempat ibadah umat Hindu Kaharingan. Rumah ibadah ini mendapat bantuan rehab dari Kantor Kementerian Agama Katingan pada tahun 2016 lalu. "Ya proses rehabnya sudah tuntas dan hasilnya cukup memuaskan, semoga umat kita semakin rajin dan konsen dalam beribadah," ucap Maya Mulyono. Dikatakan, bangunan dapat direhab dengan baik dan tepat waktu berkat kerja sama panitia pembangunan serta umat Hindu Kaharingan yang ada di desa itu. "Saya ucapkan selamat kepada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pangka. Semoga makin giat beribadah dan semakin konsentrasi," ucapnya.

Kemenag Dukung Pertemuan Ulama Tarekat se-ASEAN

Kementerian Agama mendukung rencana pertemuan Ulama Tarekat se-ASEAN yang akan diselenggarakan oleh Dewan Ulama Tarekat Indonesia (DUTI). Dukungan ini disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin saat menerima rombongan DUTI yang dipimpin oleh Tengku Syeikh Muhammad Ali Ar-Rabbani yang juga Mursyid Tarekat Qodiriyah Hanafiyah, di Jakarta. Mengikut laman kemenag.go.id, pertemuan Ulama Tarekat ini akan diselenggarakan di Ponpes Tasawuf Rabbni, Desa Koto Sani Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat pada 1 - 2 April 2017 mendatang. "Apa yang dilakukan oleh para Ulama Tarekat ini sangat sejalan dengan visi dan misi Kemenag. Sebagai perwakilan dari Pemerintah, sudah menjadi kewajiban Kemenag untuk mendukung kegiatan mulia ini, minimal Pemerintah memfasilitasi. Kami, Kementerian Agama mendukung pertemuan ini," terang Menag, Jumat (20/01). "Kegiatan ini sangat penting. Untuk itu, jika diijinkan, kami akan menyampaikan ke Bapak Presiden. Tapi semua tergantung Panjenengan semua," imbuh Menag.
 Menurut Tengku Syeikh Muhammad Ali Ar-Rabbani, pertemuan ini merupakan perkembangan dari pertemuan sebelumnya yakni pertemuan Ulama Tarekat se Sumatera Barat yang menghasilkan DUTI. Dalam kegiatan yang akan mengangkat tema: Cinta Agama, Bela Negara tersebut, beberapa Ulama Tarekat dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura juga telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. "Saat ini kami masih menunggu konfirmasi dari Ulama Tarekat di Filiphina dan Thailand," terangnya. "InsyaAllah nanti akan kita deklarasikan Dewan Ulama Tarekat se-ASEAN. Ketua Jatman Habib Lutfi bin Yahya juga bersedia hadir," imbuh Syeikh Ar-Rabbani.
 Dalam silaturahim tersebut, didiskusikan sejarah perjalan para Ulama Tarekat dari Maroko Afrika Barat, Russia, China, India hingga Nusantara.

Tujuh Agama Peringati Haul Gus Dur

Ratusan umat dari tujuh agama di Kabupaten Tegal memperingati Haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Durdi Gedung Korpri Slawi, Kamis (19/1) malam, mewartakan suaramerdeka.com. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Silahturahmi Nusantara (FSN) itu, dimaksudkan untuk menyatukan umat beragama di kabupaten tersebut. Hadir dalam kegiatan ini, putri Gus dur, Inayah Wahid, Romo Fran Magnis Suseno dan KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dari Yogyakarta. Kegiatan juga diwarnai dengan talk show dari tujuh orang pemuka agama dan kepercayaan. Mereka antara lain, pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan Kejawen Manages (Manages adalah salah satu kelompok baru dari kepercayaan Kebatinan yang cenderung ajaran dari Majapahit, - catatan oleh Dr. Igor Popov).
 Dalam talk show itu, mereka serentak menyatakan bahwa Gus Durmerupakan satu-satunya Presiden RI yang berhasil menyatukan berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia. Ketujuh tokoh agama ini, sangat berterima kasih kepada Presiden ke-4 itu. ”Gus Dur adalah bagian dari bapak kami. Kami tidak dianggap sebelah mata,” kata salah satu pemuka agama dari Kejawen Maneges, Rosa.
 Begitu pula dengan salah satu Romo Yatno. Pihaknya juga sangat menjunjung tinggi nama Gus Dur. Tanpa disatukan oleh Gus Dur, menurutnya, umat beragama di Indonesia mungkin tidak akan bisa menyatu. ”Berbeda itu indah, tapi kalau membedakan itu jahat,” ujar Romo Yatno.
 Antara lain, tari nusantara gemilang, tari maneges, pencak silat pagar nusa NU, tari merak dari agama Hindu, tari golek tirto kencono dari agama Budha dan penampilan barongsai dari agama Kong Hu Cu. Dalam pementasan itu, ada yang membuat para penonton terpukau. Paduan suara dari Gereja Katolik berkolaborasi dengan grup musik pemuda NU melantunkan lagu Tombo Ati.

Menag Harap SBSN Bisa Digunakan Bangun Madrasah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap agar dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ke depan, bisa digunakan juga untuk membangun madrasah. Harapan ini disampaikan Menag saat rapat kerja dengan Komisi VIII di Gedung DPR RI Jakarta, memberitahu laman kemenag.go.id. Lukman menjelaskan, bahwa Kementerian Agama memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai lembaga dengan andil terbesar dalam SBSN. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan Kementerian Agama untuk menempatkan tidak kurang dari Rp 35 triliun dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau dana haji dalam skema SBSN.
 Kementerian Agama terus menggalakkan program pembangunan infrastruktur dengan dana yang bersumber dari SBSN. Pada tahun 2016 misalnya, Kemenag telah membangun 181 Balai Nikah dan Manasik Haji KUA. Pada tahun ini, rencananya akan kembali dibangun lebih dari 250 Balai Nikah dan Manasik Haji KUA. Pembangunan sarana dan prasarana pelayanan juga terus dilakukan oleh Kementerian Agama di Asrama Haji Embarkasi dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Negeri. Ke depan, diharapkan dana SBSN juga bisa digunakan untuk membangun madrasah di seantero Nusantara.

Saksi Eks Gafatar: Kami Taat Hukum

Sidang terhadap tiga petinggi Eks Gafatar, yakni Mahful Muis Tumanurung, Abdussalam (alias Ahmad Mushaddeq) dan Andry Cahya, kembali digelar yang kedelapan kalinya Kamis (29/12/2016) lalu, mewartakan laman icrp-online.org. Persidangan mendatangkan saksi Rio Putra selaku mantan Bendahara Gafatar Daerah Jawa Tengah. Dalam persidangan, terungkap bahwa tidak ada instruksi makar seperti yang selama ini didakwakan. Dalam persidangan, petinggi eks gafatar membantah tuduhan makar dan isu pelatihan pasukan bersenjata di dalam hutan serta pembelian senjata untuk persiapan perang. Hal tersebut di kuatkan dengan pernyataan saksi, Rio Putra, yang dihadirkan. Kasus ini bermula dari penolakan oknum masyarakat di Kabupaten Mempawah terhadap warga Eks Gafatar. Ditengarai, terdapat isu penyebaran aliran sesat serta pembentukan pemerintahan bayangan. Hal ini berakibat kepada dipulangkannya secara paksa ribuan warga Eks Gafatar ke kampung halamannya masing-masing, dan kerugian atas aset dan kepemilikan pribadi warga Eks Gafatar. Gangguan psikologis dan tekanan mental pun menimpa warga Eks Gafatar akibat trauma yang ditimbulkan. Dakwaan atas tuduhan permufakatan makar tersebut muncul disebabkan banyaknya elemen-elemen dalam pemerintahan yang diadopsi oleh organisasi Eks Gafatar atau NKTN dalam menjalankan roda organisasinya. Seperti penggunaan istilah Presiden, Wakil Presiden dan Gubernur yang diakui oleh sebagian anggotanya hanya sebatas ungkapan peningkatan gengsi pribadi semata. Sejalan dengan hal tersebut, persidangan lanjutan Desember 2016 memfokuskan kepada dugaan pola permufakatan makar di dalam program kedaulatan pangan yang digagas oleh anggota NKTN.

Jamaah Muslimin (Hizbullah) Adakan Seminar Kesehatan

Ratusan orang se-Jabodetabek menghadiri seminar kesehatan yang diadakan Majelis Taklim dan Tarbiyah Jamaah Muslimin (Hizbullah) yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Bogor, Ahad (8/1). Bersumberkan mirajnews.com, acara yang mengambil tema “Menjadi Dokter Di Rumah Sendiri,” menghadirkan tiga pemateri yaitu Dirut Klinik Sehat, Agus Rahmadi, Staf Ahli Rumah Sakit Pusat Pertamina / RSPP Jakarta, Joko Wiyono dan Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur. Ketua Panitia Wahyudi KS mengatakan tema yang diambil untuk menyadarkan masyarakat agar kembali kepada pengobatan herbal dan mengikuti prilaku Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “Kita harus berhati-hati dan menyadari bahwa pengobatan yang beredar di masyarakat banyak mengandung babi, alkohol, narkoba dan insulin dari sisa orang mati,” katanya. Karenanya dia meminta agar masyarakat bisa cerdas mengambil jalan untuk pengobatan dengan tidak bergantung pada obat yang notabanenya memiliki kandungan yang diharamkan Allah Subahana Wa Ta’ala. Namun dia yang juga praktisi herbalis mengatakan pula tidak menyalahkan medis dan tidak membenarkan herbal seratus persen. “Karena ada di mana keadaan yang memang suatu saat kita menggunakan medis, ketika herbal belum bisa mengobatinya,” tegasnya. Dalam kesempaatan yang sama Joko Wiyono, Staf Ahli RSPP Jakarta mengatakan memperhatikan makanan yang halal dan baik menjadi salah satu cara kita terhindar dari penyakit. “Kita hendaknya memperhatikan makan halal dan toyyib yang bisa menjadi pencegah dari berbagai penyakit,” kata Joko Wiyono. Sementara itu, Dirut Klinik Sehat, Agus Rahmadi menambahkan dengan mengikuti prilaku Rasulullah Shallallahu ‘alahi Wasallam bisa menjadi pengobatan. 

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) akhirnya memiliki logo resmi

Mengikut laman resmi mirifica.net, didesain oleh Tim Dokumentasi dan Penerangan (Dokpen) KWI, logo ini diluncurkan 1 Januari lalu. Berikut logonya:
Seperti halnya logo lain, setiap teks dan gambar memiliki makna. Berikut penjelasan atribut logonya:
Salib melambangkan Yesus Kristus dan pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Tongkat adalah lambang penggembalaan uskup. skup melambangkan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh para uskup. Dengan mengenakan atribut keuskupan maka secara simbolis, para uskup telah menerima tanggung jawab sebagai gembala umat Allah di dunia ini. Tiang-tiang cahaya melambangkan kasih Kristus yang menyinari perjalanan/perjuangan para uskup dalam menjalankan karya-karya keuskupan demi memuliakan Nama Allah. Sementara bingkai lingkaran melambangkan persatuan para uskup di Indonesia dalam menjalankan karya keuskupannya. Teks “KWI” melambangkan Konferensi Waligereja Indonesia sebagai wadah persatuan para uskup dalam menjalankan tugasnya. Warna Putih melambangkan kemurnian, kesucian, dan kelahiran. Warna Kuning adalah simbol cahaya dan kemurnian. Warna ini juga melambangkan kebahagiaan. Dalam logo ini, warna kuning dipakai untuk melambangkan cahaya kasih Kristus. Warna Biru menandakan langit biru atau udara yang memberi hidup dan sering menandakan harapan atau kesehatan yang baik. Warna Cokelat adalah warna kesederhanaan (‘earth color‘) atau down to earth.