Rapat koordinasi bersama tokoh agama Buddha di Kementerian Agama

Sekretaris Jendral Kementerian Agama Nur Syam menyampaikan apresiasi saat memimpin rapat koordinasi bersama tokoh agama Buddha pada 10/8 di Gedung Kementerian Agama Jl. MH. Tamrin Lantai 3 Jakarta, memberitahu laman kemenag.go.id. Acara yang di ikuti sekitar 90 orang sekaligus pembubaran panitia Dharmasanti Waisak 2560 BE 2016 terkesan santai dan istimewa karena di hadiri  Sekjen KASI YM. Bhikkhu Jayamedho, DPP WALUBI Siti Hartati Murdaya, para ketua majelis yang tergabung dalam WALUBI, DPP MBI, DPP MAGABUDHI, PP Hikmahbudhi, pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.
 Dalam pengarahannya Sekjen Kemenag Nur Syam yang didampingi Sesditjen Caliadi dan DPP WALUBI Arief Harsono menyampaikan Visi dan Misi Kementerian agama yaitu meningkatkan pemahaman keagamaan dan meningkatkan kwalitas Tri Kerukunan hidup beragama. Masih menjadi PR besar bagi kita semua dalam memahami perbedaan namun bagaimana membangun kerukunan secara harmonis. Bangsa yang besar adalah bangsa yang pernah jatuh dan bangkit kembali, sebagai salah satu pendewasaan dan pelajaran bagi kita untuk menata kehidupan ini dengan melakukan sesuatu di masa yang akan datang tegasnya. Sambil mengutip kalimat Hasyim Muzadi yaitu" dalam membangun kerukunan hendaknya yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda jangan di samakan". Nur Syam menegaskan bahwa setiap agama pasti berbeda seperti dalam sebutan Tuhan, tata cara ritual dan upacara maupun kitab sucinya. Jadi prinsipnya kita harus menghormati perbedaan agar terjalin kehidupan yang harmonis sambil mencontohkan perbedaan di Muhamadiyah dan NU. Di akhir pengarahan Nur syam berpesan agar serapan Ditjen Bimas Buddha harus meningkat karena itu merupakan roh/spirit bagi Ditjen Bimas Buddha. Terutama transparansi tidak hanya APBN namun Non APBN, ikuti mekanisme sesuai regulasi yang ada agar akuntabilitas dan akuntabel dapat tercapai.

Komentar

Pos populer dari blog ini

KERUKUNAN UMAT HINDU DAN ISLAM DI PURA LINGSAR LOMBOK

Patung Buddha di Vihara Tanjung Balai Pecinan Digusur Karena Dianggap Menghina Agama Islamis

Festival Hindu Kaharingan ke-8 Provinsi Kalimantan Tengah