Imlek di Bogor Dimeriahkan Parade Seni dan Budaya

Perayaan Imlek 2568 di Kota Bogor akan dimeriahkan dengan penyelenggaraan Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival berupa parade kesenian dan budaya pada Jumat dan Sabtu (10-11/2), mengikut netralitas.com. Festival budaya atau kerap juga disebut pesta rakyat Cap Go Meh kali ini akan didominasi seni dan budaya Jawa Barat. Walikota Bogor Bima Arya mengatakan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival bukan hanya sekadar ritual keagamaan. Pesta rakyat CGM merupakan simbol keberagaman dan pluralisme yang ada di Kota Bogor yang sudah mengakar dari masa ke masa, dari generasi ke generasi. "Yang membedakan acara ini adalah rangkaian acara yang menampilkan berbagai macam jenis kebudayaan dan juga ada harapan-harapan dari semua agama yang ada di sini. Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat tepat di saat bangsa tengah diuji persoalan keberagaman dan kemudian menjadi sensitif,’’ujar Bima Arya dalam temu media di Bogor, Rabu (25/1). Menurut Bima, dalam pesta rakyat inilah warga Bogor disatukan melalui penampilan berbagai kebudayaan yang sangat kuat tentang indahnya kebersamaan dalam keberagaman. Keberagaman itu, lanjutnya, diturunkan dalam rangkaian kegiatan seperti atraksi hiburan dan kebudayaan. Bahkan ia berharap pada pesta rakyat kali ini ada penampilan kolaborasi antara marawis dengan paduan suara gereja. “Ini yang akan menjadikan acara ini berbeda dengan yang lain,”kata Walokota Bogor.
 Ketua Panitia Pesta Rakyat CGM Bogor Street Festival 2017, Arifin Himawan memperkirakan, perayaan Cap Go Meh akan menyedot perhatian sekitar 100.000 pengunjung, baik wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara. Para pengunjung nantinya akan disuguhi beragam atraksi beragam kebudayaan. Agar perayaan tahun ini berjalan tertib dan nyaman, panitia bersama Pemerintah Kota Bogor akan menyiapkan barikade sepanjang 250 meter. Barikade tersebut berbentuk pagar besi yang dimulai dari Lawang Suryakencana sampai Jalan Rangga Gading.

Komentar

Pos populer dari blog ini

KERUKUNAN UMAT HINDU DAN ISLAM DI PURA LINGSAR LOMBOK

Patung Buddha di Vihara Tanjung Balai Pecinan Digusur Karena Dianggap Menghina Agama Islamis

Festival Hindu Kaharingan ke-8 Provinsi Kalimantan Tengah