Festival Hindu Kaharingan ke-8 Provinsi Kalimantan Tengah

Kuala Kurun (Inmas) Sejak 25 November silam, Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas menjadi pusat pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) VIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang melibatkan umat Hindu Kaharingan itu telah berakhir pada 30 November (Hindu Kaharingan adalah aliran Hindu lokal orang Dayak di Kalimantan Tengah yang berbeda dengan Hindu Bali, - catatan oleh Dr. Igor Popov). Berdasar laman kemenag.go.id, FTIK diikuti 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, dibuka langsung oleh Gubernur H. Sugianto Sabran, Sabtu (26/11). Pembukaan kegiatan keagamaan dua tahunan tersebut dipusatkan di stadion mini Kuala Kurun. H. Sugianto Sabran meminta masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjaga dan meningkatkan kebersaman dan kerukunan umat beragama. FTIK harus bisa menjadi wahana untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bahwa kerukunan umat bergama merupakan sebuah hal yang harus dijaga. "Melalui Festival Tandak Intan Kaharingan ini, kita tingkatkan kebersamaan dan toleransi antar umat beragama," kata Sugianto.
 Gubernur akan menambah memberi hadiah kepada para peserta yang juara I akan mendapat kan uang tunai 70 juta rupiah, juara II mendapat 50 juta rupiah, Juara III mendapat uang tunai 40 juta rupiah dan untuk peserta terbaik akan di berangkatkan ke India sebanyak 20 orang plus sumbangan dari DAD Prov. Kalimantan Tengah bagi peserta terbaik 5 orang akan ikut di berangkat ke India jadi keseluruhan 25 orang akan di berangkatkan.
 Turut hadir dalam pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama I Ketut Widnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. Abdul Halim H Ahmad, serta sejumlah pejabat lainnya. "Festival Tandak Intan Kaharingan di Gunung Mas diikuti oleh 1062 peserta," sebut Bupati Arton S. Dohong. Cabang lomba yang digelar diantaranya tari-tarian, vokal grup, bedehem atau siraman rohani, kidung rohani, menandak, pembacaan kitab suci Penaturan dan penerjemahanya, cerdas cermat, tarian bernafaskan agama Kaharingan, karungut, menjawek, menarek katupat tampung tawar, dan beberapa cabang lomba yang bernuasa keagamaan lainnya. Perlombaan digelar di beberapa tempat, seperti stadion mini Kuala Kurun, GPU Damang Batu, pendopo rumah jabatan Bupati Gunung Mas dan Kantor Dewan Adat Dayak Gunung Mas. 

Mahasiswa-mahasiswi Hindu Dayak (sumber foto: stahntp.ac.id)

Komentar

Pos populer dari blog ini

KERUKUNAN UMAT HINDU DAN ISLAM DI PURA LINGSAR LOMBOK

Patung Buddha di Vihara Tanjung Balai Pecinan Digusur Karena Dianggap Menghina Agama Islamis