Puncak Ritual Mayat Berjalan Suku Toraja

Ritual Manene merupakan tradisi unik. Ritual ini dilakukan untuk mengganti baju jenazah yang usianya mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Mengikut laman sindonews.com, ritual ini hanya ada di Toraja, Sulawesi Selatan. Ritual Manene hanya dilakukan oleh warga Dusun Rante Tanga Tondok, Desa Pangala, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara. Ritual dilakukan, pada Selasa 30 Agustus 2016. Ritual ini merupakan tradisi yang langka, karena hanya dapat ditemukan pada suku Roraja yang ada di Roraja Utara. Dalam ritual kali ini, sebanyak 16 jenazah atau mayat yang sudah berusia puluhan tahun, bahkan ratusan tahun dikeluarkan dari patane atau liang batu (kuburan batu khas suku Toraja). Kemudian, ke-16 jenazah yang terdiri dari dua rumpun keluarga, yaitu rumpun keluarga Nek Kendek sebanyak 13 jenazah, dan rumpun keluarga Nek Sulu sebanyak tiga jenazah dimandikan. Puncak ritual adat unik mengganti baju jenazah dan mayat berjalan ini berlangsung hari ini, Rabu 31 Agustus 2016 yang akan lebih sangat memukau mata para pemirsa, melihat keunikan adat istiadat yang ada di Indonesia.

Kementerian Agama soroti kekurangan perempuan ulama

Belakangan ini, jumlah perempuan yang menjadi ulama dirasa makin berkurang. Kementerian Agama memberi perhatian khusus terhadap kelangkaan itu dan berupaya meningkatkan jumlahnya, memberitahu antaranews.com. Salah satu tokoh perempuan ulama intelektual yang berpengaruh pada masanya adalah almarhumah Prof Dr Zakiah Daradjat. Pembaruan pola pendidikan madrasah dia lakukan dan hasilnya masih berlangsung hingga kini. "Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Agama adalah memberikan beasiswa strata dua ilmu Al Quran khusus bagi para calon ulama perempuan," kata Menteri Agama, Lukman Saifuddin, dalam pernyataan, di Jakarta, Sabtu. Dia nyatakan itu pada wisuda ke-17 dan dies natalis ke-39 IIQ, di Pesantren Takhassus Al Quran IIQ, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu. IIQ satu-satunya lembaga pendidikan tinggi Islam swasta di Indonesia untuk tingkat S-1 yang secara khusus mendidik kaum perempuan dengan konsentrasi pada bidang ilmu-ilmu Al Quran, khususnya tahfiz, tafsir, rasm, dan qiraat. Menurut dia, tahun ini Kementerian Agama akan memberikan beasiswa S-2 khusus bagi kaderisasi ulama perempuan yang ditempatkan di kampus IIQ Jakarta. Program S-2 ini menggunakan format kelas internasional dengan bahasa pengantar bahasa Arab. Pada kesempatan itu dia juga meresmikan pembukaan program doktor di Institut Ilmu Al Quran yang mengambil konsentrasi pada bidang kajian ilmu Al Quran, khususnya qiraat, rasm, dan tahfiz. Pada bagian lain, dia bersyukur saat ini minat umat Islam di Indonesia untuk belajar Al Quran semakin meningkat. Berbagai metode baru belajar Al Quran muncul yang didukung berbagai aplikasi teknologi modern, serta banyak sekali program tahfidz Al Quran. 

Imigrasi Imbau Buddhis Indonesia Waspadai Bhiksu Palsu

Sesuai dengan laman Bhagavant.com, sebuah imbauan agar mewaspadai keberadaan para bhiksu palsu, disampaikan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat kepada masyarakat khususnya umat Buddha yang tinggal di Indonesia. Imbauan untuk berhati-hati dengan adanya orang yang mengaku sebagai bhiksu yang datang ke rumah atau toko untuk mengemis, disampaikan oleh pihak imigrasi Jakarta Barat setelah menangkap dua orang warga negara Republik Rakyat Tiongkok, yaitu Yao Xianhua (51) dan Hu Qiyan (57) pada Kamis (18/8/2016). “Imbauan ke masyarakat sendiri, kita sudah sampaikan kemarin melalui suhu yang dari (Vihara) Ekayana supaya masyarakat Buddha hati-hati. Surat edaran dari Kementerian Agama, pemerintah sudah mengimbau terkait bhiksu palsu,” kata Syamsul Effendi Sitorus, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Selasa (23/8/2016). Yao Xianhua dan Hu Qiyan yang menyerupai bhiksu ditangkap saat petugas imigrasi melakukan operasi rutin. Yao Xianhua yang pertama kali tertangkap tangan meminta-minta uang atau mengemis di Unit Layanan Paspor Angke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, mengaku biasanya mengemis dengan rekannya bernama Qiyan. Akhirnya Qiyan juga ditangkap dari tempat penginapan mereka di sebuah hotel di Pintu Besar, Jakarta Barat. Keduanya mengaku sebagai bhiksu dari Vihara Ekayana Arama, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Namun, setelah dicek dengan dibantu dari pihak Vihara Ekayana Arama, keduanya bukan bhiksu dari Vihara Ekayana Arama bahkan bukan seorang bhiksu. Syamsul mengatakan, keduanya adalah bhiksu palsu karena masih kurang memahami pengetahuan tentang Agama Buddha. Mereka hanya bermodal tasbih, buku agama berbahasa Mandarin dan kitab-kitab untuk menarik perhatian masyarakat. Dalam kasus ini, pihak imigrasi mengamankan sejumlah barang bukti seperti jubah bhiksu, buku dan kitab, mangkuk kayu, uang sejumlah 9.120 Yuan, 280 dolar Hongkong, serta 240.000 rupiah.

Kedubes RI untuk Malaysia Siap Promosi Wisata Halal Indonesia

Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia untuk Malaysia menyatakan siap mempromosikan wisata halal Indonesia di negeri jiran mengingat potensi besar pasar Muslim yang bisa digarap dan dioptimalkan. Mengikut laman Republika.co.id, Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/8), menjelaskan pihaknya siap mengambil bagian untuk mendistribusikan dan mempromosikan wisata halal Indonesia di Malaysia.
 "Salah satu yang pernah kami lakukan yakni kami telah mempromosikan Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada April 2016 sebagai destinasi halal terbaik bagi wisatawan Malaysia," katanya. Menurut dia, jumlah wisatawan Muslim  terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada 2014 tercatat pengeluaran pasar Muslim global mencapai 11 persen dari total pengeluaran wisatawan global secara keseluruhan yang mencapai 142 miliar dolar AS. Ke depan, jumlah itu diproyeksikan naik dua kali lipat pada 2020 dengan jumlah 233 miliar dolar AS atau 13 persen dari total pengeluaran global. "Dari sisi nilai, dibandingkan segmen yang lain di dunia, pasar Muslim menempati posisi ketiga terbesar setelah Cina dan Amerika Serikat dengan 160 miliar dolar AS dan 142 miliar dolar AS," katanya. Ia melihat pertumbuhan signifikan jumlah wisatawan dari Timur Tengah ke Asia Tenggara terutama ke Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura."Saya berharap pelaku industri pariwisata di Indonesia dapat berkolaborasi dengan pelaku industri wisata di Malaysia untuk memasarkan paket wisata dari dua destinasi wisata di kedua negara kepada wisatawan Muslim global," katanya.

Ulang Tahun ke-80 Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSSJA) di Indonesia

Pada tahun ini, Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSSJA) di Indonesia genap 80 tahun. Gereja ini adalah salah satu kelompok Protestan Pentakosta yang bersifat gembira (ekstatis) dengan glossolalia atau bahasa lidah. Mereka cenderung ke gaya hidup Kristen konservatif. Punya asosiasi dengan World Assemblies of God Fellowship (pusat non-formal di Springfield, Missouri AS) yang gereja-gereja Protestan dan Pentakosta terbesar di Dunia.
 Umat di Indonesia tumbuh dari misi beberapa orang Amerika dari Bethel Temple Seatle (US) di Kalimantan, Ambon dan Sumatra sejak Th 1936, tetapi kelak dari Th 1946 hingga 1951 misi itu dipindah di bawah gereja Amerika lain, y.i. Division of Foreign Mission of the American General Council of the American Assemblies of God dan dinamakan Bethel Indies Zending, dan pada Th 1951 menjadi sebagai "the Assemblies of God in Indonesia" yang berpusat di Jakarta.

Rapat koordinasi bersama tokoh agama Buddha di Kementerian Agama

Sekretaris Jendral Kementerian Agama Nur Syam menyampaikan apresiasi saat memimpin rapat koordinasi bersama tokoh agama Buddha pada 10/8 di Gedung Kementerian Agama Jl. MH. Tamrin Lantai 3 Jakarta, memberitahu laman kemenag.go.id. Acara yang di ikuti sekitar 90 orang sekaligus pembubaran panitia Dharmasanti Waisak 2560 BE 2016 terkesan santai dan istimewa karena di hadiri  Sekjen KASI YM. Bhikkhu Jayamedho, DPP WALUBI Siti Hartati Murdaya, para ketua majelis yang tergabung dalam WALUBI, DPP MBI, DPP MAGABUDHI, PP Hikmahbudhi, pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.
 Dalam pengarahannya Sekjen Kemenag Nur Syam yang didampingi Sesditjen Caliadi dan DPP WALUBI Arief Harsono menyampaikan Visi dan Misi Kementerian agama yaitu meningkatkan pemahaman keagamaan dan meningkatkan kwalitas Tri Kerukunan hidup beragama. Masih menjadi PR besar bagi kita semua dalam memahami perbedaan namun bagaimana membangun kerukunan secara harmonis. Bangsa yang besar adalah bangsa yang pernah jatuh dan bangkit kembali, sebagai salah satu pendewasaan dan pelajaran bagi kita untuk menata kehidupan ini dengan melakukan sesuatu di masa yang akan datang tegasnya. Sambil mengutip kalimat Hasyim Muzadi yaitu" dalam membangun kerukunan hendaknya yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda jangan di samakan". Nur Syam menegaskan bahwa setiap agama pasti berbeda seperti dalam sebutan Tuhan, tata cara ritual dan upacara maupun kitab sucinya. Jadi prinsipnya kita harus menghormati perbedaan agar terjalin kehidupan yang harmonis sambil mencontohkan perbedaan di Muhamadiyah dan NU. Di akhir pengarahan Nur syam berpesan agar serapan Ditjen Bimas Buddha harus meningkat karena itu merupakan roh/spirit bagi Ditjen Bimas Buddha. Terutama transparansi tidak hanya APBN namun Non APBN, ikuti mekanisme sesuai regulasi yang ada agar akuntabilitas dan akuntabel dapat tercapai.

HNW Ajak Umat Islam Bali Jaga Kebersamaan

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengajak komunitas Islam di Bali untuk menjaga kebersamaan dengan komunitas lainnya, kabarnya laman khazanah.republika.co.id. Dengan kebersamaan itulah, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga. "Semangat kebersamaan itu perlu dijaga. Dan itulah NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini menjadi modal yang harus dijaga," kata Hidayat Nur Wahid dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan komunitas muslim di Bali, Kamis (11/8). Menurut Hidayat, kebersamaan itu sudah ada sejak pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam BPUPKI, ada kebersamaan para tokoh dari berbagai kelompok dan golongan seperti dari NU, Muhammadiyah, dan lainnya. "Semua berkiprah memperjuangkan Indonesia merdeka. Semangat kebersamaan ini perlu dijaga," ujarnya. Hidayat juga menceritakan kebersamaan yang dicontohkan Nabi Muhammad, ketika di Madinah dengan membuat Piagam Madinah. Dengan Piagam Madinah, umat Islam yang menjadi mayoritas hidup berdampingan dengan masyarakat non-Muslim yang minoritas. Oleh karena itu, ia meminta para tokoh dan komunitas muslim untuk menghadirkan Islam yang nyaman dan tidak mengganggu. "Kehadiran umat Islam harus memberi manfaat. Islam yang rahmatan lil alamin," ucapnya. Hidayat menambahkan, secara sosial umat Islam di Bali harus memberi manfaat dan secara politik komunitas umat Islam menjalin komunikasi dan saling mendukung. Perlu komunikasi di antara komunitas muslim sehingga menjadi kuat. ''Dengan demikian umat Islam memiliki posisi tawar," katanya. 
 Pertemuan di Hotel Inna Bali, Denpasar pada Kamis (11/8) antara lain dihadiri KH Hasan Ali (penasihat MUI Bali), Taufik As'ad (Ketua MUI Bali), Maman Supratman (Ketua IPHI Bali), dan Soenmandjaja (wakil ketua Badan Pengkajian MPR).