HNW Ajak Umat Islam Bali Jaga Kebersamaan

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengajak komunitas Islam di Bali untuk menjaga kebersamaan dengan komunitas lainnya, kabarnya laman khazanah.republika.co.id. Dengan kebersamaan itulah, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga. "Semangat kebersamaan itu perlu dijaga. Dan itulah NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini menjadi modal yang harus dijaga," kata Hidayat Nur Wahid dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan komunitas muslim di Bali, Kamis (11/8). Menurut Hidayat, kebersamaan itu sudah ada sejak pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam BPUPKI, ada kebersamaan para tokoh dari berbagai kelompok dan golongan seperti dari NU, Muhammadiyah, dan lainnya. "Semua berkiprah memperjuangkan Indonesia merdeka. Semangat kebersamaan ini perlu dijaga," ujarnya. Hidayat juga menceritakan kebersamaan yang dicontohkan Nabi Muhammad, ketika di Madinah dengan membuat Piagam Madinah. Dengan Piagam Madinah, umat Islam yang menjadi mayoritas hidup berdampingan dengan masyarakat non-Muslim yang minoritas. Oleh karena itu, ia meminta para tokoh dan komunitas muslim untuk menghadirkan Islam yang nyaman dan tidak mengganggu. "Kehadiran umat Islam harus memberi manfaat. Islam yang rahmatan lil alamin," ucapnya. Hidayat menambahkan, secara sosial umat Islam di Bali harus memberi manfaat dan secara politik komunitas umat Islam menjalin komunikasi dan saling mendukung. Perlu komunikasi di antara komunitas muslim sehingga menjadi kuat. ''Dengan demikian umat Islam memiliki posisi tawar," katanya. 
 Pertemuan di Hotel Inna Bali, Denpasar pada Kamis (11/8) antara lain dihadiri KH Hasan Ali (penasihat MUI Bali), Taufik As'ad (Ketua MUI Bali), Maman Supratman (Ketua IPHI Bali), dan Soenmandjaja (wakil ketua Badan Pengkajian MPR).

Komentar

Pos populer dari blog ini

KERUKUNAN UMAT HINDU DAN ISLAM DI PURA LINGSAR LOMBOK

Patung Buddha di Vihara Tanjung Balai Pecinan Digusur Karena Dianggap Menghina Agama Islamis

Festival Hindu Kaharingan ke-8 Provinsi Kalimantan Tengah